Movie Review

Everybody’s Fine : Because Family is Priceless


Film Everybody’s Fine. Directed by Kirk Jones. Starring Robert De Niro, Sam Rockwell, Kate Beckinsale, Drew Barrymore. Genre Drama, Comedy. (Miramax). Runtime 99 minutes

(***1/2)

“Bagi Frank butuh 300.000 meter kawat kabel telepon untuk menjadikan keempat anaknya sukses seperti sekarang…..”

Momen berharga bagi seorang ayah sekaligus duda seperti Frank hanyalah kehadiran keempat anaknya di hari Natal. Apalagi mengingat Rosie, Amy, David, dan Robert tidak pernah mengunjungi Frank belakangan ini. Meski begitu Frank memakluminya, bahkan dia selalu percaya bahwa kekurang perhatian anak-anak terhadapnya dikarenakan terlalu sibuknya mereka dengan karir dan kehidupan pribadi yang mereka jalani. Di mata seorang ayah, Frank sangat bangga akan kesuksesan yang telah diraih anak-anaknya. Sampai pada suatu ketika Frank memiliki niat untuk menyambangi kediaman Rosie, Amy, David, dan Robert secara diam-diam untuk memberikan kesan kejutan. Maka dimulailah perjalanan seorang pria tua dari satu kota ke kota berikutnya demi menyaksikan sekilas kehidupan anak-anaknya, apakah sesuai seperti yang dia bayangkan? atau malah ‘kenyataan pahit’ yang mengejutkan hidupnya?

Everybody’s Fine membingkai drama seorang Frank dengan frame-frame yang menyentuh. Setiap pertemuan Frank dengan anak-anaknya memiliki kesan yang begitu mengharu-biru lewat siluet masa kecil mereka masing-masing yang membaur dalam pandangan Frank. Air muka Frank yang benar-benar mendiskripsikan seorang ayah yang bangga akan kesuksesan anak-anaknya  langsung membuat atmosfer romantik ketika menontonnya. Tentunya yang paling menggetarkan ketika Frank mengingat percakapannya bersama masa kecil Rosie, Amy, David, dan Robert mengenai masa depan mereka kelak. Penonton seakan diajak untuk merayakan kebanggan dari kacamata seorang ayah seperti Frank. Namun tak urung Frank menemukan banyak kepahitan di sepanjang pertemuannya dengan keempat anaknya tersebut. Kepahitan yang tidak ingin Frank bagikan kepada penontonnya, malah air mukanya selalu saja terlihat segar tanpa terlihat menyembunyikan sebuah ganjalan.

Menyaksikan Everybody’s Fine seperti sebuah pelajaran hidup yang layak diserap rapat-rapat dalam hati kita. Bahwa keberadaan sosok seorang ayah sangat berpengaruh besar bagi perjalanan kehidupan kita kelak. Bahkan bagi seorang anak adalah sebuah tanggung jawab yang cukup besar untuk membanggakan ayahnya dengan sebuah kata ‘kesuksesan’ dan kehidupan pribadi yang perfek. Disitulah nilai-nilai Everybody’s Fine berjalan, mencoba merasuk ke perspektif penonton yang barangkali seorang ayah maupun seorang anak. Terlebih dahulu Everybody’s Fine membawa anda kedalam karakterisasi anak-anak Frank yang nampak tak begitu peduli dengan kunjungan kejutan ayahnya. Sempat di bagian-bagian cerita seperti itu membuat saya kesal dan sakit. Saya tak percaya keempat anaknya menganggap kehadiran ayahnya yang sudah tua apalagi mengunjungi mereka dari perjalanan jauh bukanlah sebuah hal yang istimewa bagi Rosie, Amy, David, dan Robert. Sampai pada akhirnya barulah saya mengerti bukan ketidakpedulian itu yang dimaksudkan keempat anaknya tersebut. Melainkan sebuah kenyataan yang dirahasiakan rapat-rapat hingga mengejutkan Frank di akhir cerita.

Sangat menguras emosional, namun Everybody’s Fine tidak membungkus cerita ini dengan alur melankolis yang cengeng. Meski diakui secara keseluruhan film arahan Kirk Jones yang lebih dikenal sebagai sutradara Nanny Mcphee (2005) ini  lebih banyak takaran dramanya. Bumbu komedi yang ditawarkan justru lebih sering muncul dalam karakterisasi Frank sebagai ayah yang kolot dan banyak bicara. Di sepanjang perjalanan, Frank berbicara dengan orang-orang yang baru dikenalnya mengenai anak-anaknya. Selain itu dia kerap mengambil gambar anak-anaknya dengan kamera film konvensional. Karakterisasi Frank yang begitu supel seperti itu berhasil dilakoni Robert De Niro dengan memukau. Aktingnya benar-benar diberkati dengan pembawaan yang natural, tak berlebihan sedikit pun. Bahkan beberapa scene yang mencoba mempermainkan rasa haru Frank. Disana Robert de Niro tidak mencoba untuk menangis namun lebih mentransfer kesedihan tersebut ke mata penonton sehingga penontonlah yang menakar seberapa harunya hati seorang Frank. Sebuah peforma sederhana seorang de Niro yang patut diperhitungkan dalam nominasi Oscar. Disamping itu Everybody’s Fine didukung oleh deretan nama-nama besar seperti Drew Barrymore, Kate Beckinsale, dan Sam Rockwell yang masing-masing memerankan Rose, Amy, dan Robert. Memang peforma mereka tidaklah begitu istimewa mengingat mereka harus membagi porsi masing-masing scene untuk memerankan ketiga anak Frank tersebut

Everybody’s Fine sesungguhnya merupakan remake dari film Italia berjudul Stanno Tutti Bene (They Are Fine) tahun 1990. Film tersebut sempat memenangkan The Prize of the Ecumenical Jury bahkan pula masuk daftar nominasi Golden Palm dalam ajang Festival Film Cannes tahun 1990. Nilai tambah Everybody’s Fine yaitu mampu mengajak penontonnya tersentuh dengan perjalanan seorang pria tua. Everybody’s Fine dibalut dengan begitu manis dan atmosfer yang ceria. Lebih dari itu Everybody’s Fine akan mengantarkan anda dalam menemukan arti sebuah keluarga. Kali ini lewat kawat-kawat kabel telepon yang dia lapisi PVC, Frank telah menemukan arti utuh sebuah keluarga yang tidak ternilai itu.

2 thoughts on “Everybody’s Fine : Because Family is Priceless

  1. Berkunjuuung..
    wah postingannya keren sayangnya belum berkesempatan tuh buat nonton penampilan kakek Niro Qu itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s