Movie Review

REVIEW: LIKE CRAZY (2011)


CINTA ITU GILA KETIKA JARAK MUSUHNYA

Film Like Crazy (2011). Directed by Drake Doremus. Cast Anton Yelchin, Felicity Jones. Runtime 90 minutes. Distributed by Paramount Vantage. Genre Drama, Romance.

[ A- ]

Sejatinya cinta tak pernah mengenal jarak dan waktu. Namun mengapa seringkali para pencinta menganggap keduanya adalah sebuah malapetaka. Banyak pasangan yang memilih untuk mengusaikan kisah asmara mereka, tinimbang bertarung dengan ‘hubungan jarak jauh’ yang kelak pada akhirnya menggerogoti hati mereka dengan pesakitan. Memang tak semua pasangan bersikap pesimistik, seperti Jacob dan Ana yang memilih untuk melawan ‘jarak’ tersebut dan mengolah segala siasat demi semata-mata bertemu, berkumpul, berdialog, dan menatap satu sama lain. Sayangnya, mereka tak pernah bisa mengusir ironi yang kerap menghalangi keinginan keduanya untuk bersama.

Jacob dan Anna akan membawa kalian menjelajahi hubungan jarak jauh mereka yang begitu manis sekaligus depresif.  Bisa jadi kisah mereka akan begitu personal bagi kalian yang pernah mengalami ritme pasang-surut dari sebuah percintaan LDR (Long Distance Relantionship). Disini, Jacob dan Anna berjuang dalam menikmati roman mereka. Hasrat cinta yang menggebu-gebu dibalik jiwa muda mereka seolah tak mengijinkan jarak, waktu, sekaligus peliknya permasalahan visa untuk berkompromi pada hubungan mereka.

Menarik jika mengetahui bahwa mereka mulai saling merasakan getar-getar cinta tersebut di sebuah ruang kelas dan ketika jam perkuliahan berlangsung. Saat itu Anna merupakan mahasiswa asing (dari Inggris) yang sedang menuntaskan program student exchange di kampus Jacob. Ah, kalian pun pasti terenyuh dan tersenyum kecil ketika menyimak gambar-gambar yang memampang kemesraan dua sejoli itu. Serangkaian ‘shot’ manis dan artistik menyiratkan keindahan cinta yang baru seumur jagung itu begitu riuh dengan gelak tawa dan canda. Segenap momen-momen intim keduanya pun berhasil meletupkan senyum-senyum kecil di wajah kita kala menyimaknya.

I WANT YOU, I NEED YOU, I LOVE YOU, I MISS YOU

Sampai pada suatu saat visa pelajar milik Anna telah mencapai masa expired-nya, kegundahan pun turut mengawal hari-hari mereka. Namun mereka selalu saja punya akal untuk menerobos persoalan tersebut. Mereka pun saling menyempatkan waktu –baik Anna maupun Jacob untuk berkunjung ke kediaman di negara asal masing-masing. Tak sesederhana dan semanis yang diperkirakan. Meski mereka mencoba untuk mendobrak ‘LDR’ diantara mereka, toh tetap saja terbentangnya jarak dan ego personal piawai memain-mainkan mood percintaan mereka.

Meski hadir dengan semangat kesederhanaan ‘indie’, sang sutradara Drake Doremus berhasil menyajikan sebuah roman dengan jalinan plot, kedalaman karakter, dan olahan sinematografi yang mampu berkolaborasi secara elegan. Kamera Drake seolah mengerti bagaimana menempatkan sudut pandang melankolis, manis dan estetik dalam satu kesatuan di setiap momen perjumpaan Jacob dan Anna. Terlebih iringan musik Dustin O’Halloran yang didominasi dentingan piano mampu memperkaya keindahan dan keelegian kisah cinta mereka. Musik Dustin tersebut mampu mempuitisasikan segala sekuen yang penuh dengan ragam emosi. Salut pula terhadap sajian naskah yang ditulis Drake dan Ben York Jones, dimana mengumbar banyak dialog segar yang begitu intim dan romantis ketika dipergulatkan Anna dan Jacob. Meski sempat kesal dengan eksekusi naskahnya yang memberikan porsi minim terhadap karakter yang diperankan oleh Jennifer Lawrence. Seolah Lawrence ditunjuk untuk sekedar pemanis dengan nama tenarnya sebagai nominator Oscar.

Menyampingkan segala aspek teknis sinema, justru peforma Felicity Jones (Anna) dan Anton Yelchin (Jacob) telah sukses mengaduk sisi emosional kedua karakter rekaan Drake tersebut. Keduanya begitu tangkas dalam membangun chemistry. Felicity Jones telah menanamkan ‘the next big thing in cinema’ dalam film ini. Sebagaimana dirinya mampu menempatkan karakternya di segala momen adegan dengan takaran yang pas dan mendalam. Coba simak adegan ketika Jones dab Yelchin terlibat dalam percakapan penuh haru di line telepon mereka itu. Maka jangan salahkan mereka jika sepanjang durasi film berjalan, kegalauan akan terasa begitu memabukan.

One thought on “REVIEW: LIKE CRAZY (2011)

  1. kalo saya pribadi gak begitu suka film ini, gak benci jg sih hehe selalu kepikiran blue valentine pas nntn jd kebanding2 mulu deh. tapi felicity jones itu termasuk salah satu penampil terbaik taun lalu versi saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s