The List

“Top 10 Films of 2012”


saasasa

Butuh waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan energi demi merampungkan daftar 10 film terbaik pilihan saya sepanjang 2012. Harusnya daftar ini selesai di pertengahan Januari, tapi lagi-lagi menunda adalah kebiasaan terburuk saya. Jika bisa saya merangkum kembali pengalaman menonton sepanjang 2012 adalah bisa dibilang cukup banyak judul film berkualitas yang berhasil disimak. Mereka hadir dengan kekuatan karakter tersendiri baik dari segi kisah, penuturan alur maupun pemaparan akting para pemainnya. Selanjutnya adalah seleksi alam. Banyak yang datang dan pergi dalam daftar saya. Namanya daftar personal, tentu penilaian subjektif yang lebih ditekankan. Oh ya sebelum memulai daftar ini, #delupherMovieChoice untuk edisi 2012 juga akan mengulas beberapa daftar lanjutan seperti Poster Terbaik, Trailer Terbaik dan special post untuk Aktris/Aktor Penampil terbaik dan Bidikan Terbaik. Well, semoga daftar-daftar tersebut dapat dikeluarkan sesuai dengan rencana. Meski sudah usang ya adinya (hiksss..!). Yak tanpa basa-basi, berikut film-film terbaik 2012 pilihan deLupher:

Honorable Mentions

20# The Artist (Directed by Michel Hazanavicius)

The-Artist-Affiche-finaleIbaratkan ini merupakan ritual untuk merawat nostalgia, maka The Artist telah mampu menjalani segenap prosesi yang membentuk karyanya sebagai sebuah refleksi sekaligus rekontruksi terhadap kejayaan film-film klasik era bisu. Sebuah penghargaan akan kehebatan warna hitam putih yang mampu menyulam totalitas para pekerja seni yang bekerja di depan maupun di belakang karya film mereka. The Artist tak semata kembali ke masa gemilang era film bisu. Namun sekaligus memotret ironi, intrik, serta lika-liku dunia perfilman kala itu.

19# Wuthering Heights (Directed by Andrea Arnold)

Wuthering-Heights-posterDalam versinya, Andrea mengadaptasi kisah klasik Wuthering Heights dengan gaya yang lebih estetik sekaligus melipatgandakan nuansa parau yang ditawarkan. Gambar-gambar yang disajikan bak lukisan klasik yang disapu dengan kuas kontemporer. Sinematografinya benar-benar memabukan. Andrea lebih memilih menyorot elegi sepasang kekasih itu lebih dekat. Menjelajahi setiap ekspresi dan getaran emosional keduanya. Sekaligus menciptakan metafora di balik nuansa naturalistik yang ditangkap kameranya.

18# Shame (Directed by Steve McQueen)

Shame-poster1Shame menjadi karya kontroversial ketika tanpa tabu lagi memperagakan ketelanjangan. Segenap ornamen vulgar sekaligus ritual-di-atas-ranjang diramu sedemikian seninya. Ini bukan sekadar film yang memuat catatan ‘petualangan’ seorang pria hiperseks. Melainkan tengah menelusuri kecanduan, kegundahan, kebingungan, serta kedukaan yang menjeratnya. Apalagi McQueen senang memuat shot yang hening, penuh daya kontemplasi. Disajikannya Fassbender yang pilu dengan setengah hasrat seksualnya yang menggebu-gebu.

17# Life of Pi (Directed by Ang Lee)

life_of_pi_ver2_xlgAdaptasi yang begitu kuat dan menghentak sanubari. Sebagaimana memvisualisasikan kisah si bocah Pi ini menjadi petualangan yang futuristik. Ang Lee piawai bermain dengan imajinya dalam mengoptimalkan efek visual film ini. Sajian sinematografi dan tema musiknya pun begitu hangat. Ini merupakan penyutradaraan Ang Lee yang lebih kompleks dari segi teknis Plot-plotnya juga mampu bertutur lebih alamiah. Benar-benar mengajak kita untuk dekat dengan kisah Pi. Serta mencoba menelusuri sisi lain dari insting hewani si macan tutul ikonik, Richard parker.

