Movie Review

Review: Album Born This Way (Lady Gaga)


(B+)

 

Berbeda dengan The Fame,dan The Fame Monster. Lady Gaga memilih melahirkan ‘Born This Way’ dengan jalan’ kontroversi’. Bak proses persalinan yang cukup melelahkan, dimana ribuan pendengar telah mencapnya terlebih dahulu sebagai kelahiran yang kurang menyenangkan. Kemudian, blammm…lagi-lagi kejutan.

Ketika single Born This Way diluncurkan, Lady Gaga tak terselamatkan dari cemooh sebagai pelagiator. Sementara Little Monster dari segala penjuru berusaha membantu kenaikan angka penjualan single tersebut baik di ITunes dan me-request berulang kali hingga mencapai puncak teratas di chart-chart musik Eropa, hingga kembali mencetak hits #1 di Billboard Hot 100. Tak mutlak kesalahan Born This Way jika dilahirkan dengan struktur yang ‘rada’ mirip dengan Express Your Self milik Madonna. Barangkali memang begitulah jalannya, meski dia tak seunik kakaknya si ‘Bad Romance’ atau pun ‘Poker Face’. Toh BTW masih memiliki warisan Mother Monster yaitu ‘racun magis’ yang merasuk dalam aransemennya sehingga mau tidak mau kalian ketagihan memutarnya berkali-kali. Begitu pun ketika adiknya ‘single kedua’ Judas meluncur lewat jalan lebih kontroversial, dimana liriknya hampir dikecam Vatican dan videonya menyulap Kisah Jesus dengan cita rasa metal. Lirik yang repetitif di into “Judass….Juda-aa-aa-ss..” akan selalu terngiang.

Terakhir yang mesti dicermati disaat cover albumnya tengah menguji insting cita rasa seni kreatifitas kita. Saya pun terpaksa menelan ludah, mengerutkan dahi, dan mencari angin segar, hendak menerka-nerka dimana letak keindahan dari cover seorang Gaga berpose dengan badan sepeda motor, ato malah berbadan mobil. Apalagi Gaga menambah rusak pemandangan sampul albumnya dengan pemilihan font yang kurang ‘matching’ dan bahkan ada yang beranggapan desain tersebut dikerjakan asal-asalan. Mengutip dari Wikipedia, dikatakan bak hasil olahan pekerja photoshop amatiran. Anehnya malah cover untuk single-single’nya malah tampil begitu memikat dan elegan. Jujur saja, saya belum mendapatkan alasan riil kenapa Gaga mendesain cover albumnya seperti itu. Barangkali begitulah konsep kreatif dalam otaknya bekerja. Sekali lagi itu masalah selera. Namun pernah kawan saya berujar bahwa sesungguhnya cover Gaga itu merupakan wujud attribute terhadap poster-poster film kelas B jadul dulu. Mungkinkah?

Di awal sebelum single dan album BTW dirilis, nampak sebuah proyek ambisius dielu-elukan. Ya, sangat kentara Born This Way menjadi ‘bayi spesial’ bagi Gaga, lebih dari sekedar judulnya yang ‘mungkin’ amat berarti bagi perjalanan hidupnya. Tak salah mencap keambisiusan itu, toh sangat kentara atmosfer yang berbeda dari segi musikalitas. Sedikit rasanya menemukan unsur The Fame ‘Monster’ membumbui BTW ini. Malah sangat kental akan konsep pengadopsian unsur pop-metal era 80s-90s. Gaga tau betul meramu musik elektro pop modern kedalamnya dan hasilnya BTW yang sejenak mengingatkan kita kedalam kejayaan era pop tersebut. Namun tentu menjadi sebuah tantangan bagi Gaga, dimana resiko yang ditanggungnya cukup berat yaitu label plagiator. Musik dalam BTW bisa dimaknai sebagai attribute Gaga terhadap musisi-musisi pop tenar era jadul seperti Madonna, Whitney Huston atau pun Bruce Springten. Tidak heran maka ketika single ‘Born This Way’ dirilis, langsung disamakan dengan ‘Express Your Self’ milik Madonna. Karena toh semangat pop serta konsep ‘recording’ yang disajikan hampir setubuh. Meski mereka mengatakan itu plagiat, nyatanya olahan musik pop seperti itu tak pernah ditolak dari para penikmat pop sejagat. Gaga selalu mendapatkan celah untuk menciptakan aura pop-dance yang enggan mati di tempat. Menariknya lagi, Gaga selalu mampu menulis lirik dengan kalimat segar serta sarat kobaran motivasi. I’m beautiful in my way/’Cause God makes no mistakes/I’m on the right track, baby/I was born this way.

