The List

TOP 10 SONGS OF 2011


Akhirnya sampailah #delupher’s Music Choice pada salah satu postingan paling prestisus ini. Susah rasanya memilih 10 lagu terbaik sepanjang 2011. Ini bersifat subjektif, yang saya pikirkan ketika mendaftar kesepuluh terbaik ini adalah seberapa kagumnya kuping saya menikmati lagu-lagu tersebut. Memang beberapanya dipengaruhi oleh intensitas saya ketika mendengarkannya. Eniwe, banyak lagu menarik yang dirilis di tahun ini. Entah itu dari segi mainstream atau pun indie, mereka memiliki tempat yang sama dalam iTunes saya. Sebut saja si fenomenal LMFAO yang begitu annoying dengan Party Rock Anthem, namun begitulah seketika meracuni atau pun tembang wajib karaokean milik J-Lo yakni On The Floor atau pun kolaborasi apik Neyo dkk lewat  Give Me Everything Tonight. Namun saying mereka tak mampu menghiasi daftar ini atau pun honorable mentions. Mereka hanya guilty pleasure sesaat.

[Honorable Mentions]

Anda bisa mengecek ke akun Last.fm saya seberapa sering mendengarkan single “Super Bass” milik Nicki Minaj. Tidak salah memang menjadi yang paling racun, toh pitchfork pun sempat teracuni hingga menyematkan posisi 4 dalam listnya. Tapi saying saya sudah mentok hanya di Honorable Mentions saja. Pun tembang “You and I” milik Lady Gaga yang saya pernah prediksi bakal kuat masuk kesepuluh besar, namun gagal. Adapun yang saya pertimbangkan yaitu “Rolling In The Deep” milik Adele,” Green Aisles” –nya Real Estate ataupun tembang “Crystalline” milik Bjork yang kaya permainan instrumental. Tembang “Otis” hasil otak-atik kreatif terhadap Try A Little Tenderness oleh Jay Z dan Kanye West pun sempat menggoda saya.  Bon Iver “Calgary”, Coldplay “Paradise” hingga “Video Games’ milik Lana Del Rey saja tak mampu menembus barisan sepuluh besar. Namun mereka tetap saja favorit saya tahun ini.

Dibawah inilah tembang-tembang yang berhasil saya kunci di daftar 10 besar, yakni:

 

10# SHE’S THUNDERSTORMS

Arctic Monkeys

Entah dari 12 track yg ditawarkan Suck It and See, justru She’s Thunderstorms yang begitu meracuni telinga. Nampaknya begitu familiar dengan gubahannya dan ini masih khas Artic Monkeys dengan sentuhan vokal Alex Turner yang kalem. Intronya menarik dengan formula petikan gitar elektrik yang begitu sederhana, lantas ancang-ancang mengantarkan kita pada komposisi rock yang emosional. Terlebih mendengarkan gebukan drum Matt Helders yang begitu impresif. Menariknya lagi dalam tuangan lirik sederhana itu terdengar banyak simbolisasi. Isi liriknya bisa jadi sebuah lagu kekaguman tentang “dia” yang begitu berbeda dari perempuan kebanyakan. Barangkali beberapa dari anda menjadikan ini begitu personal.

9# BODY AND SOUL

Tony Bennett ft Amy Winehouse

 

Body and Soul aslinya merupakan tembang lawas berbalut swing-jazz yang ditulis pada tahun 1930. Dan betapa terenyuhnya saya mendengarkan versi terbarunya yang dibawakan duet oleh Tony Bennett dan alm. Amy Winehouse. Komposisinya pun terdengar lebih sederhana, namun tetap mempertahankan beberapa elemen balada jazz  era aslinya. Disini pun terdengar betapa nikmatnya peleburan dua vokal beda generasi yang menyajikan semangat swing nan kental. Terimakasih kepada opa Bennett yang telah mengajak Amy sebagai partner duetnya. Barangkali ini terakhir kalinya kita menikmati kolaborasi seorang Amy Winehouse yang begitu masterpiece. Amy pun sempat menyematkan testimony bahwa dirinya menyukai ‘ending’ dari Body and Soul, dimana dia dan Tony mendapatkan chemistry dan soul yang cantik pada klimaks tembang ini

8# THE WILHELMS SCREAM

James Blake

 

Misterius, unik, dan kaya soul adalah tiga kata kunci yang tepat ketika menikmati The Wilhelms Scream milik James Blake. Betapa uniknya mendengarkan musik elektro yang dikawinkan dengan konsep jazz sehingga menghasilkan suara-suara yang mistis. Bayangkan ketika anda sedang mereguk tembang ini saat suasana sunyi, disanalah anda merasakan sound bak angin yang berbisik kemudian ditindih oleh vokal jazz yang lirih. Tak hanya itu efek dentuman drum pun terdengar bak suara jantung yang berdetak dan nampaknya dentuman itu menjadi makin ‘haunting’ ketika menanggalkan kesan sebagai titik air yang jatuh secara slow-motion. The Wihems Scream memaparkan jazz dengan cara yang eksotis dan eksentrik.

