Awards

TOP 10 FILMS OF 2010


#deLupher’s Movie Choice 2010


Inilah akhir dari special posting #deLupher’s Movie Choice 2010, puncaknya dengan list top 10 films 0f 2010 versi saya (de lupher) ini. Bagi saya 2010 adalah tahun menonton yang lebih baik ketimbang 2009 lalu, entah saya tak mengerti kenapa yang jelas lebih menikmati karya-karya film setahun kemarin. Saya sendiri merasa masih banyak film produksi 2010 yang belum sempat untuk ditonton dan bahkan beberapanya telah mendapatkan atensi berlebihan saya. Semoga tahun 2011, selera dan waktu untuk menonton akan makin tersedia lebih banyak, sekaligus banyak variasi dan bagus dari segi kualitas. Tanpa berbelit-belit berikut top 10 films 0f 2010 yang saya hitung mundur, berikut mereka…..

 

 

 

{10}   THE SOCIAL NETWORK

[Directed by David Fincher]

 

Sulitnya rasanya menolak TSN masuk ke jajaran 10 besar ini, apa karena film ini dianggap sebagai film ‘overrated’? Tak juga salah! Bagi saya, skrip yang dihadirkan David Fincher telah mampu membawa TSN ke tataran ekskusif; dialog-dialog brilian, tegas, dan secepat kereta sinkansen itu membuat sosok Mark Zuckerberg yang diperakan Jesse Eisenberg begitu memorable. Akan ada saat-saat anda membenci sosoknya yang dingin itu atau malah cenderung mengagumi kejeniusannya, maka disitulah Jesse telah berhasil mendalami karakternya. TSN datang dengan ‘cast’ yang kuat, skrip nan renyah, editing yang rapi, serta komposisi musik yang wahh. Anda pun akan melabelinya film generasi kita, generasi facebook yang fenomenal itu.

 

 

 

{9}   RABBIT HOLE

[Directed by John Cameron Mitchell]

Satu hal yang paling membekas tentang John Cameron Mitchell dalam benak saya adalah karya ‘SHORTBUS’ –nya yang fenomenal dan kontroversial itu. Dan ketika dirinya membawa Rabbit Hole di tahun 2010, saya pun merasa di bawa ke aliran tangis nan deras. Ya, inilah film paling depresif sepanjang 2010, bak melihat duplikat Revolutionary Road yang dikombinasikan dengan House of Sand and Fog. Plot film ini menguraikan sebuah kesan traumatik yang enggan untuk berhenti, kehilangan yang kian mencabik, kemudian menenggelamkan anda pada sisi psikologis Becca (yang diperankan Nicole Kidman) serta Howie Corbett (Aaron Eckhart). Anda pun akan terpikat dengan totalitas Nicole Kidman, serasa membawa kita dalam penampilan keemasannya di the Hours dan Birth.

 

 

{8}  FOUR LIONS

[Directed by Chris Morris]

Siapa sangka dibalik keseriusan judulnya, film ini sukses mengocok perut saya hingga akhir. Entahlah, setiap karakter membawa perbincangan serius mereka dengan bumbu-bumbu jenaka, dimana dilengkapi tampang bodoh ‘sok serius’ mereka itu. Mereka berusaha menjadi seorang teroris amatiran, namanya juga amatiran semua rencana yang mereka persiapkan pun selalu berantakan. Film ini seolah menjadi tamparan bagi mereka yang suka kekerasan. Pada akhirnya kandungan cerita film ini ‘tak selucu’ eksplorasi dialognya karena eksperime-eksperimen bodoh mereka itu. Salut untuk Chris Morris yang membawa cerita film ini kedalam lini yang serius dan komedi satir yang mengocok perut. Saya pun menemukan satu kata ikonik dalam film ini “ Bro..Broo..Broo”. Film British yang ‘gaul’ bukan?

