Uncategorized

KRAMER VS KRAMER (1979): Drama Tuan dan Nyonya Kramer


Film Kramer Vs Kramer (1979). Directed by Robert Benton. Starring Dustin Hoffman, Meryl Streep, Justin Henry, Jane Alexander. Genre Drama. Runtime 105 minutes.  [Columbia Pictures]

(****)

“I woke up this morning, kept thinking about Billy and I was thinking about him waking up in his room with his little clouds all around that I painted and I thought I should have painted clouds downtown because then he would think that he was waking up at home. I came here to take my son home. And I realized he already is home.”

-Joanna Kramer-

Entah kemana hilangnya nyawa sebuah cinta. Betapa romantisnya dahulu ketika memupuknya, mengikatnya, hingga berujar sehidup semati selamanya. Tiba-tiba saja cinta itu menjadi personifikasi sebuah keraguan, manakala penderitaan dan kerapuhan hati dijadikan dalih dari sebuah keraguan cinta itu. Begitulah yang dirasakan Joanna Kramer (Meryl Streep) yang tiba-tiba mendapati dirinya lelah untuk mencintai sang suami, Ted Kramer (Dustin Hoffman). Ruang cinta yang disisakan Joanna kepada Ted hanyalah sebuah kekosongan belaka yang ditabur keraguan. Maka pada suatu malam, Joanna membisiki selamat tinggal kepada sang putra semata wayang sambil mengecupi dahi Billy-nya itu dengan penuh kepiluan. Ya, Joanna bertekad untuk keluar dari kehidupan rumah tangga yang dulu pernah disusunnya apik bersama Ted Kramer. Di sisi lain, Ted merasakan guncangan hebat dari keputusan Joanna. Serasa ada pemikiran asing dari Joanna yang tak bisa diterima Ted secara lahir dan bathin. Bagaimana bisa seorang ibu meninggalkan anaknya begitu saja hanya demi pelarian psikologisnya? Bagaimana bisa seorang istri yang dicintainya mengatakan rumah tangga mereka yang baik-baik saja itu bak penjara bagi diri Joanna? Seberapa banyak keinginan Ted memecahkan alasan-alasan Joanna, makin banyak pula kebimbangan hati serta pikirannya berkecamuk murka.

Situasi pun berubah kompleks ketika Ted harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa dirinya menjadi seorang single parent untuk Billy. Disanalah kasih sayang seorang ayah mulai diuji. Pada awalnya keadaan makin tak terkendali, emosi Ted meledak-ledak lantaran dua kepentingan yang dibenturkan tiba-tiba. Dia harus memilih prioritasnya secara instan ‘Billy atau Karier?’. Namun dengan mudah ditebak, hubungan Ted dengan Billy pun makin berjalan harmonis. Siluet-siluet seluloid manis ayah dan anak tersebut akan membuat penonton tersenyum kecil. Keluguan cinta Billy dan kesungguhan kasih seorang ayah menjadi muatan refleksi paling utama dalam drama ini. Sayangnya, setelah sekian lama Joanna baru berani menunjukkan batang hidungnya. Apalagi dengan niatannya untuk mengambil hak perwalian Billy dari tangan Ted. Joanna bak menuangkan air keruh kedalam hubungannya dengan Ted dan Billy. Disinilah Kramer vs Kramer mulai memanas. Konfliknya mampu menguak pengorbanan dan keteguhan hati seorang ayah, melankolia pengakuan seorang ibu, dan keluguan seorang anak.


Kramer vs Kramer hanyalah sebuah drama dengan kandungan cerita yang terbilang sederhana. Tersimpan elemen-elemen egoistis dari sebuah perceraian, keteguhan hati, dan pengorbanan untuk seorang anak. Pesannya sangat bermakna tentang bagaimana seorang anak terkena imbas dari perceraian orang tuanya. Film ini benar-benar memanfaatkan emosi para karakter dan pengeksekusian plot yang konstan hingga akhir. Sang sutradara Robert Benton berhasil membuat film ini menjadi karyanya yang paling penting. Cerita Kramer vs Kramer aslinya diangkat dari sebuah novel berjudul serupa karya Avec Corman. Meski dengan ide cerita dan ending yang cukup klise, jika ditonton pada era kekinian. Kramer vs Kramer malah ingin menunjukkan bahwa kesederhanaan cerita yang dimilikinya mampu menyentuh penonton. Karakterisasi Ted Kramer yang dimainkan Dustin Hoffman memang paling sentral dan paling berpengaruh dalam menciptakan sisi emosional film ini. Sisi kebapak’an yang dimunculkannya begitu menggelitik seiring rasa emosional yang kian dikuras didalamnya. Beberapa adegan malah mampu mempermainkan perasaan penonton untuk bersimpati pada situasi karakternya tersebut. Kolaborasi yang amat manis ketika karakternya berhadapan dengan Billy yang diperankan Justin Henry. Billy memang sosok anak yang lugu, yang nyatanya cukup pintar dalam menerjemahkan situasi keruh antara Mr & Mrs Kramer. Tentunya tetap tidak meninggalkan sifat manja khas usianya yang kadang membuat Ted meradang kesal.

Sementara bagaimana dengan karakter Joanna Kramer? Tentu saja bagi penonton memang sangat sulit untuk bersimpati pada seorang wanita yang tiba-tiba memutuskan meninggalkan rumah, suami, dan anaknya dengan alasan yang tak jelas. Begitu pula ketika sebuah pengakuan dan fakta-fakta meluncur dari mulutnya membuat karakter Joanna ini sulit untuk dimengerti kondisi psikologis dan hatinya. Meryl Streep sukses membawa sosok melankolia seorang Joanna dalam dirinya. Karakternya memang hanya muncul di bagian prolog dan secara penuh pada konflik dan penghujung film. Namun, Meryl Streep dengan tepat memaksimalkan peformanya tersebut. Dia pintar membentuk air muka Joanna yang gelisah, depresi, penuh kesedihan yang terpendam, namun disisi lain begitu sangat rumit ketika menengok berbagai alasan yang diutarakannya.

Tak ayal Kramer vs Kramer meraih banyak Oscar baik dari segi akting maupun kualitas cerita. Entah dari pancaran kesederhanaan ceritanya yang kadang dilirik amat klise ini tak disangka mampu meraih Best Picture. Apalagi film ini menjadi film pertama yang memenangkan Oscar bagi Meryl Streep. Dan tentunya sosok Ted Kramer sebagai salah satu peran fantastis dalam sepanjang karier Dustin Hoffman. Kramer vs Kramer, sungguh sebuah masterpiece drama yang menyentuh relung hati anda.

2 thoughts on “KRAMER VS KRAMER (1979): Drama Tuan dan Nyonya Kramer

  1. Film ini berhasil menangkap semangat jaman pada saat itu yakni masa dimana perempuan mulai berani keluar rumah untuk mengembangkan potensi diri. Kondisi sosial yang ada nyatanya sangat berpengaruh terhadap paradigma seseorang dalam berumah tangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s