Born This Way Album Cover

Di luar dari dua single yang telah dirilis, Born This Way menyisakan 12 track yang kejutannya tidaklah mengecewakan. Sebuah track, Scheiße lantas menjadi favorit sekian saya. Dalam satu baitnya Gaga menyanyikannya dengan bahasa Jerman lengkap dengan aksennya, kemudian langsung mengoyak di refrain. Dalam track ini musiknya pun dianggap masih mengadopsi sentuhan Madonna. Lain lagi, Government Hooker menampilkan intro yang sangat haunting di telinga. Dentuman musiknya idaman para DJ, meriuhkan lantai dansa. Uniknya satu kalimat menggelikan, sangat berbau politik mampu disisipi Gaga. Put your hands on me John F. Kennedy/ I’ll make you squeal baby/ As long as you pay me. Paling nyeleneh tentunya track berjudul Heavy Metal Lover. Musiknya bahkan tidak ada unsur metalnya, malah cenderung disco-dance yang menghentak lengkap dengan efek techno-elektro’nya. Nampaknya Gaga sangat senang meramu musiknya dengan olahan elektro-pop, lagi-lagi dengarkan track semacam Highway Unicorn (Road To Love). Tapi sesungguhnya track ini memiliki semangat musik metal, sangat terasa ketika vokal Gaga mencapai klimaks lagu tersebut. Hal yang juga persis terjadi pada track Electric Chapel, hanya saja warna pop yang lebih ditonjolkan.

Track ‘You and I’ mengingatkan kita pada musik milik Bruce Springsteen. Dan Gaga membuatnya sangat epik dengan ending musik yang menarik di lagu ini. Oh, tak disangka Gaga masih menyukai lagu berbau Spanyol. Setelah lalu heboh dengan Alejandro, kini Americano barangkali menjadi sisi unik Born This Way yang enggan untuk dilewatkan; aneh memang. Mengutip lirik “I’m a twit, degenerate, young rebel and I’m proud of it, pump your fist,” Bad kids menjadi track yang terdengar sangat ‘cool’; ada nyawa pop yang bersinergi dengan punk disana. Anda tahu Gaga sedang menulis pesan untuk fans-nya disini. Satu track pamungkas dan bahagianya telah didaulat sebagai single kedua, The Edge of Glory tampil sangat klasik, khas pop rock era 80s. Kejutan lagi di tengah-tengah Gaga menyisipkan sebuah nyawa permainan saxophone yang sangat menggairahkan tema balad tersebut. Alhasil The Edge of Glory menjadi one of the best moment track di dalam kuping saya. Penggunaan saxophone untuk meracuni telinga kita memang sangat efektif. Terbukti pada track seriang ‘Hair’, Gaga menghiasi intronya dengan saxophone. Terakhir, track bertajuk Marry The Night melakukan pengulangan yang sama, nuansa pop yang keras, sayangnya tanpa bunyi-bunyian saxophone.

Tidak ada yang salah dengan Born This Way. Yang salah barangkali keambisiusan Gaga yang tersirat pada album ini. Menjadikannya sebagai album satu tingkat lebih masterpiece dari The Fame Monster. Sarat keinginan Gaga untuk menghidupkan nyawa musik pop dengan gayanya. Barangkali karena banyaknya pengaruh musik pop 80s-90s itulah yang membuat ciri khas Gaga (yang terbentuk di The Fame/Fame Monster) makin berkurang di album ini. Bagi saya, Born This Way belumlah dikatakan sebagai karya masterpiece Gaga. Kelahirannya memang sangat menyenangkan, dimana menawarkan sekumpulan lagu yang begitu ear-catching serta mampu menembus generasi pop kekinian. Meski begitu, album ini bisa saja melaju sebagai salah satu kandidat dalam daftar album musik terbaik tahun 2011.

3 thoughts on “Review: Album Born This Way (Lady Gaga)

  1. albumnya menurut saya lumayan.. bener, gak se-wah yg saya bayangkan. paling suka sama the edge of glory dan scheibe! memang gaga itu lagu2nya simpel tapi selalu bikin ketagihan ya haha

  2. menurut aku album GaGa disini terasa retro banget, single favorite saya the edge of glory, you and i dan Judas. Walaupun begitu banyak rumor yang mengatakan GaGa adalah seorang illuminati dsb, yang penting lagunya bagus dan enak didengar🙂

    • sy selalu kagum dgn kreativitasnya, dan disini soul dan suaranya benar2 seperti lady rocker era 80s, namun terkadang kreativitasnya itu tak mudah ditafsirkan begitu saja contohnya cover album ini, sy gak kecewa tapi heran aja, nyari2 drimana angle bagusnya wkwkkwkwk ya otak kita ama si gag kan beda ya tingkat kegilaan berkreativitasnya hehehhehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s