 

 

{7}   I AM LOVE

[Directed by Luca Guadagnino]

Guadagnino mempercantik khasanah cerita film ini dengan sebuah refleksitas kata cinta. Entah itu cinta adalah kerumitan atau kebahagiaan kekal, meski dalam hal sebuah perselingkuhan yang membuat Tilda Swinton kian membara penuh cinta. Swinton mempraktekan karismanya yang begitu kuat dalam film ini, berbahasa italia dengan aksen Rusia dan semangat cinta yang dirinya balut dalam setiap adegan. Film ini pun tak kalah cantik dengan Swinton, baik dari penataan artistik dan kostum; sungguh kamera Guadagnino menangkapnya dengan unsur-unsur estetik yang khas. Kecantikan sebuah cinta ala Italia pun disimbolisasikan dengan kuliner atau pesta makan, seolah setiapan masakan dan garnis adalah suatu yang seksi dalam film ini.

 

 

 

{6}   INCEPTION

[Directed by Christopher Nolan]

Jangan tanya saya jika anda bingung atau memiliki persepsi akan jawaban Inception milik Nolan ini. Karena begitulah film ini bekerja sebagai labirin mimpi dimana anda (penonton) yang siap merumuskan kunci pemecahannya. Film paling rumit dan (entahlah) pintar di sepanjang 2010. Fenomenal dari segi kerumitan plot dan pengolah visualisasi yang membuat saya pun terkesima. Banyak yang bilang karya Nolan ini merupakan gabungan the Matrix dan Memento. Apapun itu, saya begitu takjub bagaimana film ini mengajak untuk menguras sedikit kepintaran anda. Sebagai sebuah film yang rumit dan berat, toh Inception tetap mampu mengendalikan Box Office sebagai yang terlaris. Dengan demikian, bagi yang penasaran tebaklah sekali lagi ‘ending’ kabur film ini.

 

 

 

{5}   CATFISH

[Directed by Henry Joost & Ariel Schulman]

 


Mengesankan film ini lahir disaat TSN dielu-elukan, layaknya saudar seperjuangan dengan usungan bumbu yang sama. Catfish terlebih hanya sebuah film dokumenter yang bakal menempelkan stiker “GUE BANGET” dijidat kalian yang pernah merasakan hal yang serupa. Pertama menontonnya pun saya seolah dibawa dengan gaya ‘reality show’ yang mulai mengancam kepercayaan saya akan keotentikan film ini. Namun sepanjang film bermain ada hal yang ‘suprise’, miris, serta menggelikan dari kenyataan yang ditawarkan duo sutradara ini. Beginilah eksesitensi dunia facebook yang dapat mempengaruhi psikologis seseorang di dunia maya untuk cenderung mengganti identitasnya sebagai seseorang yang sempurna, jauh dari realita kehidupan dia sesungguhnya. Film ini berhasil menjadi daya tarik karena studi kasus sebuah pengaruh facebook bagi seseorang, mungkin anda mengalami hal serupa?

 

 

{4}   A Single Man

[Directed by Tom Ford]

 

Jangan melihat film ini hanya dari kacamata homoseksualitas yang diangkat Tom Ford. Bagi saya ada sebuah kemasan seni eksentrik yang dikombinasikan Ford dalam alur cerita yang amat ‘cengeng’ nan mendayu-dayu ini. Sebuah debut penyutradaraan yang sangat berani, Tom Ford memvisualisasikan film ini dengan sangat elegan, amat bergaya Wong-Kar Wai terutama dalam shoot slow motionnya. Apalagi dengan visual artistiknya, dimana menggunakan editing warna yang tak lazim sbagai simbolisasi sisi psikologis karakter George yang diperankan Colin Firth. Saat itulah saya berpikir, oh begini toh sentuhan seorang perancang busana terkenal itu. Alih-alih membuat saya kagum dengan pendalaman akting Colin Fith yang sayangnya tidak berbuntut kemenangan Oscar. Poin plus untuk film inilah adalah penataan komposisi musiknya yang digubah apik oleh Abel Korzeniowski didukung orkestra Shigeru Umebayashi. Sontak nuansa melankolis membanjiri ruang film ini dari awal hingga akhir, dan berpikir lagi layakkah ini untuk sebuah film gay? Sungguh masterpiece.

