Awards

ROAD TO TOP 10 FILMS OF 2010 (11 – 30 is *SPECIAL HONOURABLE MENTIONS*)


#deLupher’s Movie Choice 2010 {part.3}


Yippiiee, dengan perasaan berbunga-bunga akhirnya saya menyelesaikan list film favorit atau terbaik di tahun 2010 menurut saya. Sungguh kebingungan yang teramat ketika merancang list ini, karena seringkalinya saya mengubah-ubah peringkat beberapa film lantaran setelah beberapanya ada yang ditonton berulang (2-3 kali) esensi kesan dan kenikmatannya ada yang luntur alias turun atau pun malah meningkat secara signifikan (-bahkan ada yang terlempar dari 10 besar meski saya coba untuk pertahankan). Kebingungan itu tak berhenti di poin tersebut saja, saya pun malah tak tahu harus mencantumkan judul apa untuk postingan ini. Awalnya (rencananya) saya ingin membuat top 10 film saja disertai honourable mentions, tapi malah bagian honourable yang saya tawarkan ini menggembung hingga 20 film. Reseknya lagi jiwa saya pun tak rela kalau memuat judul postingan ini sebagai TOP 30 FILMS OF 2010 (rasanya kurang cucok untuk kata TOP sampai ada 30 peringkat), dan ada pilihan lain untuk menamainya Best Picture of 2010 (tapi terlintas agak ‘gawat’). Akhirnya saya memutuskan untuk membagi dalam dua postingan saja, dimana peringkat no.11 sampai 30 saya kategorikan khusus untuk honourable mentions, sementara top 10 films of 2010 sesungguhnya bakal dirilis setelah postingan ini. Bukan maksud membuat penasaran, tapi sekedar biar gak mentok cuma sibuk menentukan judul postingan. Sedikitnya saya dapat menyimpulkan akibat kebingungan saya ini adalah memang banyak film-film yang saya tonton sepanjang 2010 (ada beberapa yang rilis dipenghujung 2009) sangat menarik dari segi cerita, penyutradaraan dan akting para pemainnya. Maka dari itu, selayaknya saya memberikan *Special Honourable Mentions* kepada 20 film yang hampir mengetuk hati saya untuk memasukkannya kedalam 10 peringkat paling bergengsi kategori film di de Lupher, berikut mereka:

 

30#   Greenberg [Noah Baumbach]

Dalam polesan komedinya, Ben Stiller dapat memukau dalam film seserius ini. Metamorfosanya sebagai seorang Greenberg yang sinis dan skeptik membawa kisah penemuan jati dirinya itu dalam arah yang kompleks, implisit dan cenderung memelankan plot. Noah Baumbach rasanya ingin memberikan karakter yang unik dan sulit untuk ditebak keinginannya, sekaligus memberikan kita hak untuk menghakimi Greenberg itu amat membosankan atau malah bakal merindukannya.

 

 

29#   Lebanon [Samuel Maoz]

Tentang empat prajurit yang mengoperasikan sebuah tank perang. Sensasi menontonnya pun tak kalah unik, karena sang sutradara lebih dominan memfokuskan setting film di dalam tank itu sendiri. Dengan ruang yang sempit, film ini mampu mengaduk sisi psikologis para prajurit. Membuat penonton merasakan nilai ketakutan dari segala emosi para karakter yang pasang surut. Scene terakhir film ini begitu manis, ketika potret tank tersebut berada di kebun bunga matahari; sungguh bukan film perang biasa.

 

28# The Kids Are All Right [Lisa Cholodenko]

Apalagi yang unik selain Annette Bening tinggal satu atap bersama Julianne Moore dengan status pasangan lesbian. Sementara kedua anaknya notabene hasil inseminasi buatan sedang mencari Mark Ruffalo ‘ayah biologis (pendonor) mereka. Alhasil, Lisa Cholodenko membikinnya menjadi drama komedi keluarga yang tampil spesial. Annete Bening lagi-lagi membuat saya terkesan.

 

 

27# How I Ended This Summer [Aleksei Popograbsky]

Dua pria jauh terasing di kutub utara demi sebuah tanggung jawab. Segalanya mencekam saat cuaca ekstrim pelan-pelan menguji nyali mereka. Emosi kedua karakter sekaligus penonton bakal terombang ambing, antara ketakutan, kesetiaan dan persahabatan. Sungguh takjub menikmati sinematografi ‘dingin’ serta atmosfer kesepian yang merongrong akting brilian kedua aktor.

