Movie Review / Movie's Top List

Top 10 Films of 2013


 mmm

Selamat tahun baru 2014. Terimakasih 2013 yang telah memberikan film-film terbaiknya untuk saya  tonton. Terimakasih atas situs-situs donlod yang selalu lebih update dari bioskop di kota sendiri. Terimakasih atas waktu-waktu colongan (dari deadline lain) yang membuat saya rajin untuk menonton. Sesungguhnya sangat sulit menuliskan daftar di bawah ini, mengingat banyak sekali film-film menarik sepanjang 2013 yang sempat mencuri perhatian saya, namun sayang tak mampu membekas lama. yang pasti saya bisa catat dari 2013 adalah kejayaan Queer Cinema yang semakin menjadi-jadi, tengok saja beberapa rilisan film yang memuat isu LGBT itu sangat mendominasi capaian positif dari lingkungan kritikus film, bloger maupun festival. Untuk daftar ini masih menggunakan kategori seperti daftar-daftar sebelumnya yakni 10 honorable mentions dan 10 film terbaik. Oke segitu saja sekapur sirih dari saya, tanpa basa-basi inilah daftar sepuluh film favorit saya🙂

HONORABLE  MENTIONS

behind_the_candelabra20# Behind the Candelabra

(Directed by Steven Soderbergh)

Tak ada yang lebih flamboyan dari Michael Douglas dengan selendang bulu-bulu, jubah merekah dengan aksen bling-bling menyilaukan mata. Ia menjelma sebagai pianis kondang Liberace itu. Dan jika pun ini merupakan arahan terakhir Soderbergh, maka Candelabra telah mendarat megah dengan daya cipta khasnya, dipadu dengan iringan magis gubahan Liberace. That’s masterpiece!

557054.1010.A19# I’m So Excited

(Directed by Pedro Almodovar)

Tiga pramugara berkaraoke ria dengan tembang milik The Pointer Sisters itu, sambil bergaya ‘alay’, sungguh mengguncang seisi kabin pesawat. Barangkali hanya saya saja yang dibuatnya terpingkal. I’m So Excited memang bukan yang terbaik dari Almodovar. Tapi buat saya ini tetap merupakan sebuah guilty pleasure tahun ini.

Stoker-2013-Movie-Poster-e135160919474618# Stoker

(Directed by Park Chan-wook)

Sorot mata Mia Wasikowska begitu dingin. Dan dinginnya mungkin berkali-kali lipat dari lemari es di dalam rumahnya itu. Park Chan mencoba merangkai beragam twist, menebar abu misteri di sulur plotnya. Bidikan-bidikan kamera yang mencoba menggugah rasa penasaran. Inilah Park Chan dalam kemasan Hollywood. Jauh dari The Vengeance Trilogy, tapi level dinginnya tetap menusuk.

only_god_forgives_movie_poster_top_movies_201317# Only God Forgives

(Directed by Nicolas Winding Refn)

Saya biarkan bayang-bayang  ‘cool’ Drive itu menghilang sejenak, dan menyelami setiap semiotika yang tersirat dalam lautan merah darah dan warna-warna temaram di sini. Beserta simbol-simbol  yang menyimpan energi dendam di dalamnya. Entah, saya seperti menemukan nuansa Bronson di sini. Dan Kristin Scott Tomas benar-benar mengerikan kali ini.

the-grandmaster-presented-by-scorsese-poster16# The Grand Master

(Directed by Wong Kar Wai)

Di tangan Wong Kar Wai, martial art tak hanya sekadar beladiri tapi visual artistik yang memanjakan mata. Simak saja gempuran slow-motion yang membalut perkelahian di bawah siraman hujan. Martial art seolah tak jadi menakutkan, melainkan estetik dari setiap sudut pandang Wong Kar. Pastinya Kisah Ip Man ini mengalun makin puitis.

Nobodys-Daughter-Hae-Won-2013-Movie-Poster-315# Nobody’s Daughter Haewon

(Directed by Hong Sang-soo)

Hong Sans-soo dengan drama perselingkuhan (lagi) membawa gaya yang lebih hangat dan komikal. Meskipun kedua karakter di sini menyikapinya sebagai tragedi, namun rasa sentimentil yang ditawarkan justru terbilang unik. Jung Eun-chae akan menjadi yang selalu ingin Anda dekap, seperti pelukan masa kecil. Ahhh..

url14# Anna Karenina

(Directed by Joe Wright)

Joe Wright tak sedang menjelma Baz Luhrmann, namun set dekorasi, tata artistic, sinematografi, dan desain kostum dalam Anna Karenina lebih berbicara bahwa ia menjadi rival Baz di sana. Karya besar Tolstoy itu diinterpretasikannya begitu mewah, namun dengan style yang menjunjung kemuliaan estetika. Adanya sesi pergantian teater itu membuat mulut saya terbuka dalam waktu cukup lama.