16# Weekend (Directed by Andrew Haigh)

weekend-2011-L-YZQYCKInilah duplikasi Brokeback Mountain tanpa sepatu boats, topi koboi atau pun angin pegunungan. Ini merupakan drama yang benar-benar kompleks dari sisi emosional. Mengetuk hati kita berkali-kali dengan kilasan pahit manis sebuah hubungan singkat. Dua lakon dan settingnya adalah kehidupan urban. Seolah menyimak Before Sunset/Before Sunrise, namun dengan kandungan homoseksualitas yang pekat. Toh, cinta adalah cinta, tak memandang perbedaan katanya.

15# Carnage (Directed by Roman Polanski)

Carnage-2011-Poster-2Tak henti-hentinya menertawakan setiap kejutan komikal yang diletupkan oleh Winslet, Waltz, Foster, dan Reilly. Kisah yang menitikberatkan pada black-comedy ini benar-benar penuh nilai satir yang menyentil di sana-sini. Polanski benar-benar mampu menempatkan keempat lakon dalam satu setting yang tak pernah berubah hingga akhir. Dengan manuver plot serta dialognya, Polanski mengajak kita untuk mengamati setiap erubahan kompleks dalam diri karakater. Hasilnya adalah kejutan yah wah!!

14# Holy Motors (Directed by Leos Carax)

l_2076220_34a56aefSeolah Leos berkawan dengan sejuta keganjilan dalam film ini. Semacam ledakan absurd yang begitu hebat dalam menginterpretasikan plot dan karakter ciptaannya. Karakter yang mendadak memakan kembang, menculik si cantik Eva Mendes, kemudian beralih jadi si bapak penyayang. Setiap frame menawarkan kejutan yang eksentrik dan unik. Denis Lavant berhasil menjadi superstar dengan kehebatan transformasi rupa dan emosionalnya. Jadi begini yang dinamakan totalitas?

13# Margaret (Directed by Kenneth Lonergan)

Poster Margaret Español Latino 2011 (PELICULA) DVDRip Descargar 1 Link.By.Www.CompuGamesTV.ComTak hanya proses editing serta rilis filmnya yang konon kompleks, muatan drama yang ditawarkan pun penuh letupan-letupan rumit. Kerumitan itu menjalar ke setiap frame dan sisi psikologis si lakon utama. Ada semburat emosi yang kerap meledak, ada kesedihan yang terus membuncah, serta terdapat kebingungan yang kian deras mendera. Anna Paquin mampu membangun sepaket kompleksitas dalam karakter perempuan remaja yang tengah bergejolak.

12# Postcards From The Zoo (Directed by Edwin)

zoo-inEdwin tak pernah bisa lepas dari dunia absurd yang selalu diciptakannya. Pun dalam Postcard From The Zoo, senyawa-senyawa absurditas masih saja bermain pada karakter sekaligus plot rekaannya. Lana adalah gadis yang penuh tanda tanya di balik petualangannya di dalam rimba kebun binatang. Gadis yang tumbuh dan jatuh cinta dengan koboi di kebun binatang  itu hanyalah metafora raksasa dari sebuah tajuk bernama kesunyian dan harapan. Di beberapa sisi, film ini penuh kelegaan dan penuh lapisan komikal.

11# Tinker Tailor Soldier Spy (Directed by Tomas Alfredson)

022640_Tinker-Tailor-Soldier-Spy-Movie-PosterUntuk karya production design berkelas, sinematografi yang memabukan sekaligus jalinan plot yang kompleks dan menegangkan, maka Tinker Tailor Soldier Spy adalah kisah mata-mata yang punya selera seni tinggi. Ada nuansa dingin dan mistis yang menyergap jalinan plotnya. Pun terkadang lihai mengelabui kita, hingga di beberapa titik akan sulit menginterpretasikannya. Namun dengan penampilan casts yang sempurna, terutama Gary Oldman yang mampu menaklukan setiap frame penuh tangan dingin. Tak lupa kredit berlebih juga dialamatkan untuk penata musik, Alberto Iglesias.

————————————————————————————————————————-

TOP 10 FILMS OF 2012

10#  Land Beneath The Fog (Negeri Di Bawah Kabut)

[Directed by Salahuddin Siregar]

land-beneath-the-fog

Di balik rimbunan kabut di lereng Gunung Merbabu itu tersimpan segudang persoalan sosial yang begitu miris untuk disimak. Kamera Salahuddin merekam dari segala sudut cerita dari keseharian beberapa keluarga petani miskin di sana. Meski terkonsep sebagai film dokumenter, namun Salahuddin mampu menawarkan detil-detil pendekatan yang terbilang dramatis. Setiap frame berhasil menampilkan visual yang menggetarkan hati. Sedemikian pahitnya harus menelan kenyataan bahwa pendidikan, kemiskinan dan kerusakan lingkungan (global warming) adalah lingkaran nestapa yang tak berkesudahan di republik tercinta ini.

