The List

TOP 10 ALBUMS OF 2011


Ahaaa, usai sudah serangkaian #deLupher’s Music Choice 2011. Inilah postingan utama dan terakhir yang mampu juga saya selesaikan. Jujur tahun ini banyak sekali album-album terbaik yang saya temukan dan sangat susah merunutkannya dalam daftar album terbaik 2011 ini. Namun pada akhirnya saya harus memilih dan beberapa yang dinominasikan terpaksa tinggal dalam zona honorable mentions. Dan inilah mereka:

[Honorable Mentions]

# RAISA  (Raisa Andriana)

Album pop yang manis, kaya balutan Soul-R&B, meskipun seluruh materinya tak terlalu mencengangkan. Setidaknya vokal Raisa begitu mempengaruhi keanggunan album debut ini. Tak pernah saya setakjub ini mendengar seorang solois wanita pendatang baru Indonesia, dimana telah menyematkan sepaket keindahan. Dan saya selalu terbuai dengan warna suaranya.

#TALK THAT TALK (Rihanna)

Lagi-lagi Rihanna meracuni kuping saya dengan seluruh track R&B yang bersinergikan dengan semangat pop dance nan dinamis. Talk That Talk bukan sekedar album eksistensi dan konsistensi seorang Rihanna, melainkan sebagai akrobatik vokalitas dan kreatifitas dirinya dalam mengemas sebuah hits yang berkualitas. Dengarkan We Found Love, You Dan One, atau pun Cockiness (Love it)

# MYLO XYLOTO  (Coldplay)

Memang banyak yang berekspektasi tinggi terhadap Mylo Xyloto, namun sayang Coldplay terlalu bermain aman disinii. Tak seperti Viva La Vida or Death And All His Friends (masih menjadi album masterpiece-nya sejauh ini), justru MX bukan sebuah karya inovatif. Terdengar banyak ramuan musik yang familiar dan monoton, bisa jadi terpengaruh dari album-album sebelumnya. Namun toh, Coldplay selalu punya cara untuk meracuni kuping fans setianya, seperti saya.

# SUCK IT AND SEE  (Arctic Monkeys)

Justru Alex Turner dkk tidak terlalu banyak memberi nafas baru di album ini. Namun seperti biasa, track-track mereka terus saja berkumandang di iTunes saya. Tipikal rock alternative yang ringan, dimana membuat hari-hari (muda) anda selalu bergejolak saat mendengarnya. Dengarkan track semacam Suck It and See, Piledriver Waltz, That’s Where You’re Wrong atau favorit saya She’s Thunderstorms.

# LET ENGLAND SHAKE (PJ Harvey)

Album ini mendapatkan peringkat pertama dalam list album terbaik 2011 oleh NME Magazine UK. Tak hanya majalah tersebut, beberapa kritikus musik online pun menyematkan album ini dalam daftar terbaik mereka.  Album PJ Harvey ini begitu sarat dengan sentilan sosial bahkan cenderung menyindir perpolitikan dan sistem kekuasaan. Maka dengarkalah musiK Harvey seolah ingin berbagi tentang banyak kegelisahan disekitarnya.

# 4  (Beyonce Knowles)

Awalnya sangat meragukan ketika Run The World (Girls) dirilis karena membutuhkan waktu untuk mencernanya dengan cepat. Namun siapa sangka single tersebut telah membuka tabir track-track album 4 yang sungguh terpuji. Seolah Beyonce menyisipkan ideologinya yang kuat ketimbang mementingkan tingkat komersialitas. Alhasil “4” lebih dari sekedar album eksplorasi musikalitas Beyonce terhadap racikan R&B dan ballad.

# METALS (Feist)

Saya menemukan titik ketenangan tersendiri ketika menikmati Metals, bak meneguk secangkir kopi di teras rumah. Feist menuangkan banyak ritme yang lembut dan santai. Seketika membuat anda terbawa kesendirian dan penuh renungan. Dengarkan track yang mengoyak hati semacam How Come You Never Go There, Bittersweet Melodies, Comfort Me atau yang menghentak groovy seperti The Bad In Each Other.

# HELPLESSNESS BLUES (Fleet Foxes)

Ketika mendengar seluruh track milik Fleet Foxes ini, saya membayangkan sebuah kisah dengan banyak babak dan mengandung banyak perumpamaan. Entah, HELPLESSNESS BLUES ini seolah album yang memancing kesunyian dan membuat kita merenungi sesuatu. Sangat menyukai eksplorasi instrumental mereka disini, meski jujur saya baru pertama kali mendengar gaya bermusik Fleet Foxes. Dan saya pun langsung jatuh hati dan bahkan hampir menjadi kandidat kuat di sepuluh besar album terbaik saya.