2013, 05-02 = ''MUD'' movie = Poster showing Tye & Jacob with Matthew McConaughey13# Mud

(Directed by Jeff Nichols)

Membaca Mud dari pikiran anak kecil, sungguh memunculkan sekelumit pertanyaan besar. Tentang siapakah dia? bisa dipercayakah dia? Drama sederhana, namun performa Matthew Mcconaughey membuatnya lebih dari predikat biasa-biasa saja.

……….

freferf12# Leviathan

(Directed by Lucien Castaing-Taylor, Verena Paravel)

Kamera menangkap sisi paling mencekam dari perjalanan penangkapan ikan. pergerakan kamera yang tak biasa, seolah menyatu dengan angin, air atau bahkan ikan itu sendiri. Dokumenter eksperimental ini sukses mencapai sebuah pendekatan visual yang intim. Membiarkan gambar dan suara alam berbicara, tinimbang dialog manusia. Pengalaman sinematik yang memabukan.

MV5BMTQzMzQ4MDAyNF5BMl5BanBnXkFtZTcwNzE0MDk3OA@@._V1_SX214_11# Upstream Color

(Directed by Shane Carruth)

Tentang apa dia? Makhluk mikroba?  organisme? Tentang cinta sepasang manusia? Well, di tangan Carruth aspek-aspek itu pun bisa saling berkaitan. Tinggal kita yang menyusun puzzle bertutur film ini.  Ada teori-teori ilmiah berhamburan. Namun di sela-selanya ada kisah cinta yang menyesakan. Bagaimana bisa? Mari kita coba susun lagi tentang bagaimana itu.

…………………………………………………………………………

TOP 10 FILMS OF 2013

 

10#

“Prisoners”

[Directed by Denis Villeneuve]

?????????

Denis seolah membiarkan pohon-pohon di dalam Prisoners itu yang menyimpan segudang jawaban dari sebuah drama penculikan. Tak hanya terpaku dalam arus melodrama, namun secara intens menarik ulur kisah ini di dalam labirin tanda tanya. Dan sederet assemble casts berusaha meyakinkan ketegangan tersebut dengan sempurna. Dan Jake Gyllenhaal, seperti melihatnya yg dulu di Fincher’s Zodiac

9#

“Frances Ha”

[Directed by Noah Baumbach]

frances-ha-2-1024x576

Saya termasuk orang yang susah menerima kerumitan karakter rekaan Baumbach, namun Frances adalah pengecualiannya. Tapi Frances tetap masih dengan kerumitannya. Apa yang ingin dicapai? Impian, cinta, hura-hura, uang? Seperti pencarian jati diri tanpa tahu apa yang dicari. Mungkin bukan Frances saja, saya pun masih mengalami hal tersebut. Hidup barangkali akan menemukan tujuannya, ketika Ha menjadi nama yang tuntas

8#

“The Hunt”

[Directed by Thomas Vinterberg]

hunt

Mads Mikkelsen merasakan dampak dari imajinasi liar seorang anak kecil. Vinterberg menyajikan sudut berbeda dengan bayang-bayang ancaman pedofilia. Dibuatnya terkecoh dan menerka-nerka apakah kebenaran sesungguhnya? Untuk siapakah empati ini layak dialamatkan? Perburuan pun seolah menjadi simbolisasi tersendiri.

#7

“Spring Breakers”

[Directed by Harmony Korine]

breaker

Bisa membaca film ini dengan tatapan sarkasme atau malah cerminan diri Anda. Bahwasanya memang kehidupan remaja itu liar. Tapi mungkinkah keliaran tersebut meletup sedemikian hebatnya seperti keempat gadis belia ini. Harmony memaparkan kegelapan hedonisme akut dari gaya hidup remaja masa kini. Sementara kemasan visual dan cara bertutur yang ‘art’ menjadikannya jauh dari label murahan. Anda sedang memasuki kehidupan remaja yang bak hutan belantara.

6#

“Gravity”

[Directed by Alfonso Quaron]

NAKKALS

Quaron mengajak kita memasuki ruang gravitasi titik nol dengan sesak yang bertubi-tubi. Sesak pertama adalah Anda yang sedang terpanan mengikuti kamera Quaron dan Lubezki yang mengeksplorasi keindahan antariksa. Kedua adalah Anda yang menemukan Sandra Bullock tengah mengambang-ngambang tanpa tujuan di lautan hening antariksa tersebut. Sebuah film dengan pencapaian sinematik paling memabukan tahun ini. Anda seperti ditarik ke titik nol.