 

 

 

{3}   POETRY

[Directed by Lee-Chang Dong]

 

Maka serupa dengan judulnya, film ini pun mengalir sangat puitik. Terlebih Lee membuat sebuah karakter yang amat lucu dan penuh simpati. Apa keinginan seorang nenek di masa tuanya? Lee menjawabnya dengan seorang nenek yang ingin mewujudkan mimpinya menjadi seorang penyair. Sebuah hal yang jenaka, ketika si nenek yang diperankan Jung-hee Yoon ingin membuat sebuah puisi perdananya. Penelusuran sebuah objek inspirasi inilah yang menjadikan premis film ini mutakhir untuk  melahirkan pesan moral.

 

 

{2}   HEARTBEATS

[Directed by Xavier Dolan]

 

Satu lagi film dengan gaya Wong Kar Wai’s wannabe, dimana dibutuhkan selera seni untuk menghayati sisi sinematografi yang ditawarkan Xavier Dolan lewat ‘hujan’ over slow motion -nya (sangat over!). Inti cerita sesungguhnya fokus pada dua orang sahabat yang memiliki sebuah khayalan tinggi untuk merebut cinta seorang pria misterius yang mereka nilai sangat menawan. Disini sesungguhnya diselingi beberapa scene interview beberapa orang tentang pengalaman mereka dengan pasangan atau orang yang ditaksirnya. Cukup unik untuk memperkaya roman film ini yang cenderung eksentrik. Saya bilang film ini sangat perancis, dimana Xavier menonjolkan sisi karakter orang perancis yang fashionable dan berselera seni. Ah, bak etalase toko baju!

 

 

 

{1}   BLACK SWAN

[Directed by Darren Aronofsky]

 

Inilah salah satu ‘masterpiece’ di tahun 2010 yang berhasil merebut atensi berlebihan saya. Mulai terbius semenjak trailernya yang ‘hitam’ elegan hingga puncaknya saya merasa puas dengan hasil kreatif yang dipersembahkan Darren Aronofsky. Sebuah drama thriller yang memikat dari segi karakter seorang Nina Sayers, dimana Darren menyajikan Nina bak kue tiramisu nan polos, namun memiliki rasa tersembunyi didalamnya. Permainan sisi psikologis Nina lewat delusional -nya tersebut membuat plot-plot Black Swan serasa mencekam. Keindahan balet yang ditampilkan tak serta merta bermuara pada kata cantik, melainkan sebuah kemuraman ambisi. Saya sangat setuju dengan pendapat kalau film ini muram namun cantik. Darren Aronofsky merancang Black Swan dengan formula Whistler, namun dengan kengerian yang berlapis-lapis. Natalie Portman sukses merefleksikan seorang Nina Sayers, apalagi ketika Black Swan’s transformation yang memorable itu, sungguh cantik, hitam, dan liar.

 

 

Recap of the Top

Top 10 List of 2010

  1. Black Swan
  2. Heartbeats
  3. Poetry
  4. A Single Man
  5. Catfish
  6. Inception
  7. I am Love
  8. Four Lions
  9. Rabbit Hole
  10. The Social Network

 

*Special Honourable Mention* (For more details click here)

11.  127 Hours

12.  Toy Story 3

13.  Dogtooth

14.  Never Let Me Go

15.  Everyone’s Else

16.  The Ghost Writer

17.  Buried

18.  You Will Meet A Tall Dark Stranger

19.  Somewhere

20.  Mother and Child

21.  Animal Kingdom

22.  Shutter Island

23.  Please Give

24.  Scott Pilgrim vs. The World

25.  Winter’s Bone

26.  Easy A

27.  How I Ended This Summer

28.  The Kids Are All Right

29.  Lebanon

30.  Greenberg

One thought on “TOP 10 FILMS OF 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s