Movie Review / The List

50 Best Albums of Decade (2000-2009) #part2


Sebelumnya part 1

Dalam part 2 ini menyajikan daftar album terbaik dari peringkat 40 hingga 31. Daftar ini tak hanya merangkul album musisi major label, melainkan pula dari wilayah Indie. Mulai dari album ‘idiot’ milik band rock pujaan generasi muda masa kini, ada pun sang diva bersuara malaikat, sebuah soundtrack dari salah satu film drama teromantis sepanjang dekade terakhir, dan juga permainan piano apik dari seorang musisi jazz ternama. Berikut mereka adalah…


40# American Idiot (2004)

Greenday

Greenday menggempakan ranah rock di tahun 2004 dengan judul serta cover album yang begitu provokatif.Hujaman melodi rock menggema di seluruh track; gebukan drum, petikan cadas bass dan gitar luruh dalam kombinasi yang enerjik. Di beberapa track pun mereka berani memadukan akustik gitar, namun tetap terdengar garang. Sebut saja American Idiot, Boulevard of Broken Dreams, Jesus of Suburbia, Wake Me Up When September Ends telah menjadi racikan single mandraguna mereka. Saya bahkan menganggap American idiot adalah konsep musik Greenday yang sarat filosofi makna. Pun terdengar riuh akan drama satirikal oleh mereka terhadap kehidupan orang-orang Amerika, intrik, mimpi, cinta dan perpolitikan negaranya. Greenday sukses menceritakannya dalam satu frame musik cadas.


39# Fold Your Hands Child, You Walk Like a Peasant (2000)

Belle & Sebastian

Album ini terdengar sangat sederhana dengan bungkusan indie pop. Menyajikan nuansa musik yang kalem, eksentrik, bahkan magis di beberapa titik gubahannya. Ah, ada mungkin yang berpendapat bahwa musiknya sangat terkesan misterius. Dengan kreatifitasnya mewujudkan nomer-nomer enjoyable, kadangkala memang terdengar amat menjengkelkan. Lantas kemudian jika didengarkan secara seksama, Belle & Sebastian memang tengah mengalamatkan idealism music mereka dalam kuping kita. Sekali lagi memang pop yang eksentrik, dengarkan track semacam I Fought In A War, Waiting For The Moon to Rise, atau Beyond The Sunrise. Sulit memang mencerna kenikmatan mereka dalam sekali teguk di album ini. Maka teguklah album ini berkali-kali, agar anda mampu merasakan inilah record terjenius dalam karir mereka.

#38 Breakaway (2004)

Kelly Clarkson

Lupakan label pemenang American Idol; season 1 dalam diri Kelly Clarkson, karena cukup mendengar album keduanya Breakaway, dia bukan sekedar idola namun cikal bakal diva. Beruntunglah Breakaway memiliki banyak materi track yang menggemaskan. Bumbu pop, ballad hingga pop rock mampu lebur dalam kesatuan vokal Kelly yang menggelegar. Awalnya single seperti Breakaway terdengar biasa-biasa saja, lantas menuju Since You’ve Been Gone, Because of You, Behind The Hazel Eyes atau pun Walk Away.tampil begitu ear-catching. Breakaway bahkan keluar sebagai album pop terbaik versi Grammy dan lewat single Since You’ve Been Gone, Kelly Clarkson menumbangkan Carey di kategori penyanyi pop wanita terbaik. Wow!

37# The Emancipation Of Mimi (2005)

Mariah Carey

Judul album feminisnya tersebut adalah serangkaian dari semangat baru Mariah Carey untuk mengeksplor kemampuan musik dan vokalitasnya. The Emancipation of Mimi bak kebebasan seorang Mimi untuk meracik musik yang diinginkannya. Pilihan pun jatuh pada kekuatan R&B Hip-hop yang mengalun disepanjang track-track miliknya. Sebutnya Its Like That, Shake It Off, Stay The Night, atau pun Say Somethin yang bertempo cepat dan riuh dengan melodi R&B. sementara pop balad nan mendayu-dayu tak nampak batang hidungnya, Mimi malah menyuntikan harmoni soul dan gospel ke dalam lagu-lagu bernyawa minor. Dengarkan We Belong Together,Fly Like a Bird, atau pun Don’t Forget About Us. Dan lagi-lagi kekuatan vokal Mimi lah yang menjadi sinar emas dalam album ini. Anda akan puas mendengar usahanya menembus nada-nada tinggi, kemudian bermain dengan falseto atau whistle voice nya yang khas. Diva is always diva!

36# The Greatest (2006)

Cat Power

Charlyn Marie Marshall adalah nama dibalik konsep Cat Power, seorang musisi wanita Amerika  yang mengusung musik folk rock. The Greatest menjadi album yang sangat soulful, karena Cat Power mengisinya dengan petikan gitar akustik. Track-tracknya terdengar amat kalem dan seolah sedang berbicara ditengah kesunyian. The Greatest, Living Proof, dan The Moon adalah favorit saya, ketika mendengarnya seolah ada nuansa damai yang menggelora. Ditambah lagi faktor suara Cat Power yang tipis dan soulful. The Greatest bisa jadi sebuah catatan harian dari personal Cat Power. Tengok lirik-liriknya yang bermelankolis pada cinta dan hidup. Sarat akan suara feminis yang mudah terbawa bimbang.