 

 

26#   Easy A [Will Gluck]

Tahun 2010 membuat Emma Stone terkenal karena berpura-pura menjadi seorang yang ‘slut’. Berpura-pura mengencani temannya yang gay dan rumor hebat di ranjang dengan para pejantan sekolahnya. Membuat dirinya sukses mendeklarasikan imej nona ‘Awesome’ yang tampil seksi dan murahan. Dalam jalurnya sebagai komedi remaja, Easy A tergolong brilian menghadirkan humor yang cerdas serta skrip yang tak dangkal. Setidaknya seirama dengan Mean Girls yang meski ‘bitch’ tapi tak mudah untuk dilupakan.

 

25# Winter’s Bone [Debra Granik]

Ketika menontonnya anda bakal jatuh hati dengan totalitas Jennifer Lawrence. Seolah bintang baru ini menyulap Winter’s Bone dengan kedinginan dua kali lipat, penuh kesuraman, dan hampa. Maka sinematik musim dingin pun nampak mengerikan dengan segala misteri tentang ayahnya yang hilang.

 

 

 

24# Scott Pilgrim vs. The World [Edgar Wright]

Visualisasi menarik dari seorang Edgar Wright, dimana menyulap film ini dengan kombinasi gaya video game dan komik. Meski skripnya tidak luar biasa, namun humor-humor yang disajikan cukup mengesankan terlebih saya puas dengan jajaran ‘cast’-nya. Edgar Wright menstimulusnya menjadi hiburan yang tak mengecewakan.

 

 

23# Please Give [Nicole Holofcener]

Mungkin cocok dinamai komedi satir dengan premis kebesaran hati. Tentang seorang ibu yang melabelkan dirinya sangat murah hati, tentang putrinya dan sebuah jeans serta ayahnya yang entah apa motifnya tiba-tiba tergoda berselingkuh. Setiap plot terkesan menarik dan ringan, ditambah jajaran pemain yang tampil sederhana namun meyakinkan. Disaat inilah saya jatuh cinta pada kulit coklat-tanningnya Amanda Peet.

 

 

22#   Shutter Island [Martin Scorsese]

Kaget rasanya melihat film teranyar Martin Scorsese ini, yang secara genre dan gaya “enggak-dia-banget”. Bagi saya diluar dari segala kekurangannya, Scorsese memberikan sentuhan ajaib dari segi artistik dan sinematografi Shutter Island. Saya bisa merasakan betapa kuatnya semangat thriller yang diciptakan. Dan lagi-lagi sangat puas dengan akting Leonardo Di Caprio. Seolah selalu kolaborasi yang menarik antara opa dan cucu nya.

 

 

21# Animal Kingdom [David MichÔd]

Bagaimana tak terkesan dengan judul film Australia ini yang begitu metaphor puitik. Dimana refleksitas judul yang dijalin kedalam skrip menghasilkan plot-plot yang langsung memuat penasaran saya berdiri. Malah ceritanya sendiri berjalan tanpa unsur kekerasan serta kekejaman; kebringasan seorang manusia nampak begitu kalem namun diam-diam mendidih tajam. Terlebih seorang nenek yang diperankan Jackie Weaver begitu ikonik dan menyimpan sejuta misteri dibalik senyum mematikannya itu.

 

20#   Mother and Child [Rodrigo Garcia]

Lagi-lagi Annette Bening membuat saya terpukau dengan aktingnya, meski diakui film ini berjalan amat lambat. Karena Rodrigo Garcia begitu pintar membius plot-plotnya, seolah tak ingin menghilangkan sehelai pun intensitas cerita. Puncaknya, menawarkan segala keindahan, pesan moral, dan biru yang menenangkan.

 

 

 

19#   Somewhere [Sophia Coppola]

Ada titik ketenangan ketika menyentuh karya Sophia Coppola ini. Tak terlalu banyak bicara, bisa dibilang tanpa plot yang jelas, namun mengalir begitu tenang bak sungai yang menjangkau hulu nan jauh; tak juga dapat dikatakan datar begitu saja. Sofia tanpa ragu memelodramatiskan kisah ini dalam artian begitu tenang untuk mencapai sebuah momentum kebahagiaan, padahal atmosfer yang ditawarkan terasa sangat sunyi dan implisit. Entah bagaimana menerjemahkannya, Somewhere tetap tak jauh dari identitas style seorang nona Coppola.

 

18#   You Will Meet A Tall Dark Stranger [Woody Allen]

Woody Allen akan selalu menjadi yang unik bagi saya, begitupula karya teranyarnya ini meski cenderung biasa namun tetap merayu dengan gaya-gaya Allen yang khas. Begitulah film ini berjalan dengan narasi yang unik, kesan artistik yang unik, dan latar musik yang unik. Dialog-dialog yang manis serta jajaran pemain yang meyakinkan. Bukan karya Allen yang begitu eksentrik, tapi tetap menggoda mata.