# STRANGE MERCY  (St. Vincent)

Ah unik dan agak eksentrik mendengar bunyi-bunyian dari musik yang St.Vincent eksplorasikan. Ada sisi misterius yang menggelora di balik cara bernyanyi Annie Erin Clark itu. Bahkan saya berpikir cover albumnya yang aneh itu mirip sekali dengan music yang tengah ia sajikan. Anda akan menyukai track semacam Cruel, Northern Light atau pun Strange Mercy sendiri.

#BORN THIS WAY (Lady Gaga)

Inilah album Lady Gaga yang paling ambisius di awal 2011 dan banyak menuai pujian maupun kritikan terhadap single Born This Way yang dianggap memiliki kemiripan dengan Express Yourself milik Madonna. Disini Gaga mengeksplorasi tema music pop/rock/metal era 70s-80s dan mengkombinasikannya dengan gaya pop dance-nya. Maka jangan heran ketika mendengarnya anda akan dibawa kedalam semangat 70s, mengingatkan kita dengan music Madonna, Bruce Springsteen atau pun Whitney Houston. You and I, The End of Glory, Scheiße, dan Heavy Metal Lover merupakan sederet track yang wajib didengarkan.

“TOP 10 ALBUMS OF 2011”

 

 

10# MISSION BELL

Amos Lee

“Supply and Demand” adalah album Amos Lee favorit saya, dimana dia menawarkan atmosfer gitar akustik yang mendayu-dayu dan penuh gairah soul. Begitu pula jika kita telaah dengan apa yang dirinya racik pada Mission Bell –tak ada bedanya, justru masih setia dengan alunan akustik. Namun disini saya menangkap nafas country yang kental dari setiap irama petikan akustiknya. Begitulak saat menikmati track semacam El Camino, Jesus, atau pun Flower yang digadang sebagai single pertama. Namun favorit saya jatuh pada A Cup of Sorrow dan Hello Again.

9# THE KING IS DEAD

The Decemberists

Ini album rekaman ke-6 mereka, namun saya baru kali ini mengetahui keberadaan The Decemberist. Gaya folk dan sedikit racikan rock sangat kental pada setiap permainan instrumental mereka, dimana bayak terdengar bunyi-bunyian arkodion, harmonika, tambourine, hingga mandolin. The King is Dead menawarkan musik yang santai dan menenangkan, membuat pendengarnya merasa bebas dalam sebuah perenungan. Sisi lain album ini pun turut memainkan alunan ballad yang seketika menusuk kita seperti January Hymn atau pun June Hymn.

8# HURRY UP, WE’RE DREAMING

M83

Oke, tahun ini M83 turut memeriahkan industri musik dunia dengan pancaran musik elektronikanya yang mistis. M83 bak menciptakan sebuah momen adegan yang penuh misteri dan ketegangan dengan letupan efek elektronikanya pada setiap track yang ditawarkan. Mulai saja dari track bertajuk Intro, kita mendegarkan sebuah prolog yang begitu ‘haunting’. Anda pun akan merasa familiar dengan ramuan musik mereka yang mengingatkan dengan score musik khas film 70s. entahlah apa yang saya imajinasikan itu benar. Tentu Midnight City dan Reunion merupakan favorit saya.

7# BON IVER

Bon Iver

Inilah album yang banyak dibicarakan, banyak mengundang pujian kritikus sekaligus ‘overrated of the year’. Maka jangan heran album ini menjadi yang no.1 pada list musik tahunan Paste Magzine. Bon Iver pun mendapatkan nominasi Grammy tahun ini dimana banyak yang tak terpikirkan untuk memprediksi tipikal album indie karyanya itu. Menyimak album self-title’nya pastilah akan jatuh hati dengan track seperti Calgary yang seolah menawarkan ruang sunyi dan kedamaian tersendiri. Belum lagi Minnesota, WI dan Holocene yang mengumbar melodi balad nan unik. Anda seolah mendengarkan lagu tema dari sebuah dongeng antah berantah –begitu yang saya bayangkan.

6# 21

Adele

Jarang sekali mendapati album patah hati yang bisa sesukses dan menjadi fenomena layaknya “21” milik Adele. Siapa sangka album yang merupakan kelanjutan bab patah hati “19” terdahulu ini mampu membuat para pendegarnya betah berlama-lama menggalau. Iya inilah album sejuta umat penggalau. Dan Adele begitu jujur menuliskannya dengan kata-kata yang puitik namun sangat menancap di hati para pendengarnya. Justru memang ‘sakit hati’ yang tengah Adele rasakan pasti pernah kita alami. 21 menjadi sebuah soundtrack kehidupan yang ironi. Puncaknya ketika ‘Someone Like You’ berhasil meletupkan kegalauan yang pekat dan membius kita dengan vokal Adele yang mahadahsyat.

