The List

5 Album Indie Bali “Wajib Dengar” 2014


sumber foto: nosstress.com

sumber foto: nosstress.com

Saya akui referensi musisi atau band Indie Bali saya masih tergolong “cetek”.  Bisa jadi hanya segelintir rilisan mereka yang terdeteksi oleh “radar” saya. Meski begitu, saya cukup berbahagia, karena ada beberapa musisi favorit yang merilis album mereka di tahun 2014. Pun ada bintang indie baru yang bersinar di kancah perpanggungan musik live di Bali. Di bawah ini, saya merangkum lima album indie dari kawan musisi Bali rilisan 2014 yang bisa menjadi pertimbangan untuk Anda dengarkan. Daftar ini juga bukan berarti sebuah perankingan terbaik, karena saya merasa belum mumpuni untuk itu lantaran referensi saya masih terbilang minim untuk musik indie Bali. Yang jelas kelima album di bawah ini menawarkan warna baru bagi industri musik indie Bali. Kelimanya sama-sama berkutat dengan persoalan sosial dan individual. Ada yang ingin berkritik lantang, melawan, maupun menggugah lewat racikan musik yang elegan. Beginilah cara indie berbicara dalam mengulas persoalan-persoalan yang kerap dimarjinalkan oleh mainstream. Berikut 5 Album Indie Bali Wajib Dengar 2014!

 

Bali Bergerak

[ Various Artist ]

 

bergerak

Saya takjub dengan gelombang pergerakan #BaliTolakReklamasiTelukBenoa. Tidak hanya aktivis, mahasiswa, dan rakyat Bali yang meneriakan penolakan ini, tetapi juga datang dari kalangan musisi indie Bali. Menariknya, mereka pun mengekspresikan kritik dan penolakan tersebut lewat musik itu sendiri. Bali Bergerak adalah bentuk demonstrasi paling elegan yang pernah saya dengarkan. Beberapa musisie indie Bali, seperti Navicula, Joni Agung & Double T, The Bullhead, The Hydrant, Superman is Dead, dan masih banyak lagi berkumpul, bernyanyi, dan mengkritik dalam album ini. Suara-suara itu adalah tentang ajakan, kobaran semangat, gertakan, dan renungan. Mereka benar-benar ingin Bali Bergerak untuk menyelamatkan rakyat dan tanahnya sendiri dari ketamakan para pemilik modal.

Rekomendasi tracks : Serenada, Water Not War, Proyek, Endonesya Begitu Katanya, Mafia Hukum

 

Kabar Dari Hutan

[ Pygmy Marmoset ]
Pygmy Marmoset Kabar Dari Hutan

Sebuah debut yang dikemas sangat manis oleh duo Zenith dan Sanjay. Keduanya membawa kita kepada cerita-cerita menarik tentang alam. Ajakan untuk peduli terhadap lingkungan dan mensyukuri segala kelimpahan yang diberikan oleh alam adalah spirit utama album Kabar Dari Hutan. Di bawah alterego mereka yang bernama Pygmy Marmoset itu, senyawa akustik folk pun diracik begitu magis di album ini. Jauh dari efek distorsi, malah cenderung memilih bunyi-bunyian yang bersifat organik. Seakan, Pygmy ingin menerjemahkan alam sebagai ruang atraktif dan imajinatif, di mana direfleksikan melalui serangkaian musik yang riang dan syahdu.

Rekomendasi tracks : Good Morning Zoo, Layang-layang, Cerita Tentang Pohon, Pararam

 

Perspektif Bodoh II

[ Nosstress ]

DSC_0113

Sejak debutnya, Perspektif Bodoh (2011), Nosstress memang telah menunjukan sikap-sikap kritisnya tentang fenomena sosial maupun persoalan individual. Mereka kerap menulis lirik-lirik yang lugas dan dihiasi dengan unsur satirikal nan tajam. Begitu pula yang terjadi pada album kedua mereka, Perspektif Bodoh II. Bak menawarkan sebuah bab lanjutan dari album pertamanya, Nosstress kembali hadir dengan nada-nada “pedas” di sekujur materi Perspektif Bodoh II. Mereka masih berbicara tentang persoalan sosial dan individu dengan dua kali lipat tingkat kesatiran. Mulai dari fenomena baliho-baliho caleg hingga ajakan untuk melestarikan alam. Menariknya, lirik-lirik di album ini diracik lebih puitis dan banyak eksplorasi terhadap pop folk yang tak terduga di sini.

Rekomendasi tracks : Ini Judulnya Belakangan, Pegang Tanganku, Lagu Semut

 

Tentang Rumahku

[Dialog Dini Hari ]

dialog

Sebagai spesialis peracik tembang-tembang peneduh jiwa, Dialog Dini Hari barangkali telah menemukanTentang Rumahku sebagai titik akumulasi dari daya eksplorasi mereka terhadap akustik folk. Anda pun akan menikmati sebuah racikan musik yang dipenuhi oleh elemen kontemplasi. Album keempat mereka, Tentang Rumahku seperti kumpulan sajak kerinduan untuk pulang. Ibaratkan saja ini sebagai soundtrack perjalanan yang akan selalu membuat kita kembali menemukan arah untuk mendekap rumah dan kehangatan keluarga.

Rekomendasi tracks : Jalan Dalam Diam, 360 Batu, Dariku Tentang Cinta, Gurat Asa

 

Blues Krisis

[ Made Mawut ]

artworks-000088244313-wjet9e-t500x500

Album paling satir tahun ini datang dari Made Mawut. Si pemetik gitar blues ini meluncurkan kritik-kritik pedasnya terhadap para “penguasa” negeri ini yang membiarkan ketimpangan sosial masih merajarela. Kaum marginal yang tak berdaya menjadi sorotan utama Made dalam setiap gurbahannya. Blues Krisis mengkritisi persoalan privatisasi air, kekurangan pangan, subisidi, hingga illegal loging. Semuanya dikemas lewat lirik-lirik yang tajam dan komikal. Menariknya lagi adalah aroma Blues yang ditawarkan Made benar-benar memabukan indra pendengaran kita.

Rekomendasi tracks : KrisisAir, Kriris Pangan, Krisis Swasembada

3 thoughts on “5 Album Indie Bali “Wajib Dengar” 2014

  1. Album Bali Bergerak juga telah beredar di ibu kota yah, mantap!
    Hiks….Aku belum dengar Nosstress II😦
    Btw made mawut cuma pernah dengar manggung sekali doang, kalau main di blues pasti sakti nih.
    DDH! AMAN! THANKS TO AMAJOOON
    Pygmos ciyeable banget, suka senyum sendiri kalau dengerinnya🙂

    aaaaahhhh kangen Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s