Music's Top LIst

10 Album Musik Pilihan 2015


 

Jamie xx | Photo source: thump.vice.com

Jamie xx | Photo source: thump.vice.com

Banyak album berkualitas yang saya dengarkan tahun ini. Juga sangat senang, lantaran diantaranya adalah album-album keren dari musisi tanah air. Inginnya membuat daftar ini tidak hanya merangkum sepuluh terbaik, tapi apa daya saya terlalu malas untuk mengisi commentary section (maafkan -_-). Tanpa berbasa-basi lagi, berikut kesepuluh terbaik itu dan bonus beberapa album kesukaan yang juga hampir masuk ke barisan 10 besar. Check it out!

 

[ Honorable Mentions ]

“Dandelion” (Monita Tahalea), “Goon” (Tobias Jesso Jr.), “Have You In My Wilderness” (Julie Holter), “25” (Adele), “Taifun”(Barasuara), “Communion” (Years & Years), “Compton” (Dr.Dre)

 

 

[ Top 10 Albums of 2015 ]

===========================================================================

10# VULNICURA

Bjork

bjork

Musisi eksentrik Bjork tak pernah mengecewakan dalam setiap rilisan album terbarunya. Tak terkecuali Vulnicura yang masih membawa karakter penyanyi Islandia ini berpesta dengan racikan eksploratif folk, elektronika dan pop yang begitu unik. Seperti album-albumnya terdahulu, Vulnicura juga dikemas layaknya sebuah antologi puisi yang dimusikalisasikan dengan begitu eksotis dan magis. Dengarkan “Stonemilker” yang begitu artistik dan kontemplatif dalam album ini. Begitu pula “Lionsong” yang berputar dengan keajaibannya sendiri.

9# M3LL155X

FKA Twigs

fka

Lagi, Tahliah Debrett Barnett menghipnotis. Bahkan hanya lewat album EP-nya saja. M3LL155X (dibaca Melissa) kualitasnya bisa disejajarkan dengan rilisan LP1-nya tahun lalu. Ragam eksplorasi dan pertemuan emosi hadir di album yang masih mengutamakan R&B alternative dengan elemen elektronika. M3LL155X juga diinterpretasikan FKA Twigs sebagai identitasnya yang lebih feminism, di mana tercermin dari ketenangan musiknya di sini.

8# SKRILLEX AND DIPLO PRESENT JACK Ü

Jack Ü

jack-u-album-cover1

Skrillex dan Diplo membentuk sebuah kolaborasi yang patut diantisipasi tahun ini. Tidak bisa jika tidak menyebutnya sebagai proyek kolaborasi terbaik tahun ini. Apa yang dipersembahkannya dalam alterego Jack Ü sungguh meledakan kedua indra pendengar kita dengan serangkaian misil EDM yang begitu adiktif. Album yang bertajuk “Skrillex and Diplo Present Jack Ü” tersebut menampilkan racikan EDM yang eksploratif dan sulit terprediksi. Sebuah album yang membuat Anda berteriak di lantai dansa.

7# TEN LOVE SONGS

Susanne Sundfør

Susanne-Sundfør-Ten-Love-Songs-2015

Tahun 2015 mempertemukan saya dengan musik Susanne Sundfør yang penuh letupan. Dituntun dengan denting piano klasik lalu menjelma baroque pop lengkap dengan extravaganza elektronika. Susan membawa pendengarnya menyelami samudera luka yang kemudian berakhir di negeri utopia penuh suka cita. Sepuluh lagu tentang cintanya adalah candu terbaik untuk tenggelam ke dalam kontemplasi diri.

 

6# IN COLOR

Jamie xx

jamie

Ibaratkan sebuah spektrum warna, racikan EDM ala Jamie xx bekerja dengan menampilkan seluruh warna tersebut. Sensasi-sensasi terbaik mengalir dari eksplorasi instrumen tabuh dan petik yang tesinkronisasi dengan energi synth. Jamie membuat Anda berjingkrak, melayang, dan juga duduk terdiam demi menemukan jiwa Anda yang sesungguhnya. Lantas lantunan “I know there’s good times, there’s gonna be good times…” akan jadi klimaksnya.

 

5# CARRIE & LOWELL

Sufjan Stevens

sufjan

Setelah lima tahun hiatus, Sufjan mengeluarkan sekumpulan karya teranyarnya yang lagi-lagi tak mengecewakan. Beda dengan dua album terakhirnya, Carrie & Lowell justru mengeksplorasi permainan instrumental yang lebih kalem dan gloomy. Seolah kemeriahan dan kegemerlapan dalam album ini bersifat kontemplatif. Album ini juga banyak terinspirasi dari kehidupan pribadinya, bersama Ibu dan Ayah tirinya yang memberi warna dan nyala.

 

4# E-MO-TION

Carly Rae Jepsen

carly-rae-jepsen-emotion

Saat kemunculannya pertama kali dengan nomor pop berdaya ledak hingga berujung nominasi Grammy, saya sempat meremehkan musikalitasnya. Tapi di Emotion, prasangka saya seolah dimati kutukan. Jepsen punya selera menarik tentang pendefinisian pop di album ini. Warna pop 80’s diterjemahkan secara sempurna lengkap dengan eksplorasi imajinatifnya yang liar. Sebuah album yang susah dihentikan di lantai dansa.

 

3# SINESTESIA

Efek Rumah Kaca

ERK

Sebuah penutup 2015 yang manis setelah hiatus selama 7 tahun, Sinestesia adalah kejutan yang sangat kejutan. Eksentriknya lagi enam tembang terbaru racikan ERK masing-masing diberi penamaan merunut aneka warna. Merah, Biru, Jingga, Hijau, Putih, Dan Kuning menjadi sebuah amunisi yang meletupkan sejumlah lirik pedas tentang kondisi sosial terkini. ERK memang ahlinya merangkai kata-kata kritik mutakhir, berima puitik, tanpa hilang esensi.

 

2# CURRENTS

Tampe Impala

tame-impala-currents

Seolah disambar atmosfer yang penuh kontemplasi adalah salah satu sensasi yang akan ditemukan di dalam Currents. Dibandingkan dengan Lonerism, Currents justru terdengar kalem melalui lirik-lirik tentang visi masa depan dan nostalgia masa lalu. Ini masih menegaskan rasa psychedelic, hanya saja mendudukan Anda untuk berpikir tentang capaian diri.

 

1# TO PIMP A BUTTERFLY

Kendrick Lamar

kendrick-lamar-to-pimp-a-butterfly

Semacam takjub dengan eksplorasi Lamar. Persis saat saya membayangkan track For Free? (Interlude) di dalam sebuah klub era 20-an lengkap dengan sajian klasik soul dan jazz yang uniknya berpadu dengan dentuman irama Rap, Hip-hop, dan R&B. Lamar membuat olahan Rap-nya naik ke kelas artistik yang paling eksklusif. Bunyi-bunyian saxophone dan bass membuat album dengan cover bernas-nya itu kian seksi. Terbaik di tahun 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s