9#  In Another Country

[Directed by Hong Sang-soo]

20232358.jpg-r_640_600-b_1_D6D6D6-f_jpg-q_x-xxyxx

Perselingkuhan itu hadir dengan berbagai cara dan proses yang diam-diam begitu jenaka. Tiga frame berbeda kisah namun memiliki satu irama tema ini tengah meletupkan amarahnya terhadap ‘ritual’ perselingkuhan.. Uniknya lagi tiga frame cerita tersebut dimainkan oleh pemeran yang sama. Perpindahan dari satu frame ke frame yang lain pun memberi daya eksentrik tersendiri. Mereka sejatinya memerankan karakter yang sama, hanya eksekusi plotnya yang berbeda.  Sayangnya, ketiga-tiganya tak mulus menciptakan perselingkuhan yang elok.

8# Argo

[Directed by Ben Affleck]

???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Pendapat saya adalah Ben Affleck memang ditakdirkan untuk ‘bangkit’ di jalur sutradara. Lupakan aktingnya yang selalu timbul dan tenggelam. Namun kelihaiannya sebagai penulis skrip (Good Will Hunting) atau pun dua karya penyutradaraannya (The Town, Gone Baby Gone) membikin sosoknya patut diperhitungkan di belakang layar. Begitu pun Argo yang dibangun dengan muatan intrik, sejarah, serta kompleksitas plot mampu menjadikannya sebagai karya Affleck yang terpuji tahun ini. Ada atmosfer ‘wah’ yang menghampiri ketika menyimaknya. Siapa yang peduli dengan Oscar? Ben telah mencuri perhatian lebih dulu tanpa mesti diembeli predikat itu.

7# Beasts Of The Southern Wild

[Directed by Benh Zeitlin]

????????????????

Film ini patut menyabet predikat drama paling satir sepanjang tahun 2012. Untuk penamaan karakter dan setting tempat yang cukup nyeleneh, di mana secara tak langsung menunjukan sebuah metafora sindiran terhadap kaum pinggiran. Sebuah dunia bernama ‘Bathtub’ yang terisolasi dari gemerlap realita kaum elit. Di sana hanya tempat penampungan kaum marjinal. Di sana pula si cilik Hushpuppy dipaksa untuk memperjuangkan hidupnya dan segelintir kaumnya. Menantang nasib dan melawan kesewenangan dunia.

6# Amour

[Directed by Michael Haneke]

FILM3-1024x553

Memperbincangkan cinta adalah hal yang klise. Memperagakan jatuh cinta adalah gejolak kimiawi yang alamiah. Namun dari kaca mata Haneke, cinta yang diperbincangkan justru adalah prosesnya untuk mencapai sebuah keabadian. Sebagaimana dengan alur yang lambat serta aliran depresif yang membuncah, Amour mendialogkan sebuah drama pilu. Haneke membawa segala sisi emosional penoton larut dalam setiap perbincangan dua karakter utamanya. Ada sebuah interpretasikan tentang tragedi terhadap cinta. Namun siapa yang pernah tahu, apa yang dipikirkan kedua karakter tersebut sejatinya adalah cinta sejati bukanlah sebuah cinta yang bertragedi.

5# Moonrise Kingdom

[Directed by Wes Anderson]

moonrise-kingdom_3

Beralih pada cinta versi Anderson, justru adalah cinta monyet yang penuh petualangan. Nuansa pastel nan teduh pun turut mengisyaratkan kegembiraan sepasang muda-mudi cilik yang tengah dimabuk sihir cinta ini. Inilah pertunjukan yang tidak biasa dari sebuah kisah cinta. Kita diajak untuk menjelajahi imajinasi Anderson dalam sudut pandang dunia anak kecil. Banyak kejutan yang membuat terpingkal-pingkal. Alurnya yang unik membuat kita berpikir ini adalah kisah cinta anak-anak yang terlalu dewasa untuk dicerna. Ada sisi ambisius tentang cinta yang membuat kita lupa bahwa mereka itu masih anak-anak.

