The List

Top 10 Albums of 2013


arcade-reflektor

Duh bagaimana ya mengutarakannya, sepertinya sungguh tak elok bagi seseorang yang jarang menuliskan postingan untuk blog-nya, tiba-tiba merangkum daftar 10 terbaik seperti ini. Uhh..ahhh..saya juga kesal dengan diri sendiri, karena kemalasan lebih hebat dari niatan apapun :((  Untuk itu, demi menebus dosa sepanjang 2013, sebelum pula ini berakhir, ada baiknya menuliskan daftar tahunan deLupher’s Choice. Ambil untungnya saja, bahwa saya tidak pernah absen mendengarkan album-album terbaik tahun ini. Sesungguhnya banyak sekali malah yang difavoritkan hingga membuat daftar ini membengkak. Namun saya mencoba menyaringnya kembali, menjadi beberapa bagian honorable mentions dan top 10 album of the year. Tanpa basa-basi berikut ini pilihan tahunan saya untuk album terbaik, dan ngomong-ngomong ini murni dinilai sangat subyektif oleh telinga saya sendiri. Mohon dimaklumi sekiranya🙂

* Honorable Mentions *

arcade-fire-reflektor-cover-500x500# Arcade Fire / “Reflektor”

Sebenarnya masih menanti-nanti album selevel Funeral, namun kehadiran Reflektor cukup mengobati rindu akan kualitas terbaik dari salah satu band rock terpenting generasi ini. Arcade Fire kembali hadir dengan atmosfer kelam dan satir pada sejumlah tembangnya. Dan hei, dengar dan cermati sentuhan James Murphy (LCD Soundsystem) sebagai produser mereka di sini.

daft-punk-random-access-memories-artwork_jpg_640x618_q85# Daft Punk / “Random Access Memories”

Sepertinya dua DJ perancis eksentrik ini punya imajinasi liar dan sihir mujarab di balik dua helem robot ala ‘robocop’-nya itu. Random Access Memories terbukti melahirkan sejumlah tracks yang ampuh mengundang goyangan dan sepertinya saya sudah melayang futuristik dibawanya.

NgWcPsT# John Mayer / “Paradise Valley”

Bisa jadi Born and Raised adalah prolog Mayer untuk mewujudkan obsesinya yang ingin menikahkan ruh ‘country’ ke dalam materi-materi terbarunya di Paradise Valley. Singkat cerita, album ini sangat renyah sebagai tema ‘perjalanan’. Meski banyak eksplorasi yang bisa jadi sangat riskan untuk bisa dicintai fans fanatiknya.

Print# LALA / “Between Us”

Tak ada lagi wanita yang memetikan gitar untuk lagu cover tipikal Satu Jam Saja. Telah ditanggalkannya ‘Karmela’ dan keluar dari kotak mainstream-nya dengan nama LALA. Between Us mampu menunjukan karakter sesungguhnya seorang LALA. Seikat tracks yang membuatnya lebih eksentrik dan menyengat di kuping.

localnatives# Local Native / “Hummingbird’

Entah butuh waktu yang lama sepertinya bagi Local Native menunjukan kembali hasil dari produktivitasnya, setelah kesuksesan Gorilla Manor (2009). Dan Hummingbird nampaknya tak bisa menghilangkan ciri khas band psych folk  ini dari nuansa kontemplasi, seperti yang terdengar pada Bowl, Breakers, Black Spot ataupun You and I. Sebuah kemasan menggoda.

2013012-ts-x600-1358896507# Tegan and Sara / “Heartthrob”

Dua wanita kembar identik ini sedang mengguncang lantai dansa dengan pengaruh pop kontemporer yang dibalut dengan synthpop. Heartthrob terdengar seperti new wave sound yang tak biasa. Coba putar Closer, I Was Fool, Goodbye Goodbye dan kemudian akan ketagihan untuk melanjutakan beberapa track lainnya.

Print# The National / “Trouble Will Find Me”

Ini kali pertama saya mendengar The National, yang kenyataannya sudah menelurkan album hingga enam yakni Trouble Will Find Me sebagai teranyar. Liriknya mengandung absurditas yang tajam, sementara ramuan music instrumentalnya dicipta untuk meneduhkan. Sedikit sentimentil pastinya.