 

7# BIZNESS

tUnE-yArDs

tUnE-yArDs  membuktikan penulisan namanya itu tak sealay yang kita bayangkan. Justru single pertama yang bertajuk Bizness menunjukan bahwa project Merrill Garbus ini tengah mengeksplorasi instrumental dalam  kemasan folk yang begitu etnik dan eksentrik. Sebagaimana mendengar begitu absurd-nya kolaborasi ukulele, electric bass dan drum yang begitu riuh dengan kesan etnik. Belum lagi vokal Merrill Garbus yang seolah sedang merapalkan mantra-mantra dari lirik Bizness. Dirinya bak seorang kepala suku yang sedang menyanyikan lagu pemujaan sembari mengelilingi api unggun. Wah begitulah imajinasi liar saya tentang  lagu ini. Dengarkan seluruh gejolak komposisi lagu ini, setelahnya anda akan berseru ‘GOKIL’.

6# A LONG TIME

Mayer Hawthorne

Dengarkan A Long Time, maka anda akan masuk kedalam komposisi soul era 70-an. Sebuah irama soul dengan balutan R&b yang riang dan memaksa anda mengguncang tubuh di lantai dansa sambil beraksi dengan gaya lawas. Sinergi antara dentuman drum dan dentingan piano terdengar penuh groovy. Karakter vokal Mayer Hawthorne pun sangat cocok dengan tipikal musik seperti ini. Di titik tembang inilah saya mulai menelusuri sosoknya dan mengagumi musikalitasnya.

5# HELPLESSNESS BLUES

Fleet Foxes

Jujur ini untuk pertamakalinya saya mendengarkan Fleet Foxes dan Helplessness Blues tak sekedar label ‘overrated’, justru memang menyajikan musikalitas yang diatas rata-rata. Helplessnes Blues itu bak secangkir folk yang bercerita panjang, bahkan terasa bab-bab gundah yang bergemuruh di atas lirik-liriknya. Seolah berdialog dengan lirih menjelajahi permainan akustik sang gitar. Menyimaknya, saya seolah diberi pil penenang yang membuat pikiran mengawang-ngawang. Dan gubahan Fleet Foxes ini justru memberikan nyawa balad yang riuh akan makna baik dari gabungan lirik dan instrumental.

4# SOMEONE LIKE YOU

Adele

 

Tak ragu lagi jikalau menyematkan tembang ini sebagai soundtrack hdup bagi sejuta umat penggalau di dunia. Bahkan teman-teman saya yang pernah berikrar lebih menyukai musik cadas, malah begitu mudahnya layu ketika mendengarkan kegalauan Adele yang membuncah di single ini. “Someone Like You” memang fenomenal dari segi komersialitas namun tidak meninggalkan sisi kualitas. Vokal Adele begitu menyeruak meski hanya ditemani dentingan piano. Dan bisa jadi lagu ini merupakan lagu terbaik dari segi kepenulisan lirik yang sangat dalam dan begitu personal. Saya paham bagaimana remuknya perasaan Adele ketika menulis setiap diksi dalam lagu ini. Dan siapa sangka virus . “Someone Like You”  begitu mudahnya membuat epidemi kegalauan dalam lingkungan jejaring sosial sekalipun.

3# COUNTDOWN

Beyonce

 

Anggap saja saya sedang kecanduan salah satu single di album 4 ini, bahkan ketika saya menuliskan ini iTunes saya sedang menaikan volume khusus untuk Countdown. Beyonce membuat saya tersenyum kecil dan mulai melebar ketika mneyimak video klip single ini. Komposisi R&B yang menarik, terlebih mendengar iringan instrumen perkusi dan alat musik tiup yang sepertinya trombone. Irama musiknya menghentak dan di beberapa bagian sangat komikal, membuat anda tak akan henti-hentinya menirukan gaya dance Beyonce di videoklip single ini. Countdown malah membuat saya mengacuhkan si fenomenal ‘Single Ladies’ terdahulu.

2# LADY LUCK

Jamie Woon

Lady Luck akan membuat anda bergelinjang dengan irama soulful yang riang. Barangkali mendengarkan intronya sangat terasa alunan R&B yang begitu familiar. Di bagian refrainnya lagu ini menghentak sensual. Jeng..jeng..jengg..tanpa basa-basi langsung meracuni iTunes, iPod, dan tentunya kuping saya. Dan bayangkan anda sedang mengikuti wanita yang sedang menelusuri trotoar di videoklipnya itu. Apakah tembang ini sedikit genit? Apapun itu, Jamie Woon membuat saya ketagihan.

1# NO LIGHT, NO LIGHT

Florence + The Machine

Entah mantra apa yang dirapalkan Florence sehingga membuat saya menempatkan single ini di posisi pertama. Benar, jika saya merasakan atmosfer misterius dari setiap irama yang menghentak dalam No Light, No Light. Barangkali single ini memang cocok merepresentasikan makna dibalik judul album Ceremonial itu. Tembang ini bak pemujaan yang memancarkan pelbagai sisi relijius lewat suara klasik khas Florence. Ketika Florence menyeruakan refrainnya terdengar seperti nyanyian malaikat. Seolah anda sedang menelusuri sebuah katedral tua dimana hanya ada kelompok paduan suara anak kecil yang mengiringi anda dengan lirih. Saya merasakan itu, titik dimana kontemplasi diri terhadap Sang Pencipta terjadi.

2 thoughts on “TOP 10 SONGS OF 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s