4# Breathing

[Directed by Karl Markovics]

breathing-3

Jika Jepang punya Departures yang menarasikan kisah pelik dari profesi pengurus mayat, begitu pula dengan Breathing. Kisahnya begitu dingin dengan segala pernak-pernik persoalan hidup yang kompleks. Bedanya, Breathing lebih cenderung menekankan terhadap sebuah kisah pencarian jati diri. Jiwa muda yang tersesat di dalam belantara kesunyian hidupnya. Ia berusaha memperjuangkan masa depan dan masa lalu. Markovics menampilkan elegi yang berlapis-lapis. Sementara mayat-mayat yang terlentang cantik itu hanya bingkai metafora untuk menerangkan kedukaan si lakon utama.

3# The Act Of Killing (Jagal)

[Directed by Joshua Oppenheimer]

5_e_Joshua-Oppenheimer-Christine-Cynn-Anonymous-_The-Act-of-Killing

Apabila kebanyakan film tragedi 65 memuat kisah pilu dari perjuangan para korban yang selamat pada masa itu. Joshua malah berani memilih untuk merekontruksi tragedi 65 dari tangan pelakunya secara langsung. Lebih menakutkan dari menonton tayangan G30SPKI versi Arifin C Noer itu. Ada sekelebat rasa yang mengiris-ngiris mata batin kemanusiaan kita. Sebuah adegan yang memperagakan bagaimana si pelaku tanpa air muka sesal, bahkan menari-nari sebelum mengeksekusi korbannya. Film dokumenter yang hadir dalam 2 versi durasi ini seolah memperingatkan bahwa tiada celah bagi kita untuk melupakan sejarah kelam bangsa ini. Ya sebelum kejujuran mendapatkan tempat istimewanya kembali.

2# The Perks Of Being A Wallflower

[Directed by Stephen Chbosky]

The-Perks-of-Being-a-Wallflower-Promo-Still-emma-watson-32815126-959-639

Ketika sebuah film menghadirkan kisah yang begitu personal, maka tanpa basa-basi akan mendapatkantempat di hati siapa pun. The Perks Of Being A Wallflower justru malah begitu sederhana, tak secemerlang film-film berkonsep berat dalam daftar yang saya uraikan. Kisahnya terlampau mengena di hati. Memutarkan kembali nostalgia SMA yang barangkali hanya terjadi sekali seumur hidup kita. Menggemaskan ketika menyimak perjuangan seorang anak muda untuk mengejar mimpinya, meneggelamkan traumanya, menemukan cinta pertamanya, melacak jati dirinya hingga mencari arti sahabat sesungguhnya. Chbosky telah menghadirkan drama remaja yang akan selalu dikenang sebagai kado terbaik masa-masa putih abu. Saya selalu ingin mengulang euforia masa itu.

 

1# Pieta

[Directed by Kim Ki-duk]

pieta3

Kekerasan selalu menjadi obyek eksploitasi Kim Ki-duk dalam berkarya. Pun dalam Pieta, hubungan misterius antara ibu dan anak diterjemahkan dalam ornamen-ornamen kekerasan. Sebagaimana sebuah sebab dan akibat di sini selalu melahirkan sebuah kekerasan. Ada bentuk-bentuk keganjilan yang coba digali oleh Kim Ki-duk dari segala bentuk tingkah laku karakternya. Barangkali, Pieta menjadi karya Kim yang sangat mudah diresapi. Meninggalkan kerumitan interpretasi terhadap pembentukan simbol-simbol kegemarannya. Namun pada dasarnya, Kim tak pernah mampu jauh dari segala bentuk metafora untuk memaknai dunia yang tengah diciptakannya. Semisal bagaimana nama sebuah patung masterpiece karya Michelangelo ini mampu merefleksikan segala elegi dan ironi antara hubungan yang ibu dan anak yang rumit itu. Tentang kota pinggiran yang muram, tentang keputus asaan manusia-manusia di dalamnya. Pieta berusaha merumuskan segala kesedihan manusia dari pelbagai aspek rumitnya. Serta berusaha memunculkan dualisme dari watak manusia itu.

2 thoughts on ““Top 10 Films of 2012”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s