35# Kid A (2000)

Radiohead

Di beberapa sisi Kid A barangkali kelam dan depresi untu didengar. Malah musik dan liriknya dikemas dalam nuansa yang abstrak, ketika mendengarnya anda akan berujar ‘ini bukan album rock biasa!’. Radiohead tak hanya sekedar memasukkan rock sebagai pakanan utama, melainkan turut serta efek elektro menghiasi beberapa recording track mereka. Belum lagi bunyi-bunyina instrument yang menghasilkan melodi nan unik disini. Bahkan ada yang hanya menampilkan permainan instrument mereka seperti The National Anthem atau Treefingers, Favorit saya jatuh pada Everything In Its Right Place.

34# OST. Once (2006)

Glen Hansard and Markéta Irglová

Once adalah drama melankolis dan naturalistik yang bersinergi dengan nafas musikal. Film arahan John carney itu tak hanya hidup oleh sebatas skrip dan akting pemainnya, melainkan musik yang turut menjadi jiwa separuhnya. Banyak nomer-nomer menarik yang ditulis dan digubah Glen Hansard dan Markéta Irglová. Masih seputar pada tema cinta, rindu, dan luka yang memuat potret film secara kesuluruhan. Seluruh track adalah jiwa film begitu pun sebaliknya. Terlebih yang menjadi lebih spesial didengar adalah racikan musik yang tampil secara instrument. Mengawinkan gitar akustik dan dentingan piano, dimana memperkuat duet antara Glen Hansard dan Markéta Irglová. Lagu seperti Falling Slowly dan If You Want Me adalah cita rasa mellow  yang begitu puitik.

 

33# River: The Joni Letters (2007)

Herbie Hancock

Entah, Herbie Hancock benar-benar membawa kita ke aliran sungai yang direnangi sajak-sajak. Mendengar River: The Joni Letters, sungguh merupakan kegalauan teramat. Dimana seluruh gempuran instrumental jazz berkumpul yakni piano, soprano, saxofon, didukung pula gitar, bass, dan drum. Jelas, album ini memang lebih mementingkan permainan instrumental, sehingga kekuatan jazz benar-benar terpancar penuh pada tubuh musiknya. River: The Joni Letters juga merupakan proyek kolaborasi Herbie dengan beberapa penyanyi untuk menghiasi gubahan musiknya. Sebut saja kolaborasi favorit saya jadtuh pada Norah Jones di lagu Court and Spark, River bersama Corinne Bailey Rae, dan Edith And The Kingpin bersama Tina Turner. River: The Joni Letters, anggap saja sebuah masterpiece baru .

32# The Blueprint (2001)

Jay-Z

Banyak review positif memuja-muji The Blueprint milik Jay Z ini. Di eranya, The Blueprint adalah album yang mengandung fitur soul, rap & rnb  yang unik. Hasil recording yang begitu terpuji dan mengesankan. Lirik-lirik rap gubahan Jay Z masih tetap berfokus pada cerita kehidupan personalnya. Entah apa yang menjadi daya tarik utama The Blueprint. Di benak saya malah selalu tegroda untuk memutarnya, seolah ada ramuan magis yang melumuri track-tracknya sejenis Jigga That Nigga, Take Over, Izzo, atau “Girls, girls, girls”.

 

31# White Shoes & The Couples Company (2005)

White Shoes & The Couples Company

White Shoes & The Couples Company merupakan album self titled sekaligus perkenalan terhadap musik pop/funk/jazz ala mereka. Kenapa ala mereka? Karena mereka telah mengemas gaya bermusik kedalam duplikasi retro era 70-80’an. Tak hanya dalam segi berbusana, namun warna vokal ‘retro-vintage’ pada sang vokalis Aprilia Apsari. Ketika mendengarkan Sari melontarkan suaranya, seolah kita dibawa ke era baheluya. Musik retro yang disajikan mereka pun sangat catchy dan enjoyable. Dalam album self-titled ini memang didominasi oleh track-track berbahasa Inggris. Single berbahasa Indonesia seperti Windu &Defryna, Tentang Cita, atau pun Senandung Maaf  mampu memberi kesan yang unik , dimana elemen retro jazz yang dtampilkan juga turut dimasuki nyawa pop modern. Bagi saya White Shoes & The Couples Company merupakan band Indie Indonesia yang telah berhasil mempertemukan manis era musik jadul pada kuping kita, tanpa mudah terjebak oleh nuansa music modern.

Selanjutnya part 3, part 4

 

3 thoughts on “50 Best Albums of Decade (2000-2009) #part2

  1. Wooooooooo……
    ada Kelly Clarkson!!!!
    emang susah sih menanggalkan label American Idol Winner, tapi IMHO Kelly Clarkson adalah pemenang American Idol terbaik sampai di season 10 ini.
    tapi emang sih, saya suka banget sama album Breakaway. dan lagu favorit saya, Behind These Hazel Eyes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s