 

 

17# Buried [Rodrigo Cortes]

Sensasi menonton yang tak lazim, dimana anda akan turut tersiksa seperti halnya Ryan Renolds. Tersiksa disini dalam artian positif karena tak biasanya kita disodorkan dengan film yang hanya bermodalkan peti mati, seorang aktor, senter, pematik, dan blackberry. Hasilnya trauma klaustropobik yang merajarela setelah menontonnya. Bakal berharap anda selalu mengantongi BB disegala kesempatan.

 

 

16#  The Ghost Writer [Roman Polanski]

Roman Polanski mengejutkan saya dengan The Ghost Writer yang sebelum perilisan pertamanya malah tidak terlalu dielu-elukan. Diluar bayangan malah membuyarkan pikiran skeptis tentang nama para pemain dan trailernya yang kurang meyakinkan, ternyata hasilnya film thriller yang menegangkan, plot nan apik, dan pengeksekusian ending yang ajaib. Layaknya kata GHOST dalam judulnya senada dengan visualisasi film adaptasi novel ini yang begitu dingin dan misteri.

 

15# Everyone’s Else [Maren Ade]

Bak menonton sekuel Before Sunrise dan After Sunset, manis rasaya menyimak pasangan muda seperti Gitti dan Chris yang dibanjiri lautan cinta. Tanpa henti-hentinya mereka berdua memekarkan keintiman dan menyimpulkan senyum kecil di wajah kita. Namun, mereka hanya pasangan biasa dan seperti biasa kepahitan pun datang menghampiri perihal masalah prinsip, karir, hingga keyakinan tentang cinta. Benar-benar murni tentang romantika ‘dunia mereka yang cuma milik berdua’.

 

 

14# Never Let Me Go [Mark Romanek]

Realita nan ganjil yang ditawarkan Kazuo Ishiguro dalam novel Never Let Me Go, membuat film adaptasi Mark Romanek ini mengalir begitu haru dan depresif. Meski dibumbui kesan sci-fi, malahan film ini cenderung drama (saja). Ketertarikan saya bukan hanya pada cerita serta sinematografi, melainkan pula pada nomer-nomer music iringan oleh Rachel Portman yang super melankolis. Selebihnya Carrey Mulligan menarasikan kisah ini begitu parau.

 

 

13#   Dogtooth [Yorgos Lanthimos]

Ingin sekali membenturkan kepala ke dinding berkali-kali, ketika menonton Dogtooth. Sungguh keganjilan yang luar biasa telah memasuki batas rasionalitas kita, dimana anda harus menelan kenyataan tentang keluarga yang mendidik anaknya (sudah dewasa) dengan cara tak lazim. Anda akan melongok, anda akan takut, anda akan bingung kemudian bakal bergumam ‘woww’. Originalitas cerita yang amat ekstrim dan langka.

 

 

12#   Toy Story 3 [Lee Unkrich]

Babak terakhir petualangan Woody cs ini kontan mengucurkan banyak liter haru akan sebuah persahabatan sejati dan kesetiaan. Anda bakalan rindu bernostalgia kembali dengan mainan-mainan kesayangan anda sedari kecil. Bagaimana lagi mengatakannya? Mereka (para mainan) sungguh ‘masterpiece’ di layar lebar.

 

 

 

11# 127 Hours [Danny Boyle]

James Franco telah membuat saya merinding disko dan miris melihat adegannya saat memotong tangan kanannya seperti hal yang dilakukan Aron Ralston untuk menyelamatkan dirinya. Franco mampu menerjemahkan sisi psikologis seorang Aron Ralston yang terjebak dalam klaustrophobia serta kesempatan hidup nan menipis. Salut dengan kinerja Danny Boyle yang lagi-lagi membuat kita terkesima setelah Slumdog Millionaire yang fenomenal itu. Satu hal lagi, dua jempol untuk perekrutan A.R Rahman untuk memberikan nomer-nomer musik iringan yang cantik dan bergaya etnik.

 

 

 

ps:  TOP 10 films of 2010 will be continued…..

2 thoughts on “ROAD TO TOP 10 FILMS OF 2010 (11 – 30 is *SPECIAL HONOURABLE MENTIONS*)

  1. Horee abang Andy..!!! Pilihannya suer buat curious soalnya jagoan jagoanQ pada masuk ke honorable mention..Qiiqiqiqi… Greenberg nyaris banget ya didepak..hehehe

  2. Pingback: TOP 10 FILMS OF 2010 « de Lupher

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s