5# DAYS

Real Estate

Album Days milik Real Estate ini sangat cocok untuk soundtrack anda ketika tengah menikmati sebuah perjalanan. Bayangkan anda sedang menempuh perjalanan dengan mobil kap terbuka, dimana desiran angina menerpa wajah dan kedua mata anda sedang mengincar keindahan pepohonan. Oh, beginikah menikmati alam melalui musik Real Estate. Days menyimpan track-track yang manis dengan gubahan yang begitu sederhana namun mengusik pendengarnya. Seperti saat saya mendengar sebuah track paling terpuji di album ini yakni ‘Green Aisles’, sungguh damai dan rindang.

4# Ceremonials

Florence + The Machine

Nampaknya Florence benar-benar mencurahkan jiwanya pada album ini. Ketika mendengar vokalnya bergemuruh dalam setiap tracknya justru mengumbar sisi magis tersendiri. Ceremonial bak mengumbar sebuah pemujaan atau pun perayaan. Ini nampak sebuah kontemplasi terhadap Sang Pencipta dan cinta terhadap sesama. Ceremonial mengandung cerita tentang relung kehidupan dang menuai perenungan. “No Light, No Light” membuat kita menafsirkan suara Florence bak nyanyian malaikat di sebuah kapel tua –menyentuh, mengusik, dan mempesona. Saya pun salut dengan Florence yang terus menggali gaya folk indie-nya dan tak meninggalkanya, meski kesuksesan Dogs Day are Over dan album Lungs membuatnya menembus pasar mainstream.

3# JAMES BLAKE

James Blake

James Blake berhasil mengkombinasikan electronic sound dengan racikan pop jazz kedalam musikalitasnya, yang menghasilkan bunyi-bunyian yang mistis dan ‘haunting’. Entah saya mendengarkan efek melodi yang begitu eksentrik dan unik, tiba-tiba saja dentuman drum seperti suara titik air yang jatuh perlahan. Dengarkan saja The Wilhelms Scream, salah satu lagu yang begitu menghantui saya berkali-kali, sungguh magis. Di sisi lain, gaya eksentrik James dapat kita rasakan pada track Lindesfarne I dan Lindesfarne II. Lain lagi dengan Limit To Your Love yang mampu menusuk dengan hanya ditemani dentingan piano. Yang lebih mengagumkan adalah tembang “Measurements” yang berbalut gospel mampu disuntikan dengan semangat elektro yang seketika membuat lagu ini memiliki kepaduan melodi yang indah. Begini ternyata jazz dikawinkan dengan elektro pop.

2# ASHES & FIRE

Ryan Adams

Bilang saja Ashes & Fire adalah produk duplikasi dari album masterpiece Ryan Adams bertajuk Heartbreaker terdahulu. Saya tidak menemukan formula baru Ryan di album ini, memang nampak seperti nukilan yang penuh gelisah dan apa adanya. Lalu apa yang membuat saya berkesan? Justru itulah album ini terasa amat jujur dengan kandungan liriknya yang seolah berdialog dengan kita. Disamping itu Ryan Adams memanjakan telinga kita dengan petikan akustik balad gitarnya –sangat mengusik kesendirian dan privasi kegaaluan kita. Serenade melankolis yang membanjiri album ini memang begitu mirip dengan semangat kerapuhan, suka cita dan patah hati yang pernah direfleksikan Heartbreaker. Nikmati  Come Home, Lucky Now, Do I Home, dan Save Me yang mengetuk lamunan anda.

1# HOW DO YOU DO

Mayer Hawthorne

Oh Lord, betapa menyenangkannya menemukan Mayer Hawthorne dengan semangat musik soul alanya. Terlebih, How Do You Do, sebuah album catchy yang menyimpan paket soul R&B era 70s. Saya pun tak mampu berpaling dengan soul lawas ini, nampak seperti  sajian musik nostalgia. Album ini pun terdengar funky di beberapa track dengan gempuran orkestra soulnya. Anda akan diajak bergoyang didalamnya, seolah menikmati lantai dansa 70s –maka putarlah track yang bertajuk A Long Time atau No Strings. Sekaligus terdapat tembang  yang cocok sebagai lagu dansa romantic anda dengan pasangan anda lewat You’re Not Ready yang terasa amat dalam maknanya. Ah, How Do You Do ini memang paling memabukan tahun 2011 saya.

 

2 thoughts on “TOP 10 ALBUMS OF 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s