Movie Review

BIONIC : Xtina, Si Wanita Android Bermain Musik ElektonicPOP-Sound


Album : BIONIC
Penyanyi : Christina Aguilera
Label : RCA

stars: (***)

Dari seorang gadis baik-baik ‘Genie In The Bottle’ seketika membrontak lewat ‘Stripped’ yang liar dan nakal, kemudian menjelma kedalam sosok Aretha Franklin yang berambut Marylin Monroe, nah sekarang apa lagi ya?? Hah wanita robot?!

Christina Aguilera menanggalkan aksi swing-nya dari Back To Basic guna merasuk kedalam album keempat yang merombak besar-besaran musikalitas dan penampilannya. Xtina menyebut album terbarunya BIONIC (baca: bay-o -nik), dimana anda akan mendengar bunyi-bunyian yang tidak lumrah dari seorang Xtina. BIONIC adalah musik dengan suara mesin-elektronik yang dikombinasikan dengan suara emas sang diva. Konsep yang sangat menarik apalagi Xtina dengan kreatif merevolusi bionic kedalam gaya dandanan dan berbusananya seolah-olah dia seorang android ‘setengah manusia-setengah robot mesin’. Bisa dilihat dari tampilan design cover albumnya patut diacungi jempol. Namun tidakkah anda akan berpikir dia terkesan ingin menyaingi Lady Gaga?

Bolehlah anda menganggapnya seperti itu karena mengingat memang terjadi aksi perbandingan Gaga vs Xtina diantara fans mereka masing-masing. Apalagi ditambah musik dan style Xtina kali ini hampir mengarah ke sifat GAGAING (saya menyebutnya seperti mengadaptasi gaya Gaga). Jika ditelusuri anggapan seperti itu tidaklah selalu benar, coba tengok album-album Xtina kebelakang, dirinya memang selalu punya konsep, invensi, dan inovasi di setiap karyanya. Album self-titled di tahun 1999 memang masih mendiskripsikan sebagai album pencarian jati diri, namun ketika Stripped hadir style-nya pun mengalami perubahan besar dari gadis baik-baik menjadi wanita nakal yang doyan tampil topless di berbagai majalah kondang. Kemudian ketika Back To Basic rilis, Xtina menawarkan musik dan retro fashion style ala Marylin Monroe yang bermain swing-jazzi. Kesimpulannya music dan fashion adalah satu paket album Xtina, dimana dia akan mendeskripsikan style-nya sesuai dengan tema di album-album nya. Ketika BIONIC rilis, saya tidak terlalu kaget dengan musiknya, karena sebelumnya format seperti electronicpop-sound ini pernah muncul di album The Decade of Hits: Keeps Gettin Better. Album tersebut merefleksikan dirinya sebagai ‘wonder women’ dengan recycle yang amat buruk di lagu Beautiful dan Genie in the Bottle dibikinnya bersuara seperti mesin rusak.

BIONIC dirilis dengan dua versi: versi biasanya hanya berisi 18 tracks sememtara deluxe edition ditambah 5 tracks lagi. Banyak kritikus dan media beropini pedas tentang album nekatnya ini, salah satunya Xtina gagal untuk pemilihan single pertama “Not My Self Tonight” bahkan tidak terlalu kuat untuk masuk chart-chart musik bergengsi. Meski Xtina membawa sex-appeal dan desahan sexynya masuk ke dalam single ini, namun dari segi musikalitas tak mampu memberi kekuatan untuk performa suara emasnya. Musik di bagian refrain juga kurang nendang di telinga, maka dari itu untuk single pertama kurang sakti madraguna. Malahan WooHoo yang didaulat sebagai promotional track terdengar lebih catchy lewat duet bersama Nicky Minaj. Mendengar WooHoo seperti mengemut gula-gula, manis-lucu-ngegemesin liriknya. Track Bionic sebagai intro di album ini tidak terlalu buruk, efek-efek recording yang menyatu dengan musiknya membikin lagu ini bermain sangat kuat dan kupinggenic. Benar-benar mampu mendiskripsikan lagu robotic (electropop sound efect) yang tidak mengganggu di telinga.

Saya tidak bisa menikmati track sejenis Elastic Love, My Girls, dan Birds of Prey yang efek electro-sound music nya sangat tidak akrab dengan telinga saya dari awal hingga akhir lagu tersebut. Track Desnudate tampil beda dengan kombinasi lirik Inggris dan Spanish amat pas dipadukan oleh tempo dance. Track Sex For Breakfast, tampil sangat kalem dan groove, dimana suara Xtina bermain sangat lembut meski tidak cenderung ballad. Vanity, I Hate Boys, dan Primadona adalah track-track up-beat yang diproduseri Tricky Stewart, Polow da Don, Le Tigre dan Ester Dean, dimana terdengar sangat unik dan menggebu. Vanity menjadi favorit dalam list album ini, karena Xtina benar-benar mengeksplorasi lirik nakal di lagu ini. Musik electronic-sound Vanity sangat catchy dan tidak berlebihan, apalagi suara anaknya Max muncul di akhir lagu ini. Pantas saja Xtina mendedikasikan album ini kepada anaknya, dengarkan intro berjudul ‘My Heart’ terdapat percakapan lucu Max dengan ayahnya.

