Movie Review

Mini Reviews: ” Oh Drama, Oh Superhero! “


Tercium bau kerinduan di sekujur blog ‘de Lupher’ ini, lantaran selama dua bulan saya terlantarkan dengan seribu macam alasan malas untuk menulis. Dan selama vakum kepenulisan itulah, saya menonton banyak film dan sayangnya tak berhasil pula menarik atensi ‘mood’ saya untuk menuangkannya dalam review. Nah untuk menebus segenap perasaan bersalah, maka saya selaku oknum terdakwa sekaligus penulis akhirnya merangkum beberapa ulasan film kedalam ulasan mini ini. Selama dua bulan yang terlewati, saya menonton film-film rilisan 2011 yang cenderung bertemakan drama, komedi, dan terutamanya superhero sci-fi. Kebetulan memang sedang riuh dengan summer movie kemarin. Yah, beginilah maaf jika saya hanya bisa mengomentarinya barang satu paragraf…Here we go!

“BEASTLY”

Directed by. Daniel Barnz. Starring. Alex Pettyfer, Vanessa Hudgens, Mary Kate Olsen.

(C-)

Beauty And The Beast menuju era modernisasi, merasuk kedalam lingkungan remaja masa kini. Sepintas cukup menjanjikan memang mengadaptasi dongeng klasik Disney, dimana membubuhkan improvisasi didalamnya menyesuaikan era para karakternya. Namun ada yang mengganjal dari adaptasi Daniel Barnz ini. Apakah?

Tak menyalahkan make-up yang dipakai Alex Pettyfer itu tak mampu membuatnya tampak sangat ‘beast’ atau pun Mary Kate Olsen yang terlihat malah sangat stylish untuk ukuran penyihir ‘nerd’ –dalam konteks film ini. Jalinan cerita serta dialog-dialog malah yang makin memperburuk ‘packaging’ Beastly. Dialognya terdengar sangat cheesy tipikal roman picisan yang kemudian kompak melilit plotnya dengan kesan klise. Lantas terlebih mengganjal lagi, pendalaman akan bumbu ‘spiritual-magic’ dalam Beastly amatlah kurang. Malah kisahnya cenderung menganak-emaskan romantika remaja didalamnya. Jadilah pertemuan chemistry Kyle Kingston (Alex Pettyfer) dengan Lindy (Vanessa Hudgens) yang amat nanggung. Bagaimana keadaan karakter Kendra (Mary Kate Olsen) sebagai wanita gipsy pemuja voodoo itu? Dia tenggelam dalam drama percintaan ini. Terkadang selewat muncul tanpa banyak dialog, malah hanya memamerkan tato di pipi dan kostumnya yang eksentrik. Tak ada penjelasan lebih lanjut akan kemampuan sihir Kendra. Yah maklum, memang drama cinta-cintaan remaja.

“CAPTAIN AMERICA: THE FIRST AVENGER”

Directed by. Joe Johnston. Starring. Chris Evans, Hayley Atwell, Tommy Lee Jones

(C)

Captain America. Dia The First Avengers kita yang paling ditunggu-tunggu. Terlebih kemunculannya sebagai superhero terbilang awal yaitu pada era pasca Perang Dunia 2. Tentunya membuat setting penceritaanya dibuat sangat khas vintage jaman peperangan kala itu. Captain America; The First Avengers arahan Joe Johnston ini tetap setia dengan pakem kisah superhero Marvel yang memperkenalkan konsep zero to hero. Lengkap dengan bumbu-bumbu romantika yang masih tipikal chessy drama komedi khas Hollywood. Entah barangkali ada yang kesal atau malah sangat menyenangi momen-momen klise yang dihadirkan Steve Rogers (Chris Evans) dengan Peggy Carter (Hayley Atwell). Ya memang ditujukan untuk hiburan semata, dimana dialog-dialog yang dipaksakan humoris pun jatuh dengan klisenya. Meski film ini jelas ingin menguatkan profil Captain America, justru karakter Chris Evans tak terlalu kuat, malah melempem, hanya terbantu oleh suntikan humor pada dialog-dialognya. Dan tokoh antagonis Red Skull dengan awak-awaknya pun tak mampu membuat pertempurannya dengan si kapten menjadi epic. Ditinjau dari keseluruhan film pun, Captain America hanya unggul di Departemen Sinematografi, Make Up dan Costum Design. Sementara ceritanya yang terlalu ringan, justru membuatnya mudah dilupakan sebagai Avenger pertama.

“ SOMETHING BORROWED”

Directed by  Luke Greenfield. Starring. Colin Egglesfield, Kate Hudson, Ginnifer Goodwin, dan John Krasinski.