———————————————————————————————————————————————————

“TOP 10 ALBUMS OF THE YEAR”

10#  Lorde

“Pure Heroine”

Lorde-Pure-Heroine-2013-1200x1200

Lorde adalah heroin dari Selandia Baru yang membuat kuping semakin kecanduan dengan rekamannya, Royals yang berminggu-minggu menguasai chart bergengsi Billboard. Karakter suaranya yang unik –seolah mendengarkan hasil cangkok Bjork dan Sia, telah membuat pondasi album ini semakin kokoh. Siapa sangka gadis 17 tahun ini mengalirkan aura dingin bak misteri di dalam sederet track-nya. Elektro pop dengan sedikit hip-hop rasanya cukup membuat tipsy selama berminggu-minggu.

Recommended track : Royals, Tennis Court, Ribs, Glory and Gore

9# Disclosure

“Settle”

disclosure-settle-album

Duo kakak-beradik ini tahu caranya memperlakukan lantai dansa dan kerlap-kerlip lampu disko lewat ramuan musik mereka yang atraktif dan catchy.  Mereka membawa klab ke ruang pendengaran Anda. House music yang riuh dengan synth-electro pop terdengar berkelas. Permainan mereka membentuk layer-layer emosi. Ada ketenangan di balikanya. Pandainya lagi, mereka mengundang vokalis-vokalis terbaik sebagai tamu yang memperkuat warna unik Settle.

Recommended tracks: January, You & Me, Boiling, Confess To Me

8# James Blake

“Overgrown”

atlas-10-cd

Meski album self-titled-nya dua tahun lalu lebih mengesankan, namun Overgrown tetap mempertahankan sejumlah magnet khas James Blake. Perkawinan jazz dan elektro pop menransfer atmosfer sentimental yang eksentrik dan tak biasa. Seolah mendatangkan kelu, dingin, dan kemudian seperti rapuh tak berkesudahan. Musiknya seperti puisi yang harus dilantunkan dalam kabut dan letupan melankolis tingkat tinggi. Dan segalanya tampak absurd saat ditelan dengan segenap indera.

Recommended tracks: Overgrown, Dlm, Retrograde

7# Janelle Monae

“The Electric Lady”

JANELLE-MONAE-ELECTRIC-LADY-e1376434058729

Tiada yang lebih glamour dari The Electric Lady milik Monae tahun ini. Masih dengan nuansa soulful dan R&B, dimana banyak akan ditemukan bunyi-bunyian funky yang sedikit ganjil, namun sangat renyah di telinga. Monae selalu punya konsep menarik pada setiap albumnya. Bahkan beberapa kolaborasi apiknya bersama Esperanza Spalding, Miguel, Erykah Badu, dan tentu sangat sulit ditolak adalah bersama Prince. Nikmati daya sengat musik Monae di sini.

Recommended tracks: Q.U.E.E.N, Primetime, Dorothy Dandridge Eyes, Give Em What They Love

6# Arctic Monkeys

“ AM”

am

Konon AM adalah curahan patah hati Alex turner yang usai putus dengan model dan pembawa acara TV, Alexa Chung. Maka tak heran beberapa track semisal “Why’d You Only Call Me When You’re High” dan  “Do I Wanna Know” menegaskan sakit hati itu. Arctic Monkeys menemukan kembali puncak kualitasnya di album ini, memang sangat dipengaruhi besar oleh lirik-lirik puitis Alex Turner dan olahan tune mereka yang unik serta berkarakter.

Recommended tracks: Why’d You Only Call Me When You’re High, Do I Wanna Know?, I Want It All

5# Justin Timberlake

“The 20/20 Experience (1 of 2)”
Justin-Timberlake-The-20_20-Experience-Vinyl-Version-2013-1500x1500

Ketika seorang Justin Timberlake mengenakan dasi dan setelan jas serta rambut disisir klimis, saat itulah ia kembali ke industri music. Sebagai sebuah album comeback, The 20/20 Experince (bagian 1) benar-benar didesain secara apik dengan membawa semangat klasik dan kontemporer pada ramuan R&B dan soul. Justin terdengar sangat eksklusif, dimana iringan big band-nya The Tennessee Kids membuat album dengan masing-masing track berdurasi hampir 7 menit itu semakin kaya eksplorasi.