5#

“Stranger by The Lake”

[Directed by  Alain Guiraudie]

stranger-by-the-lake

Di luar dari aspek ketelanjangan yang berhamburan di sepanjang durasi, Stranger by The Lake hadir dengan daya cekam tak biasa. Barangkali kisah cinta musim panas dengan seorang asing adalah bahasan yang klise. Namun oleh Guiraudie, kisah tersebut ditanamnya di sebuah danau yang asing dengan karakter-karakter yang bertemu secara asing. Sementara jantung misterinya berdetak tak karuan dari kemunculan-kemunculan asing tersebut. Apa yang Anda simak bukan semata seks dan segelas cinta musim panas.

4#

Before Midnight

[Directed by Richard Linklater]

hmng

Lengkap sudah trilogi romantis dari percakapan cinta abadi antara Celine dan Jesse. Before Midnight adalah nostalgia sekaligus perayaan dari apa yang mereka alami dalam proses pembentukan cinta. Kita mengenal mereka berkenalan di Before Sunrise, kemudian kembali bertemu dengan sebuah pendalaman rasa di Before Sunset. Tanpa sengaja saya (atau pun Anda) tumbuh beriringan dengan cinta yang mereka pupuk. Kini, sebelum tengah malam, mari rayakan keabadian cinta mereka.

3#

“Stories We Tell”

[Directed by Sarah Polley]

dt.main.ce.Stream.cls

Adakah yang seberani Polley? Menceritakan rahasia terbesar keluarga dan identitas hidupnya selama ini? Ya, barangkali adalah sebuah kelegaan bagi Polley untuk membagi kisahnya. Bahwasanya masa lalu dan kenangan yang tumbuh dalam keluarganya bukanlah awal kepahitan atau malah ‘barang tabu’. Sebaliknya dalam dokumenter yang hangat ini, ia seolah menyajikan kue apem dengan taburan manis kepada setiap keluarga yang menyaksikannya. Di sinilah kita akan meneropong bahwa keluarga adalah rumah terbaik di manapun kita mendirikan hidup kita.

2#

“Blue is The Warmest Color”

[Directed by Abdellatif Kechiche]

bluewarm3a

Dua babak dalam fase kehidupan Adele seolah tak mampu meredam gejolak cinta dan hasrat seksualnya terhadap ia yang disimbolkan biru itu. Biru adalah rumah paling hangat serta tumpahan birahi Adele yang meledak-ledak liar. Salah satu queer cinema terbaik tahun ini yang tak serta merta mengeksplorasi keganjilan seksual dalam diri Adele, tapi tengah membingkai sisi emosional dan letupan jiwa mudanya. Seks memang berhamburan di sini, tapi itu diukir penuh seni ole Kechiche. Sementara Léa Seydoux, dan Adèle Exarchopoulos adalah bintang panas yang bercahaya di setiap helai film ini. Prok..prokk!

1#

“Like Someone in Love”

[Directed by Abbas Kiarostami]

xcvbd

Saya menyukai bagaimana Kiarostami tengah melakukan pengembaraannya dalam mencari kontemplasi tentang cinta di negeri-negeri asing. Kini, Jepang direfleksikannya sebagai negeri sunyi dan dingin, yang dihuni oleh karakter-karakter penyepi namun rumit. Bagaimana rasanya seperti seseorang yang sedang jatuh cinta? Mungkin tak selalunya dingin, tak selalunya mengumbar mesra, mungkin juga tak selamanya tersenyum-seyum kecil. Bisa saja cinta itu menumbuhkan posesif. Bisa saja cinta itu meletupkan misil-misil emosi. Di sini kontemplasi Kiarostami tengah mencari ujungnya, meski dengan daya pergerakan yang lambat. Sementara, ending itu seolah mengurai jawaban yang tak akan pernah berakhir dengan tanda titik. Inilah sinema paling puitis untuk saya di 2013.

 Terimakasih.

…semoga saya rajin ngeblog di 2014 ini —

4 thoughts on “Top 10 Films of 2013

  1. Nice! Ada Only God Forgives juga (pertama kali nonton rada gak suka, kedua kalinya jadi lumayan suka). Pengen bgt liat Stranger by the Lake, btw dapetnya dimana yah? Kok saya dr tadi nyari2 di torrent nggak ketemu-ketemu yah. o_o

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s