Movie Review

The Ghost Writer (2010) : Si ‘Anonymous’ & Rahasia Intrik Perpolitikan


Film The Ghost Writer. Directed by Roman Polanski. Cast Ewan McGregor, Pierce Brosnan, Kim Cattrall, Olivia Williams, Tom Wilkinson, Timothy Hutton, James Belushi. Screenwriter Robert Harris & Roman Polanski. Genre Drama/Mistery/Thriller. Runtime 128 minutes. [Summit Entertainment]

(****)

“Profesinya sangat unik, sebagai seorang penulis dirinya kerap membantu dalam merampungkan autobiografi milik tokoh-tokoh ternama. Lucunya, nama sang penulis tidak pernah dicantumkan dalam buku. Maka dari itu dirinya sering dijuluki Ghost Writer”.

Kombinasi menarik dari bumbu intrik dunia politik dan misteri yang pelik ini mampu memuat ide cerita yang kompleks dan mendebarkan. Tak terbantahkan lagi, Robert Harris lewat novel Ghost miliknya berhasil menghadirkan konflik yang maha-dahsyat berdasarkan daya imajinasinya mengenai ritme politik di Inggris yang dikaitkan dengan konspirasi, hubungan billateral, dan peperangan di Timur Tengah. Nah, giliran Roman Polanski menerjemahkan bahasa tutur Haris kedalam visualisasi pita seluloid yang dari judulnya dibuat sedikit berbeda dengan novel.

Ghost Writer adalah peran Ewan McGregor yang berprofesi sebagai penulis bayangan dimana sedang ditugaskan untuk merampungkan sebuah autobiografi milik mantan perdana menteri Inggris Adam Lang. Sebenarnya Ghost hanya tinggal memperbaiki memoar Adam Lang tersebut yang sebelumnya sudah setengah jadi dikerjakan oleh penulis Ghost terdahulu, namun sang penulis Ghost tersebut tiba-tiba meninggal misterius begitu saja. Untuk melakukan penelitian dan perampungan tulisan biografi tersebut, Ghost menjadwalkan dirinya untuk berada di rumah pantai, kediaman Adam Lang. Selama pengerjaan buku, Ghost bersinggungan dengan sejumlah fakta yang menyeretnya kedalam sebuah misteri seorang Adam Lang. Segala rahasia kehidupan Adam Lang mau tak mau mengancam kehidupan Ghost. Apalagi dalam waktu yang bersamaan pula terungkap ke publik bahwa mantan perdana menteri Inggris tersebut terlibat dalam kasus kejahatan perang. Berbagai macam pemrotesan dan berita-berita miring di media yang menyudutkan Adam Lang, membuat Ghost makin penasaran dengan kebenaran serta rahasia yang disembunyikan Lang. Alhasil, Ghost tidak hanya berlakon sebagai seorang penulis bayangan disini melainkan juga terkonsentrasi penuh menginvestigasi bak detektif. Tidak ada bumbu cinta yang melengkapi The Ghost Writer, namun kehadiran Ruth Lang, istri Adam Lang yang berhasil merayu Ghost yang sedang penuh kegalauan dan rasa penasaran, makin membuat penonton bertanya-tanya apakah Ruth adalah sosok yang sesuai dilukiskan dari raut wajah, tingkah laku, dan perkataannya.

Roman Polanski membawa Ghost Writer dengan pendalaman peran para karakter sentralnya yang begitu jelas ketara. Dalam Ewan McGregor karakter Ghost yang supel dan agak menjengkelkan ini mampu membawa film penuh dengan ketegangan lewat sudut pandangnya tentang cara Ghost menyelidiki kehidupan Adam Lang dan kenekatannya untuk menerobos teki-teki yang berbahaya itu. Sementara Pierce Brosnan dengan karakter Adam Lang tampil cukup meyakinkan dan penuh wibawa. Sekilas karakter rekaan Rob Harris ini mirip dengan sosok mantan perdana menteri Tony Blair. Begitu pula dengan kehidupan politik yang ingin ditampilkan Harris sangat mengena pada karakter Lang tersebut. Olivia Williams tampil penuh pesona sebagai Ruth dengan dialog-dialog tegas, argumentasi yang keras perihal politik, dan kepedulian terhadap sang suami. Namun Ruth malah mengarahkan penonton pada sebuah misteri tersendiri. Dimana secara mengejutkan semua plot yang penuh teka-teki ini bakal dibebankan pada pundak Ruth.  Kejutan! Kim Catrall yang lebih terkenal sebagai Samantha Jones di Sex and The City juga mendapat peran sebagai salah satu staf assisten Adam Lang. Kim mampu melakoninya sebagai pribadi yang serius serta asisten yang terampil dan ketus.

Ketertarikan dengan nama Roman Polanski sebagai sutradara kondang di Eropa selalu saja membuat kita berpikir bahwa semua filmnya merupakan rekomendasi terbaik. Masterpiece terdahulunya adalah Chinatown (1974) dan Rosemary’s Baby (1968), sementara The Pianist menjadi salah satu film favorit saya sepanjang dekade. Lalu bagaimana dengan The Ghost Writer? The Ghost Writer dapat dikatakan lebih baik dari karya terakhir Polanski sebelumnya yaitu Oliver Twist, namun dapat pula dianggap belum mencapai titik tertinggi jika disetarakan dengan masterpiece beliau yang sudah saya sebutkan. Namun setidaknya The Ghost Writer dapat memuaskan hati bagi penggemar Polanski. Naskah cerita yang baik serta plot-plot yang dieksekusi secara apik memberi roh yang kuat dalam The Ghost Writer. Meski teka-teki yang ingin disodorkan ke penonton tidak divisualisasikan dengan jalan yang cukup rumit, intensitas ketegangan yang dihasilkan hingga mencapai ending cukup terjaga. Salut kepada Rob Harris yang mampu menciptakan unpredictable ending. Tentu saja bagi saya sendiri endingnya masih saja belum mampu memutuskan urat pertanyaan yang masih mengganjal dari susunan cerita yang dipaparkan. The Ghost Writer bak bayangan yang melintas di labirin, ingin mencapai kebenaran yang toh akhirnya tidak menghapuskan sosoknya sebagai seorang anonim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s