Live Review

Catatan Pendek Euforia Soundrenaline 2015


Soundrenaline 2015

Photo credit : IB Baruna

Sambil menggemakan vokal khasnya, Aprilia Apsari menari-nari mengikuti iringan musik Mela, Saleh, Ricky, Farabi, dan John. Setiap liukan gerak yang diciptanya mengingatkan saya dengan komposisi gerak tarian Jawa dicampur sedikit Tango. Ketika suara klasik ala 40’an-nya itu melantunkan bait “Apa guna bung malu malu kucing. Meong meong di belakang suaranya nyaring. Jangan suka bung diam diam kucing. Sudah menerkam sebelumnya berunding…..”, sontak ratusan penonton di ruang Amphitheater Garuda Wisnu Kencana pun berseru sambil tepuk tangan.

Ini kali kedua saya menyaksikan penampilan live White Shoes & The Couples Company (WSTCC) secara langsung di Bali. Dan sekali lagi, mereka tidak pernah mengecewakan. Sebanyak 11 lagu karya mereka sukses membangkitkan nuansa 40’s dan 70’s di tengah-tengah penonton Soundrenaline 2015. White Shoes & The Couples Company adalah satu dari puluhan musisi yang menghiasi daftar line-up Soundrenaline 2015 yang digelar dari 5 – 6 September 2015 di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Jimbaran Bali.

WSTCC mendapat giliran manggung di hari kedua, berbagi panggung dan waktu dengan penampil sohor lainnya, seperti Lala Karmela, Mocca, dan Tulus. WSATCC sendiri naik ke panggung usai penampilan apik Mocca. Saya sendiri memang sudah memasukan WSATCC dalam daftar musisi yang wajib saya tonton di Soundrenaline 2015. Meski kenyataannya tidak semua musisi yang ada dalam hot list saya berakhir seperti WSATCC (baca: sukses ditonton). Ya, di hari kedua itu saya gagal menikmati gigs Lala Karmela dan Mocca, karena jadwal pentas mereka bertabrakan dengan “acara” pribadi saya. Oh well, saya relakan sudah😦

Soundrenaline 2015

Photo credit: Putra A

Diperkirakan terdapat 35 musisi yang berpartisipasi dalam Soundrenaline 2015. Dan saya jamin tidak semua musisi bisa ditonton dalam dua hari event tersebut. Mengapa? Karena Soundrenaline 2015 mendirikan empat panggung berbeda di GWK dengan jadwal main para penampil hampir bersamaan antara satu panggung dengan panggung lainnya. Menariknya lagi konsep Soundrenaline 2015 yang dihadirkan sangat berbeda dari gelaran Soundrenaline tahun-tahun sebelumnya, lantaran festival musik ini mengangkat multi genre.

Kalian pasti masih ingat dengan 12 gelaran Soundrenaline sebelumnya yang kental dengan nuansa rock dan pop. Soundrenaline 2015 justru memilih mengubah pakem tersebut dengan menghadirkan musik-musik lintas genre dan juga lintas generasi. Sebut saja genre folk, jazz, blues, dan musik elektronik yang mendapatkan panggung di sini menemani pop, rock, punk, dan mental. Wajah-wajah indie yang tak biasa pun memeriahkan festival musik akbar tahun ke-13 ini, seperti WSTCC, Mocca, tulus, Sore, Scared of Bumz, Dialog Dini Hari, Burgerkill, Parau, dan masih banyak lagi.

Soundrenaline 2015

Photo credit : IB Baruna

“Tahun ini KILAU begitu bersemangat menyelenggarakan konsep berbeda dari Soundrenaline 2015 yang dipersembahkan oleh Sampoerna A. Kami sadar bahwa puluhan ribu orang yang biasanya memadati Soundrenaline tak semuanya memiliki selera musik sama. Ada yang fanatic terhadap rock, ada juga penggemar pop. Oleh karena itu kami tampilkan konsep multi genre. Ini benar-benar mengubah kebiasaan Soundrenaline,” ungkap Novrial Rustam, selaku Managing Director KILAU Indonesia, yang tak lain merupakan penyelenggara Soundrenaline. Pantaslah tagline “Change the Ordinary” disematkan dalam tema Soundrenaline 2015 ini.

Saya pikir setiap stage dalam area Soundrenaline 2015 ini memang merepresentasikan atmosfer musik masing-masing musisi yang tampil. Misalnya di Amphitheater Stage, rata-rata musisi yang tampil mengusung genre pop, folk, jazz, blues, dan alternative. Atmosfernya layaknya lounge music yang terkadang melodious, sentimentil, namun bisa juga funky dan enerjik. Di stage ini, saya berhasil menonton Andien, Tulus, dam WSATCC. Padahal di hari pertama saya sudah mewanti-wanti untuk menonton Sore, Scared of Bumz, dan Ran. Sayangnya jadwalnya sama dengan panggung “tetangga”.

