Music's Top LIst / The List

Top 10 Albums of 2014


ASAS

Akhirnya sampai juga di Top 10 Albums of 2014. Saya cukup bergembira ada beberapa rilisan yang sesuai dengan ekspektasi saya maupun ada juga beberapa perkenalan dengan karya musisi yang belum pernah saya jamah. Overall, tahun yang cukup menyenangkan. Tanpa berbasa-basi lagi langsung simak daftar di bawah ini J

 

=== Honorable Mentions ===

 

 

niki minaj pink printAriana_Grande_My_Everything_2014_album_artworkla-et-azealia-banks

Sirens-Deluxe-Versionsam smith in the lonely hour album coverSharon

 

The Pink Print – Nicki Minaj

Nicki punya segalanya yang berbau sensual, provokatif, dan eksentrik. The Pink Print terdengar penuh hal-hal yang personal, bahkan yang menyangkut tentang bokong sekalipun. Edan!

Are We There – Sharon Van Etten

Ini kali pertama saya mendengar Sharon dan odenya yang bertajuk  Are We There ini berusaha mengantarkan kita memasuki ruang personalnya. Puitik dan menggugah.

Sirens – Gorgon City

Gorgon City bak bentuk lain dari Disclosure yang lebih kalem. Racikan EDM nya membuat kita melayang di atas laut paling tenang di dunia. Sirens seolah sebagai anthem perayaan dalam menyambut kesepian.

My Everything – Arianna Grande

Seakan bosan dianggap copycat Mariah Carey, Arianna Grande ingin menunjukan bahwa ia tak hanya jago melengkingkan suara beroktaf-oktaf. My Everything menjawab semua tantangan tersebut dengan daya eksplorasi terhadap pop, R&B, dan electro music yang catchy.

Broke with Expensive Taste – Azalea Banks

Broke with Expensive Taste seakan menjadi pembuktian bagi Azalea, bahwa cara Rap-nya memang unik dan berbeda. Ia bereksplorasi dengan punk dan R&B, di mana mampu menampilkan semacam house rap yang nyentrik. Azalea mengajak Anda berdansa tanpa henti.

In The Lonely Hour – Sam Smith

Terimakasih album ini telah mempertemukan kita dengan solois baru pria paling mutakhir. Warna suaranya yang bertekstur tebal dan khas itu menjadikan hari-hari lebih melankolis. Katanya, ini Adele dalam kemasan pria, hahaha…

 

=== THE TOP 10 ===

 

10# ULTRAVIOLENCE

[ LANA DEL REY ]

lana-del-rey-1403216007

Lana benar-benar bertekad keluar dari zona nyamannya. Ia tak ingin melakukan pengulangan, seperti yang terjadi pada album keduanya. Eksplorasi terhadap nada dan instrument menjadi daya pikat Ultraviolence. Sementara untuk penulisan lirik, Anda masih tetap menemukan sosok Lana yang berkutat pada cerita tragedi dan buncahan duka. Saya menakar Ultraviolence sebagai akumulasi dari inspirasi kepedihan seorang Lana. Nuansa retro yang gelap semakin menjadi-jadi di sini.

Rekomendasi: West Coast, Shades of Cool, Brooklyn Baby

 

 

9# WHAT IS THIS HEART?

[ HOW TO DRESS WELL ]

What-Is-This-Heart-Final-Packshot

Tahun ini memperkenalkan saya dengan Tom Krell yang bernama panggung How To Dress Well. Album ketiganya, What is This Heart terdengar menyentuh dengan suara-suara pengakuan yang tertuang dalam liriknya. Terlebih lagi, tom menawarkan pengalaman musik R&B yang tak biasa. Terdengar lembut dan mengeksploitasi unsur melankolis di dalamnya. Pun pop dengan mudahnya larut di sini. Saya menyebutnya sebagai album R&B paling lirih tahun ini.

Rekomendasi: Face Again, Words I Don’t Remember, 2 Years On (Shame Dream)

 

 

8# BENJI
[ SUN KiL MOON ]

Benjisunkilmoon

Ada kisah tentang kehilangan kerabat terkasihnya bernama Carissa. Ada deskripsi tentang masa kecilnya yang penuh gejolak. Sun Kil Moon yang dikomandoi Mark Kozelek sukses membuat kita berkontemplasi, membawa kita ke dalam sel-sel kesendirian, menjamah kita lewat bentuk-bentuk terganjil dari sesal dan lara. Benji dikemas begitu personal.  Sementara itu, alunan akustik folk bak rapalan ampuh yang menyihir  dimensi kita untuk memelihara kesepian.

Rekomendasi: Carissa, Jim Wise, I Watched The Film The Song Remains The Same

 

7# TOUGH LOVE

[ JESSIE WARE ]

 toughlove

Setelah Devotion menjadi album perkenalannya yang cantik, Jessie Ware kembali menawarkan eksperimen terbaru dari musikalitasnya lewat Tough Love. Hasilnya tak kalah impresif dari debutnya. Meski materi-materi Tough Lover terdengar lebih soft, namun tak langsung melucuti warna khas dari seorang Jessie Ware. Riuh deng an energi melankolis, Tough Love merangkum sejumlah balada eksentrik tentang cinta. Permainan instrumen eletronika maupun bunyi-bunyian organik mampu membangun atmosfer eksotis dalam tubuh pop album ini.

