Movie Review

Memuja Keindahan “Apalah Arti Menunggu”, Sebuah Klip Milik Raisa


       Dan saya menemui kesan begitu personal dengan tembang bertajuk Apalah Arti Menunggu milik Raisa Andriana. Ini seolah menelusuri babak patah hati dan penyesalan yang dapat dicapai oleh siapapun. Sebuah kisah yang barangkali pernah membumbui perjalanan cinta seseorang. Disini saya tak hanya kagum dengan apa yang ditulisnya, begitupun apa yang diterjemahkan oleh Joey Christian dan Heru Admaja kedalam videoklipnya. Mengambil gaya yang surealis,Joey Christian dan Heru Admaja begitu mengerti bagaimana menempatkan Raisa sebagai objek yang galau di video klip ini. Hadir tanpa plot, lebih banyak bermain pada simbolisasi kerapuhan dan kesedihan. “Apalah Arti Menunggu” lebih banyak memamerkan ‘art-direction’ ala etalase fotografi professional. Warna-warna pastel sepia yang muram membanjiri seisi ruang video ini –entah bagaimana orang fotografi menyebutnya, bagi saya yang awam cenderung menamainya warna retro klasik.  Pemilihan kustom warna ini begitu tepat untuk menunjukkan atmosfer kesendirian dan kesedihan yang tertahan. Terdapat efek fotografi yang memabukkan mata kita, entah saya pun kurang mengerti bidang ini. Salut dengan penempatan sudut pandang kameranya yang kerap mengambil kemurungan wajah Raisa secara ‘close-up’, rambut tertiup angina, jemarinya yang gelisah menekan tuts piano, ketika dirinya menunduk-menengadah seolah mentransfer rasa galau yang pekat. Detil-detil seperti cangkir teh yang tertumpah pun terlihat bergaya. Kamera pun begitu senang menangkap landskap ruangan. Dan beberapa detil ruangan dan pergerakan raisa yang tidak terlalu penting mampu disajikan begitu bermakna disini. Menuju refrain klimaks pada lagu, sontak setting indoor beralih ke outdoor. Disini benar-benar surealis, Joey Christian dan Heru Admaja membuat taman seolah berlakon sebagai taman dongeng. Para anggota orkestra yang mengiringi Raisa bahkan menggunakan topeng binatang sambil menggesek cello dan biolanya. Warna pastel yang disajikan di scene ini pun lebih terang dan kalem bak menyiratkan sebuah kebangkitan dari keterpurukan. Raisa dan kelinci-kelinci yang sedang bermain direkam begitu intim. Paling absurb ketika seekor kuda putih muncul pada scene yang hanya beberapa detik. Apakah Joey Christian dan Heru Admaja ingin menampilkan sosok unicorn disana? Ah video yang indah. Seindah suara jazzy-soul dan paras ayu dari seorang pendatang baru yang begitu memiliki taste musik dan estetika.

One thought on “Memuja Keindahan “Apalah Arti Menunggu”, Sebuah Klip Milik Raisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s