Movie Review

REVIEW THE TWILIGHT SAGA: Breaking Dawn Part 1


Terundang Ke Perayaan Cinta Bella dan Edward

(C+)

Film Breaking Dawn. Directed by Bill Condon. Cast Kristen Stewart, Robert Pattinson, Taylor Lautner, Nikki Reed, Peter Facinelli, Ashley Greene, Kellan Lutz. Runtime 117 minutes. Genre Drama, Fantasy

Apa yang kalian harapkan dari Twilight Saga? Menanti-nantikan Edward Cullen memantulkan kilauan berlian di sekujur tubuhnya? Atau menyimak Jacob berlari-larian dengan telanjang dada? Oh mungkin ingin menangkap kegundahan di raut rupawan seorang Bella? Entah apapun motivasinya, franchise ini telah berkembang menjadi terlaris dan terfenomenal di sepanjang dekade, seperti halnya Harry Potter. Dan populasi penggemar fanatiknya pun membludak di kalangan remaja pop, ini berbanding lurus pula dengan pertumbuhan para ‘haters’-nya. Barangkali, bagi mereka yang terlebih dahulu jatuh hati pada bukunya, justru akan mengagung-agungkan rekaan Stephenie Meyer ini. Berbeda dengan mereka yang mengenalnya di layar bioskop untuk pertama kali –Ini justru 90%-nya akan terancam tertidur pulas menyimak visualisasi romantika berlebihan. Entah apapun respon penontonnya, justru Twilight dengan mudah meraup kesuksesan hingga akhirnya berhasil menapaki babak terakhirnya yakni Breaking Down.

Terundang ke perayaan cinta Bella Swan dan Edward Cullen. Disana keduanya berdiri mengikrarkan cinta sejati dan hidup semati. Beginilah Breaking Down mulai bekerja, sebuah babak yang melukiskan keriuhan pesta pernikahan dan hidup baru keduanya. Ada pula Jacob yang menemukan kecemburuan, amarah, dan keputusasaanya di titik kulminasi tertinggi. Oh tidak, romantika picisan semakin cepat menyeruak. Dan berbahagialah bagi kalian yang menanti-nantikan adegan bercinta Bella dan Edward di malam pertama mereka. Breaking Down seolah menjadi ruang pelampiasan birahi yang selama ini terpendam di ketiga seri sebelumnya. Memanas? Jenaka? Dan seorang penonton pun mendadak bertanya ‘Bagaimana bisa seorang vampire berejakulasi, sementara dia hanyalah mayat hidup yang darahnya membeku abadi?’. Lupakan saja pertanyaan itu, toh ini dunia Twilight, kembali akan mengulum banyak momen berlebihan. Sang sutradara, Bill Condon seolah berusaha keras memanfaatkan luasnya ruangan yang diberikan Summit karena menjadikan final chapter ini kedalam dua bagian. Banyak adegan yang jatuhnya bertele-tele tanpa pemangkasan –singkatnya dipaparkan secara berlebihan. Secara perspektif subjektif, tentu akan berpotensi melelahkan menyimak Bella dan Edward selalu bermesraan dari awal hingga pertengahan cerita. Belum lagi dialog-dialog berlebihan perihal romantika dan bumbu absurd yang terlalu dipaksakan. Namun bisa jadi ini sah-sah saja mengingat mereka sedang melangsungkan perayaan cinta dan bulan madu yang memabukkan.

Diluar dari segala nuansa cinta yang berlebihan itu, Breaking Down telah membangun konflik baru pada ceritanya yang membuat alur berjalan semenarik mungkin di pertengahan cerita. Ya, Bella Swan hamil dalam interval waktu yang amat singkat. Tentu dirinya mengandung seorang penerus kaum vampire. Kehamilan yang unik dan aneh tersebut menimbulkan konflik di seluruh keluarga vampire dan kaum werewolf, sekaligus terpenting pada Bella, Edward dan Jacob. Kehamilan tersebut diperkirakan akan membawa musibah bagi keselamatan jiwa Bella. Kemudian konflik ini pun turut bersinggungan dengan perjanjian antara keluarga vampire Edward dengan kaum werewolf Jacob. Konflik utama di pertengahan cerita tersebut mampu dieksekui Bill Condon dengan ‘aman’. Meski adegan pertempuran antara werewolf dan vampire masih belum bisa dikatakan ‘menggemaskan’. Luasnya ruang gerak Bill Condon dalam bagian pertama Breaking Down, justru membuatnya turut banyak mengeksplorasi art direction pada paparan visualnya, meski harus berlomba dengan adegan-adegan cinta yang melelahkan mata. Keunggulan Breaking Down juga terletak pada tatanan musik iringan –satu kompilasi soundtrack benar-benar membubuhi perayaan cinta Twilight. Musiknya tak hanya bermain pada lagu-lagu pop yang dibawakan oleh penyanyi dan band papan atas. Melainkan juga turut menyajikan gubahan instrumental yang penuh debaran minor.

Breaking Down tak bicara banyak pada tataran acting, masih seperti ketiga seri sebelumnya. Kristen Steward hanya mampu mengeksplorasi peran Bella pada sebatas skrip yang disajikan untuknya. Selalu dengan ekspresi datar namun mengumbar depresif berlebihan pada diri Bella. Memang berbeda menyimak performanya yang selalu cemerlang di beberapa film indie. Sementara performa Robert Pattinson lebih banyak ditutupi oleh bedak tebalnya. Sekali lagi yang lebih membikin kita letih melihat aksi Taylor Lautner yang berusaha sekuat tenaga untuk menampilkan lebih dari Steward dan Pattinson. Namun nyatanya selalu saja mendinginkan suasana bioskop dengan kekakuan ekspresinya. Yang menjadi kejutan justru adalah penampilan Michael Sheen yang selalu mengundang magis tersendiri, meski hanya muncul untuk scene beberapa menit yang terselip di pertengahan closing credit.

Memang tidak bisa menaruh ekspektasi berlebih pada saga Twilight. Jika anda memang pengikut setianya (sekalipun haters) pasti mengetahui bagaimana perbandingan seri-seri sebelumnya dengan babak terakhir ini telah melewati grafik naik, turun, dan turun kembali pada kualitasnya. Memang sangat sulit mencapai kata puas, terlebih mengingat Twilight memang dilahirkan oleh Stephenie Meyer sebagai roman picisan teruntuk kaum remaja. Ini sangat berpengaruh besar pada visualisasi sang sutradara yang sebagian besar selalu menyelipkan kekesalan tersendiri. Nah, Breaking Down itu bisa jadi berada pada tataran ‘aman’, -belum terhenti pada kata memuaskan ataupun tidak terlalu buruk untuk dicerna. Setidaknya tidak separah New Moon. Selanjutnya kita tunggu mungkinkah bagian kedua mampu mencapai kata ‘excellent’, November 2012 nanti  akan terjawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s