(C)

Something Borrowed menjadi puncak dari keklisean drama komedi Hollywood tahun ini. Oke bukan karena kemunculan Kate Hudson atau pun chemistry antara Ginnifer Goodwin dan Colin Egglesfield. Namun skrip film ini yang terbilang sangat klise dan mudah ditebak dari awal hingga ujung cerita. Seolah anda dejavu setalah mencicipi tahap demi tahap penceritaanya. Perselingkuhan yang terlalu dilema, terjadi dalam lingkaran persahabatan, adegan panas, ditambah derai-derai air mata yang begitu lumrah. Lalu apa yang mesti dibanggakan dari keakutan klise yang sedang diderita Something Borrowed? Barangkali perpaduan akting empat tokoh didalamnya (Colin Egglesfield, Kate Hudson, Ginnifer Goodwin, dan John Krasinski) tidak seburuk yang dibayangkan. Mereka pandai bermain chemistry. Terlebih Hudson yang selalu pandai memainkan dialognya dengan berbagai kejutan.Terlebih penampilan Goodwin yang sangat pas dengan takaran karakternya dan mampu berkesan hingga akhir. Syukurnya film ini masih mampu tampil enjoyable, meski anda sudah menduga kemana alur ceritanya berlabuh. Tidak romantis, tidak terlalu komedi, namun juga tak terlalu buruk. Hemat kata hanya datar begitu saja. Belum mampu sebagai ‘gulity pleasure’ saya.

“I AM NUMBER 4”

Directed by D.J Caruso. Starring Alex Pettyfer, Dianna Agron, Timothy Olyphant, Teresa Palmer

(C+)

Dia John Smith mengaku adalah seorang alien yang berasal dari ras Lorien. Bukannya dia tampak seperti manusia, bak Clark Kent ‘si superman’ itu. Singkat cerita, dia dan beberapa anak satu ras lainnya dilarikan dan dilindungi ke planet bernama Bumi. Sementara kawanan ras Magadorian berusaha mengejar dan memusnahkan sisa-sisa ras mereka. Bau popcorn teenager sangat ketara dalam adaptasi novel fiksi ilmiah rekaan Pittacus Lore. Tidak ada kompleksitas cerita, seluruh material dibumbui dengan semangat anak muda, sekaligus terpenting semangat roman picisannya. Sebagai sebuah hiburan, plot-plot yang disajikan pun cukup mampu dicerna dengan mudah. Terlalu mudah menjembataninya ke sekuel-sekuel berikutnya. Dan lagi-lagi tipikal pangsa remaja, dialog-dialog nya pun dipaksa untuk sedikit jenaka. Kemasan visual efek serta tampilan action nya pun sengaja dibuat untuk memanjakan mata penonton. Belum lagi pemilihan aktor dan aktris didalamnya. Misalnya melihat keberadaan Alex Pettyfer yang bermain tak seburuk di Beastly, namun masih dikategori aman-aman saja. Karakter yang membikin penasaran hingga di ending tentunya alter-ego yang dibawakan Teresa Palmer sebagai number 6. Sayangnya karakter tersebut tak mampu digali dengan baik (bahkan semua karakter saya pikir), sehingga menenggelamkan elemen surprise yang dinanti.

“THOR”

Directed by Kenneth Branagh. Starring Chris Hemsworth, Natalie Portman, Anthony Hopiks, Tom Hiddleston.

(B-)

Inilah anggota Avangers berikutnya. Merupakan karakter superhero Marvel yang mengambil muatan mitologi Yunani Kuno, tentang Dewa Petir dan dunianya. Berbeda dengan superhero Marvel lainnya, Thor tidak merangkak dari zero to hero, melainkan memang sudah diwarisi kekuatan oleh ayahnya, Odin. Konfliknya, karena sebuah kesalahan, kekuatannya pun tiba-tiba ditarik lagi oleh ayahnya dan sosoknya dibuang ke Bumi, lantas adiknya yang polos ‘Loki’ tiba-tiba berulah lebih besar. Thor versi Kenneth Branagh penuh dengan elemen futuristik yang dikombinasikan dengan material para pejuang jaman Yunani kuno. Landskap negeri Asgard berikut istananya pun  dirangcang dengan kemampuan visual efek mumpuni, kontan memanjakan mata penonton. Plot-plot yang tengah diterjemahkan oleh Branagh pun tampil tak hanya sekedar, malah mampu memunculkan kemajisan tersendiri. Didukung dengan ensemble cast yang tampil dengan takarannya, mampu memperkuat kedudukan Thor sebagai salah satu film superhero terbaik Marvel tahun ini. Tentu tidak ada yang menyesal memilih Chris Hemsworth sebagai pemegang palu sakti itu.

“X-MEN: First Class”

Directed by  Matthew Vaughn. Starring. James McAvoy, Michael Fassbender, Rose Byrne, January Jones, Jennifer Lawrence, Kevin Bacon, Oliver Platt.

