Uncategorized

NEVER LET ME GO (2010): Jeritan Merdu Jiwa-Jiwa Yang Singkat


Film NEVER LET ME GO. Directed by Mark Romanek. Cast Carey Mulligan, Andrew Garfield, Keira Knightley, Sally Hawkins, Charlotte Rampling. Genre Drama, Sci-fi, Mystery & Suspense. Runtime 103 minutes. Distributed by Fox Searchlight Pictures.

(****)


Entah bagaimana seorang Kazuo Ishiguro menjalin plot-plot “manis” nan penuh luka dengan -balutan sci-fi yang amat ganjil didalamnya, hasilnya tak kalah dengan masterpiece sebelumnya Remains of The Day. Never Let Me Go menjadi novel itu yang bertengger di jajaran 100 novel terbaik 1923-2005 versi majalah Time. Atmosfer melankolis amat ketara dalam ruang ‘Never Let Me Go’, Ishiguro menyeret isu kemanusiaan, kloning, hingga kisah cinta abadi dalam set imajinasinya. Begitupula yang terjadi pada Mark Romanek dalam memfilmkannya tak mampu lepas dari unsur mengaharu biru dan kelam.

Sesungguhnya ‘warna kelam’ itu sedang memerhatikan tawa riang anak-anak dari dinding-dinding sekolah Hailsham. Namun pada akhirnya kekelaman itu pun makin pekat, ketika anak-anak mengetahui kenyataan pahit tentang hidup mereka. Mereka hanyalah sebuah rekayasa teknologi yang rumitnya disebut kloning, dimana memiliki tugas kemanusiaan untuk mendonasi seluruh organ vital dalam tubuhnya untuk para resipien yang telah ditentukan. Layakkah mendeklarasikan ini sebagai kemanusiaan? Ketika mereka pun juga ingin memiliki beberapa tahun lagi untuk hidupnya. Berbagai perspektif pahit dan rasa emosional pun dicuatkan Ishiguro dalam karakter sentral yang difokuskan pada seorang Kathy H (Carey Mulligan). Di awal film saja Kathy H telah memprologkan kisah ini dengan muram, bagaimana rasa cintanya yang kekal kepada Tommy (Andre Garfield) harus terhalang oleh penghianatan temannya sendiri Ruth (Knightley) ditambah kenyataan bahwa takdir hidup mereka tidak akan lama sebagai manusia kloning. Anda pun akan mengetahui kemana cerita ini bakal bermuara.

Brilliantnya adalah skrip adaptasi yang ditulis Alex Garland mampu merefleksikan plot-plot muram Never Let Me Go yang dirancang oleh Ishiguro dengan mulus. Nuansa melankolis begitu terasa, sehingga sempat melupakan bahwa dunia yang ditawarkan Ishiguro serasa ganjil dalam realita. Ingin sekali membuang akar sci-fi dan memandang cerita ini hanya dari sudut drama saja. Sci-fi yang ditawrkan sesungguhnya tidaklah terlalu sci-fi, hany sekedar bumbu pelengkap saja, sama halnya kita bisa bandingkan dengan sci-fi the Island -nya Michael bay.

Bicara tentang jajaran pemain rasanya sangat kagum melihat ‘wajah-wajah’ familiar Inggris berkumpul dalam film ini. Carey Mulligan tentu tak terpatahkan menjiwai Kathy H, apalagi sosok Ruth yang ditampilkan Keira Knightley. Sementara Andrew Garfield tak jua mengecewakan apalagi setelah terpukau lewat penampilan Mr. Saverin “TSN“ miliknya, disini dia sangat emosional.

Sang sutradara, mark Romanek pun lihai menghadirkan visualisasi serta penataan artistik sinematografinya yang mampu merangsang atmosfer miris ketika menontonya. Saya pun malah terbawa-bawa nikmat oleh dentingan aransemen musik ‘masterpiece’ seorang Rachel Portman. Beliau menjadikan score Never Let Me Go sangat sayang ditolak untuk masuk dalam jajaran terbaik sepanjang 2010 lalu. Setiap tema musik yang digubahnya mampu membangkitkan nilai emosional dalam setiap scene yang diciptakan Romanek. Menjadikan Never Let Me Go sebagai jeritan merdu dari kegelapan yang terlalu singkat untuk jiwa-jiwa yang dirundung cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s