Movie Review

Review Certified Copy (2010)


Mereka sedang sandiwara kan?

Film Certified Copy. Directed by Abbas Kiarostami. Cast Juliette Binoche, William Shimell. Runtime 106 minutes. Distributed by MK2 Diffusion

(A)

Menjadi pengalaman sinematik yang menggairahkan, semenjak dwilogi “Before Sunset” serta “Before Sunrise” hadir dengan menawarkan konsep cerita yang hanya intens pada percakapan sepasang muda-mudi. Sepanjang siluet film, hanya mendengarkan secara penuh celotehan kedua karakter, tanpa mengharapkan kehadiran karakter pendukung di sekitarnya. Pendekatan seperti ini kemudian muncul pada rekaan Abbas Kiarostami yang berjudul “Certified Copy”.

Bak meneguk secangkir kopi hangat di minggu pagi nan cerah saat menyimak kedua karakter utamanya dipertemukan pada sebuah acara bedah buku. Saat itu seorang penulis pria berkebangsaan Inggris bernama James Miller (William Shimell) tengah mempromosikan bukunya yang bertajuk Certified Copy, berisi tentang perspektif nilai seni dari seni yang diimitasikan. Seorang wanita Perancis paruh baya tak bernama (Juliette Binoche) pun mengharapkan James untuk menandatangani buku-bukunya sembari berkunjung di galeri seni barang-barang antik miliknya. Lantas Abbas membiarkan kita untuk menyelami percakapan santai antar kedua manusia dewasa tersebut perihal lingkungan sosial budaya hingga area sensitifitas sebuah cinta. Percakapan-percakapan intens tersebut bermunculan saat sang wanita mengantarkan James untuk menikmati keindahan Italia disekelilingnya.

Unik. Abbas Kiarostami memperkenalkan kedua karakter tersebut sebagai orang-orang asing atau tepatnya kedua insan yang baru saja pertamakali dipertemukan pada tengah hari itu. Awalnya mereka hanya mendiskusikan tentang segala sesuatu yang bersifat seni. Kemudian percakapan beralih pada sisi yang menyangkut kehidupan pribadi masing-masing. Mendadak pada titik tersebut keduanya berlagak seperti suami-istri. Orang-orang disekeliling mereka pun memiliki persepsi serupa. Mulai dari pasangan pengantin baru yang ingin diajak foto bersama, seorang wanita tua pemilik kedai kopi, hingga sepasang turis asal Perancis. Mereka kompak menyerukan hubungan suami-istri kepada sosok perempuan dan James. Anehnya mereka pun begitu menikmati peranan imitasi tersebut. Percakapan antara keduanya makin menjadi-jadi hingga ledakan emosi dan setitik tangis pun diperagakan bak aktor-aktris professional. Sesungguhnya sandiwarakah ini?

Sehingga pada satu frame penonton pun dibuat tak berdaya. Enggan mempercayai keduanya hanya tengah bersandiwara. Abbas memasukkan dialog-dialog sensitif dan sangat pribadi pada keduanya. Tiba-tiba saja mereka secara cekatan membahas tentang peringatan 15 tahun pernikahan mereka yang telah dilupakan James sebagai suami. James pun menyudutkan kedua hati mereka yang sesungguhnya tak pernah lagi mengenal cinta seperti dulu. Mereka membahas lima tahun yang begitu menyiksa karena krisis cinta sebelumnya, blaa..blaaa…blaa…! Lantas pamungkasnya Abbas memberikan ending yang harus kita jamah sendiri maknanya, mempertanyakan kembali apakah mereka benar-benar memiliki hubungan suami istri atau hanya lelakon sandiwara yang mengasyikkan saja?

Abbas Kiarostami mengandalkan banyak dialog panjang; mempercantiknya dengan sisi emosional. Bukan sebuah halangan baginya mengkombinasikan bahasa Italia, Perancis dan Ingggris sebagai pengantar komunikasi antar kedua karakter. Anggap saja sedang meriuhkan cita rasa seni lintas budaya. Abbas lewat kameranya menelusuri bangunan-bangunan seni Italia serta suasana pedestriannya yang menenangkan. Terlebih didukung alunan musik yang membumi. Semua elemen ditampilkan apa adanya. Tanpa ada sebuah momentum yang dipaksakan. Kita tak akan mengatainya sebagai hal yang romantic dengan kacamata general. Melainkan penonton bebas untuk menginterpretasikannya.

Lagi-lagi Juliette Binoche menampilkan performa terbaiknya, membiarkan karakter wanita paruh baya itu mengalun apa adanya dengan beragam sisi emosional yang mengejutkan. Olahan dialog-dialog panjang pada skrip pun dilancarkannya dengan segala mimik kerapuhan maupun emosi yang meledak tiba-tiba. Terlebih kehadiran William Shimell yang mampu mengimbangi performa Binoche, dengan membangun chemistry yang menawan. Beberapa kesempatan pun kita tersenyum dan mengerutkan kening dibuatnya, Tak pelak gelar Best Actress di Festival Film Cannes 2010 pun diraihnya dengan mudah.

“Certified Copy” menanggalkan sebuah konklusi yang bebas diinterpretasikan oleh penonton. Bahkan terasa menjengkelkan ketika tak mampu memaknai keambiguan hubungan kedua karakter tersebut dengan sempurna. Berjalan dengan narasi indah, kemudian nakal meracau pada pertanyaan “Sandiwarakah mereka?”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s