(B-)

 Prekuel ini hendak memperkenalkan asal-usul Dr. Charles Xavier (James McAvoy) dan Erik Lensherr (Michael Fassbender). Dari instalment inilah anda akan mengetahui bahwa sejatinya Magneto muda dan Dr.X muda adalah bersahabat. Namun lantaran perbedaan visi akan kedudukan mutan ditengah-tengah umat manusia, Erik aka Magneto akhirnya merubah haluannya. Selain mengicaukan profil dua penggede X-Men tersebut, First Class juga turut membuka latar belakang sosok Mistique, yang selalu mengundang impresi tersendiri perihal kemampuan ‘bunglon’nya. Sejauh ini, First Class menjadi salah satu instalment X-Men yang terbaik. Ensamble casts mendapatkan jatah setiap karakternya dengan performa yang pas. Begitu pun mengagumi kinerja Fassbender dan McAvoy sebagai dua karakter besar. Terlebih didukung olahan naskah adaptasi yang dikembangkan Ashley Edward Miller, Zack Stentz, dan Jane Goldman. Serta efek visual kekuatan para mutan yang membikin takjub.

“THE BRIDESMAID”

Directed by  Paul Feig. Starring. Kristen Wiig, Maya Rudolph, Rose Byrne, Wendi McLendon-Covey, Ellie Kemper, Mellisa McCarthy, Chris O’Dwod.

(B)

Parah! Paul Feig mengarahkan enam karakter wanita dalam film ini untuk menggemparkan seisi pernikahan. Salah satunya sang pengantin, sementara limanya berlaku bak ‘sisterhood’ yang mendampingi mempelai wanita. Banyak momen lebih dari sekedar menggelikan hadir pada setiap tahap perencanaan pernikahan itu. Bahkan tiada menyangka ‘kelakuan mengerikan’ pun dapat terjadi di sebuah butik gaun pengantin mewah. Paket komedi kasar berbalut feminis ini sontak menjadikannya sebagai alternative drama komedi terbaik tahun ini. Terlebih nama kondang seorang Judd Apattow (laris lewat Knocked Up) di kursi produser tentunya memberi impresi tambahan pada Bridesmaid. Kristen Wiig sebagai ‘sister pengacau’ serta sekaligus penulis keonaran Bridesmaid pintar meraih atensi penonton dengan kejutan konyol lewat tingkah dan dialognya. Alur cerita yang dirangkainya bersama Annie Mumolo mampu dieksekusi tanpa harus tampil norak. Komedi yang begitu frontal, namun sangat bergaya dan terasa begitu merah muda.

“Super 8”

Directed by J.J. Abrams. Starring Joel Courtney, Elle Fanning, Riley Griffiths, Ryan Lee, Gabriel Basso

(B-)

Pemandangan yang mengerikan ketika sebuah mobil menghantam  gerbong kereta yang pada akhirnya membikin kereta dan lintasanya hancur berantakan. Dibarengi ledakan-ledakan super membumbung tinggi, yang tersisa bak rongsokan mainan anak-anak. Entah apakah efek yang terlalu berlebihan? Darisanalah rasa penasaran penonton mulai dipancing oleh naskah yang ditulis J.J. Abrams. Makhluk apakah yang mampu melempar mobil dan alat berat bak mainan anak-anak? Alien atau makhluk buas hasil mutasi? Bumbu sci-fi ini pun menjadi formula ampuh yang secara intens menaikkan ritme ketegangan. Super 8 bermain dengan visual efek, action, serta plot drama dengan subjek anak-anak. Boleh jadi merupakan merupakan campuran antara Stand By Me, The Goodies dan E.T, ketika menengok kursi produser diduduki oleh Spielberg. Sayangnya Super 8 tak memiliki elemen-elemen surprise yang begitu memorable.

3 thoughts on “Mini Reviews: ” Oh Drama, Oh Superhero! “

  1. mungkin memang benar adanya ya, kadang film superhero terlalu banyak drama nya bikin yang nonton jadi lebih ‘spiced up’. dan kalo menurut saya pemilihan untuk peran superhero sendiri jelas harus didukung dengan pemeran yang secara fisik atraktif supaya komersil. Tapi kurang setuju dengan review I am number 4, menurut saya I am number 4 Alex Pettyfer bermain lebih bagus daripada di film Beastly😀
    tulisannya bagus, saya bisa lebih banyak belajar. Will look forward to see your posts.

  2. eaaa memang sy bilang Pettyfer lebih baik di Iam Number 4 ketimbang di Beastly kok, tapi masih sebatas aman2 saja, takarannya pas hehehehe

  3. Saya sendiri suka Captain America. Walopun banyak yang bilang ‘cheesy’ tapi saya merasa ada ‘charm’ tersendiri terhadap karakter dan alurnya. Dan yang terpenting: no villain menyandera love interest superhero, no damsel in distress! Al hail!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s