Movie Review

Single Review: Dialog Dini Hari – Pelangi


“Manusia Bebas Dalam Etalase Pelangi”

Dialog Dini Hari/Pelangi

(B)

Dialog Dini Hari dengan sebubuk kafein blues dalam ramuan folk nya telah menciptakan sebuah ‘Pelangi’ yang penuh estetika memabukkan. Mereka menuliskan serenade ‘Pelangi’ bak kisah romantis seredanya hujan. Ini bukan paparan melankolis ataupun letupan ironi. Dalam imaji mereka, Pelangi adalah titik kulminasi dari keindahan alam yang menyeruak penuh damai. Mereka berusaha menyampaikan romantika dari kacamata manusia bebas. Mereka menjelajahi gunung, rimba, dan mencium tanah basah selagi gerimis patah-patah. Disini manusia tengah melakukan pemujaan terhadap keagungan alam. Dan Dialog Dini Hari mengerti benar bahwa menghadirkan kupu-kupu pada momen ‘Pelangi’ adalah kecantikan yang menyejukkan. “…tanah basah, hujan reda gerimis sisa…kupu kupu, gumaman rimba bertalu…bukit yg sendiri, gunung berpuisi ku berimaji sejuk hening angin semilir air mengalir….”

Sesuai dengan ciri khas Dialog Dini Hari, sebait lirik haruslah menyimpan ragam diksi yang anggun. Kata-kata mereka berpadu pada nilai puitik yang mengoyak kalbu. Seperti ‘Pelangi’ yang seolah menciptakan manusia baru yang lebih mencintai keindahan bukan terbebani egoisme dan problematika. Manusia dalam ‘Pelangi’ adalah manusia yang bebas –bukan berarti lari dari kenyataan pahit, namun barangkali ketika menyimak keindahan telah menjadikan ruang terapi bagi dirinya yang mencari sudut ketenangan batin dan batu solusi. Maka tak akan ada habisnya jika mengupas metafora dalam lirik ‘Pelangi’, padahal segalanya tetap bermuara pada kata ‘keindahan’.

Dialog Dini Hari seperti biasanya selalu mengeksplor kemampuan instrumental mereka. Dimana membalut ‘Pelangi’ dengan petikan gitar kemudian disusul riuh oleh gesekan biola dan alunan cello. Harmoninya bermain di daerah minor, begitu ringan dan menenangkan. Biola dan cello nyatanya memang ampuh dalam mentransfer keindahan ‘Pelangi’. Vokal Dadang SH Pranoto (lead vocalist)masih bermain pada batas nyamannya, dimana dengan piawai menuntun perjalanan ‘keindahan’ ini hingga akhir. Pelangi merupakan single keempat yang digadang untuk menjembatani ke album ketiga yang masih belum diketahui perilisannya. Namun disinilah kita masih bisa untuk  menyimpulkan bahwa ada kematangan musikalitas yang ingin dicapai Trio Folk dari Bali ini. Menariknya, mereka tak pernah kehabisan ide dalam melahirkan sensualitas musik yang menyentuh dan inspiratif. Bravo!

(*) Sumber Single Cover dari Facebook Dialog Dini Hari

6 thoughts on “Single Review: Dialog Dini Hari – Pelangi

  1. aaaak…aku suka banget dengan single ini, berasa pas dengerinnya lagi duduk dibawah pohon nontonin pelangi, dan menghirup aroma tanah yang kena air hujan…wah…. asiik🙂

  2. penyair klo bikin ulasan ya gini. lagunya dah puitik, diulas secara puitika oleh jomblo ya jdnya melayang layang.
    sering2 dong bikin ilasan musik anak negeri, masa lady gaga terus🙂

    • buseddaahhhhh mbok, gimana men sy sudah dikontrak galau seumur idup..eaaaaa…ini seneng bgt nyebut emak tiri sy itu, Gaga on the floor!!!

  3. Pingback: Pelangi…as it is… « an ~ alogiku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s