Soundrenaline 2015

Photo credit: IB Baruna

Nah, panggung “tetangga” lainnya adalah A Stage dan Go Ahead Stage. Saya pikir dua panggung ini menjadi dua area paling inti. Di samping space yang sangat luas, juga paling banyak mengumpulkan crowd penonton. Dua stage ini sentral, karena menampilkan band-band papan atas, seperti Dewa 19, Sheila on 7, Gigi, Parau, Seringai, Slank, Wolfmother, Jamrud, Naif, dan masih banyak lagi. Enggak Cuma yang mainstream, yang indie pun nongkrongnya di sini. Saya masih ingat bagaimana seluruh fans Dewa 19, Sheila on 7, Parau, hingga Slank membuat Soundrenaline 2015 bak lautan manusia.

Satu lagi stage yang mencuri perhatian adalah Welcoming Stage. Namanya saja Welcoming Stage, so pasti letaknya dekat area entry gate penonton. Ya, semacam “appetizer” yang mantap untuk menyambut para penikmat musik sebelum menikmati euforia di panggung sentral Soundrenaline. Meski “appetizer”, namun musisi yang manggung di Welcoming Stage enggak sembarangan. Sebut saja Dialog Dini Hari, Nanoe Biroe, Suicidal Sinatra, Zat Kimia, Leonardo and His Impecabble Six dan masih banyak bintang kece lainnya.

Bingung mau nonton yang mana? Sama, saya juga. Tapi inilah tantangan Soundrenaline 2015.Saya sendiri merasa diuji apakah akan setia dengan genre dan musisi yang saya cintai atau malah mencoba pengalaman mendengar genre yang lain. Untuk itulah mengapa mengusung konsep multi genre seperti ini sangat tepat untuk saya, karena para penonton bisa merasakan warna-warni musik itu sendiri. Oh ya, Soundrenaline 2015 juga benar-benar menguji time management saya lho!

Arisan Musisi

Tak bisa dipungkiri, Soundrenaline 2015 menjadi ajang berkumpul musisi, bahkan gokilnya lagi mereka yang hadir berasal dari lintas generasi. Ari Lasso pun sempat mengungkapkan dalam konferensi pers, kalau Soundrenalin itu bukan sekadar festival musik, bagi para pemusik ini justru menjadi ajang “arisan musisi”. Menurut Ari Lasso, Soundrenaline telah menjadi rumah bagi para musisi untuk berkreativitas dan menampilkan karya mereka.

Sounrednaline 2015

Photo credit : IB Baruna

Semangat “arisan musisi” ini pun makin terasa dengan penampilan-penampilan reunion yang begitu menarik perhatian, semisal Ari Lasso dengan Dewa 19-nya maupun Base Jam Reunion. “Ini merupakan kesempatan yang sangat langka bagi Dewa 19 untuk reuni di Soundrenaline 2015. Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari suatu festival musik yang merupakan wadah bagi para musisi untuk berkumpul, bereaksi, dan berkolaborasi, serta menjadi tolak ukur kesuksesan bagi para musisi tanah air,” papar Ari Lasso ketika acara konferensi pers.

Sigit Wardana, vokalis Bas Jam pun menimpali bahwa mereka sangat senang Base Jam bisa melakukan reuni di atas panggung Soundrenaline 2015 dan tampil bersama musisi-musisi berbakat tanah air dan Internasional. “Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari suatu festival musik yang punya komitmen untuk meberdayakan para musis dan penikmat musik Indonesia,” ujarnya.

Soundrenaline 2015

Photo credit : IB Baruna

Di samping reuni-reuni band legendaris tanah air, saya juga terpaku dengan sejumlah kolaborasi apik bin unik yang dilakukan oleh beberapa musisi Indonesia di atas panggung Soundrenaline 2015. Mereka tak segan-segan untuk bereksplorasi dan sekaligus mengombinasikan masing-masing genre musik mereka. Semisal kolaborasi rock dan elektronika, antara Ello, Ridho, Tyo Nugros, dan DJ Patricia. Atau collaboration project “Change Ordinary Project” yang menampilkan Andien, Daniel Christianto, Ari lasso, Rinni Wulandari, Andy /rif, dan Candil dalam satu panggung dengan arahan music director, Ali Akbar.

Di tengah-tengah riuhnya tumbuh konser danfestival musik baru berskala nasional maupun Internasional di Indonesia, Soundrenaline patut diapresiasi karena mampu bertahan selama 13 tahun penyelenggaraannya. Dan kembalinya Soundrenaline ke Bali (terakhir 2009) membuat saya beruntung merasakan euforianya secara penuh seluruh.

 

3 thoughts on “Catatan Pendek Euforia Soundrenaline 2015

  1. Aku suka sekali dengan line up musisi dalam acara ini, cuma sayang masih disponsori pabrik rokok. Semoga ada sponsor utama non cigs companies yang punya inisiatif serupa mewadahi musisi andal tanah air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s