Rekomendasi: Tough Love, Kind of..Sometimes..Maybe, Say You Love Me, You & I (Forever), Say You Love Me

 

6# ST. VINCENT

[ ST. VINCENT ]

 st vincent

Sang eksperimental jenius, St Vincent menghadirkan salah satu album paling nyentrik tahun ini. Tak hanya terhipnotis dengan bunyi-bunyian eksploratif yang ditawarkan oleh aransemen album self-titled nya, namun juga lirik-lirik yang terukir penuh simbol dan ambiguitas. St. Vincent mengemas album bertema suram dengan orkestrasi menyenangkan. Dan bisa jadi sejumlah tracks yang enggan Anda putar dalam khusyuk pemakaman.

 

5# BEYONCE

[ BEYONCE ]

Beyoncealbumcover

Perilisan album kelima Beyonce yang serba mendadak, di mana awalnya hanya diedarkan dalam bentuk digital ini benar-benar membikin takjub. Tak hanya lantaran angka penjualannya yang fantastis, tetapi juga keseriusan Beyonce dalam merancang album ini. Beyonce tidak hanya menawarkan pengalaman mendengarkan musik, tetapi ia juga memuaskan pendengarnya dengan visual lewat pengadaan video klip untuk seluruh track dalam album teranyarnya tersebut. Terlebih seluruh video digarap secara matang. Hal lain yang perlu dicermati adalah eksplorasi Bey terhadap musikalitasnya. Melabeli album ini sebagai mahakaryanya? Boleh saja.

Rekomendasi : Superpower, Flawless, Rocket, Mine, Blow

 

4# GAJAH

[ TULUS ]

tulus-gajah

Bagi saya, Gajah adalah album paling personal. Ia bercerita tentang patah hati, kebencian, dendam, cinta, serta kebangkitan diri dengan cara yang elegan. Tulus menulis dan melantunkannya begitu merdu dan puitik. Gajah tidak hanya sekadar album curahan hati, tetapi juga sebuah terapi bagi siapapun yang mengalami. Bagaimana untuk bangkit dan menertawakan masa lalu yang pahit. Gajah dapat dikatakan sebagai sebuah pembuktian Tulus sebagai peracik lirik yang mutakhir. Album kedua yang digadang sebagai masterpiece-nya.

Rekomendasi : Sepatu, Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Bumerang, Baru, Gajah

 

3# I NEVER LEARN

[ LYKKE LI ]

lykke-1397764665

I Never Learn bak kumpulan puisi yang memuntahkan lautan melakolis. Saya ibaratkan Lykke Li sebagai pembaca puisi terbaik di sini. Warna vokalnya yang eksentrik berpadu dengan racikan musik yang cenderung gelap, Lykke Li Timotej muncul sebagai Swedish pop  singer yang eksentrik di telinga kalian. Mengeksplorasi warna alternatif, pop, hingga electronic music, benar-benar memperkaya materi album ini. I Never Learn bak kumpulan anthem duka di taman surau untuk seseorang yang tengah berpatah hati ria.

Rekomendasi: Gunshot, Love Me Like I’m Not Made of Stone, Never Gonna Love Again.

 

2# TOO BRIGHT

[ PERFUME GENIUS ]

A1aqWtwIGBL._SL1500_

Di balik keeksentrikan alterego Perfume Genius, ada sosok Mike Hadreas yang berkeluh kesah tentang banyak hal. Segala bentuk kikisan diri, amarah, kelemahan, hingga isu personalnya seputar LGBT terangkum dalam Too Bright. Racikan musiknya terdengar seperti seruan-seruan yang dingin dan menakutkan. Ia banyak bermain dengan nuansa retro 70’s dalam psychedelic rock yang ditawarkannya. Kegelapan dalam Too Bright seolah sebaga representasi dari perlawanan, bukan haru biru lara.

Rekomedasi: Queen, Fool, No Good, I’m A Mother

 

1#  LP1

[ FKA twigs ]

FKA-Twigs-LP1

Tahliah Debrett Barnett menghipnotis 2014 dalam alterego panggungnya yang eksentrik bernama FKA twigs. Lewat vokal yang khas, twigs mengingatkan saya pada sosok Aaliyah. Terlebih ketika menikmati LP1, desahan suaranya yang lembut berpadu dengan racikan pekat R&B. Ia piawai menyatukan ornamen klasik dengan bunyi-bunyian futuristik electronic music. LP1 kuat dengan eksplorasi liarnya terhadap R&B itu sendiri, namun tanpa meninggalkan akarnya. twigs seakan membawa saya berputar-putar ke beberapa dimensi era kejayaan R&B. Sebuah album yang memiliki konsep dan visi yang kuat. Alterego itu pun akhirnya sukses membangun kepribadian musiknya yang tak biasa.

Rekomendasi: Two Weeks, Pendulum, Video Girl  

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s