Recommended Tracks: Mirror, Suite & Tie, Pusher Love Girl, That Girl, Spaceship Coupe.

4# Kanye West

“Yeezus”

Yeezus2

Di luar dari kehidupan pribadi dan sikap kontroversialnya, Kanye adalah otak jenius dalam bermusik. Pun saat Yeezus hadir dari konsep paling ambisiusnya, namun tetap terekskusi secara cemerlang oleh tangan dinginnya itu. Mungkinkah interpretasinya dalam Yeezus adalah kekuasan atas dunia Hi-hop/Rap yang selama satu dekade ini telah diraihnya? Entahlah, yang jelas banyak materi di sini yang terkesan lebih gelap dan emosional. Riuh dengan eksplorasi bunyi-bunyian yang terdengar begitu segar, ganjil dan menggoda.

Recommended tracks: Bound 2, New Slaves, Black Skinhead, I am A God

3# Phosphorescent

“Muchacho “

phosphorescent-muchacho-520

Salah satu momen paling sentimentil tahun ini adalah menyimak Muchacho sebagai seikat balada patah hati. Tentang jarak yang melintang dengan mantan kekasih. Tentang cinta yang runtuh dan bangkit kembali. Phosphorescent melantunkannya begitu melankolis lewat ornamen folk, country khas Nashville dan rock. Lirik-liriknya memiliki kedalaman rasa, sementara suara Matthew Houck, sang vokalis memberikan sentuhan sendu yang seolah menyayat-nyayat setiap frase di dalamnya. Muchacho terdengar hampir personal dan klasik.

Recommended tracks: Song For Zula, Down To Go, A Charm A Blade

2# Frau

“Happy Coda”

album_art_yesno073

Masih ingat Starlit Carousel, sebuah perkenalan manis dari Frau yang secara tak langsung menegaskan dirinya merupakan talenta tak biasa. Caranya bertutur dalam lirik serta meramu bahan-bahan musik adalah kemasan eksentrik. Happy Coda seolah melanjutkan kisahnya yang cukup lama putus usai debut tersebut. Dan bukan berarti Happy Coda adalah akhir kisah, malah seseorang di balik nama Leilani Hermiasih ini mempersembahkan eksplorasi yang lebih dalam dari musiknya. Memperdengarkannya sebagai sebuah teaterikal. Denting pianonya berkisah. Happy Coda adalah kebahagiaan Frau yang tak berbatas.

Recommended tracks: Mr Wolf, Something More, Whispers, Arah

1# Vampire Weekend

“Modern Vampires of The City”

563379_10151231515441058_1176234305_n

Dari sejak lahirnya, kemasan Vampire Weekend memang unik. Nafas rock yang tak biasa pada umumnya; ada kolaborasi indie pop, Afrobeat, dan sedikit baroque pop di dalamnya. Menjadikannya terdengar klasik dan dingin. Sementara itu Modern Vampires of The City merefleksikan sesuatu yang lebih dalam dan emosional, baik dalam penulisan lirik dan racikan aransemen yang segar. Bak menyimak orkestrasi  yang ganjil, namun meneduhkan. Ada kalanya mengajak untuk berjingkrak, pun menyediakan waktu untuk bermelankolia beberapa saat. Lirik-lirik Vampire mungkin tak semanis dulu lagi, namun seluruhnya tampil lebih dewasa dan kaya kontemplasi. Sulit untuk tidak meletakannya di posisi terbaik tahun ini.

Recommended tracks: Diane Young, Obvious Bicycle, Young Lion, Everlasting Arms.

7 thoughts on “Top 10 Albums of 2013

  1. Janelle Monae suka sama ‘Dance Apocalyptic’
    trus itu di ‘Yeezus’ kok gak ada recommended tracks-nya?

    kalo list Top 10 Album Art-Cover tahun ini ada juga gak, gung? *menunggu*

    • Eh, lupa ke-copy kak, sudah di update lagi recommended tracks nya, thanks sudah mencermatinya hahahhaa ditunggu ya top artworks tahunannya :))

    • Toss**** Ini pertama kalinya saya amaze sama Lala (dan melupakan raisa). Dia bener2 keluar dari zona nyamannya, seharusnya album ini bisa lebih meroket di pasaran🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s