Jangan lupakan Bobblehead dan Glam, kedua track ini akan membuat anda terheran-heran dengan efek electro-sound yang aneh. Meski musik Electro-sound menjadi premis utama album seorang peraih 5 grammy ini, Xtina tidak lupa menyisipkan track-track ballad yang notabene makanan utama untuk vokalnya. Linda Perry yang berjasa lewat Beautiful di album Striped kembali membantu Xtina dengan lagu Lift Me Up. Bagi yang pernah mendengarkan lagu ini dinyanyikan Xtina ketika konser amal untuk Haiti, janganlah kaget dengan versi di CD nya karena musiknya dibuat lebih berisi dengan dentuman lembut drum. Tentunya tidak membuat Lift Me Up keluar dari pop ballad, malah terdengar amat berkarakter dan memegahkan suara Xtina. Sia Furler, penyanyi dan musisi asal Australia lebih banyak berkontribusi untuk lagu-lagu Ballad Xtina di Bionic. Seperti You Lost Me, I Am dan All I Need akan menghipnotis anda lewat kejernihan suara Xtina, dan tentunya melepaskan diri sejenak dari musik electro-sound yang berisik. You Lost Me menjadi single paling masterpiece, dimana nuansa ballad-traditional sangat kental sehingga mampu mengeksplor lebih vocal seorang Xtina sesungguhnya. You Lost Me mampu memperdengarkan musik seperti The Right Man di Back To Basic, indah dengan balutan orkestra dan dentingan piano. Sia Furler seakan-akan bertransformasi sebagai Linda Perry untuk lagu ini. Keajaiban rasanya, apabila lagu ini bisa menominasikan Xtina untuk grammy di tengah kritikan pedas akan Bionic.

Bionic tidaklah berjalan di jalur yang buruk ataupun baik. Kenekatan Xtina mengusung musik electro-sound sebagai premis utama di Bionic patut diapresiasi. Meski diakui bagi para penikmatnya sangat kecewa akan kosep kreatifnya ini, karena mereka masih mengharapkan pop-ballad ala Stripped terulang kembali. Apalagi persaingan industri musik sangatlah ketat, mengingat tipe musik yang diusungnya kini pernah dipopulerkan oleh Gaga atau pun Rihanna. Bionic bahkan terlihat cemen dinyanyikan oleh Xtina yang notabene memiliki kualitas vokal setara Celine Dion. Konsep Bionic pantasnya dinyanyikan oleh seorang Britney Spears dengan balutan dance, pasti akan lebih garang terdengar. Selebihnya Bionic untuk Xtina tidak mampu membuat vokalnya bermain secara ekstrim seperti dulu pernah nampak di Back To Basic. Mungkin benar revolusi musik di tubuh Xtina untuk album Bionic membuatnya tampak lemah dihadapan rival-rival penyanyi wanita lainnya yang notabene bersaing di tangga-tangga lagu bergengsi. Meski begitu Bionic tidak begitu buruk untuk didengarkan, setidaknya masih ada track-track pop ballad ketika anda jenuh dengan suara mesin ‘soak’, robotic, electro atau apalah itu namanya.

Recommended Tracks : WooHoo, Not My Self Tonight, You Lost Me, Vanity, Bionic, Lift Me Up

4 thoughts on “BIONIC : Xtina, Si Wanita Android Bermain Musik ElektonicPOP-Sound

  1. nice review!!!

    tapi masi kurang setuju:
    -dengan recycle yang amat buruk di lagu Beautiful dan Genie in the Bottle dibikinnya bersuara seperti mesin rusak.
    -Musik di bagian refrain juga kurang nendang di telinga, maka dari itu untuk single pertama kurang sakti madraguna.
    -Meski diakui bagi para penikmatnya sangat kecewa akan kosep kreatifnya ini, karena mereka masih mengharapkan pop-ballad ala Stripped terulang kembali.

  2. hehehheh subjetif ya penikmat musik saya maksud itu bukan totali fans x-tina tapi lebih global penikmat musik kemungkinan seperti itu sy masih mencari2 alasan kuat kenapa dy gag bisa masuk chart billboard

    utk genie 2.0 dan beautiful versi baru di keeps gettin better memang agak mengganggu di kuping saya..lagunya jadi gak nikmat terdengar,,…..

    kalo Not MYself tonight saya butuh seminggu utk menikmati refrainnya ya masalah subjektif dan selera org masing2 jadi emang tidak langsung masuk ditelinga saya hehhehe pissss…..

    mungkin saya masih kangen swinggg nya di back to basic dulu..thats best album for me….

  3. Benarrrrrr….
    Memang musik’ yang diusung oleh christina kali ini kurang bagusss …. Musiknya tidak dapat mendukung kualitas vocal dy yang jauh di atas rata2 penyanyi wanita dunia kini…

    Dy jadi tdk dapat mengeksplore kemampuan bernyanyinya secara dalam!!!!! bahkan terkdang terdengar ‘maksa’

    B2B adalah album yg menurut saya disinilah vocal christina dituntut untuk benar2 bernanyi…. Dan musiknya pun mendukung hal ini….. Serta dgn lirik2 yaang gak ‘nanggung’ dan sangat ‘menusuk’ !!!!!

    Lgu2nya seperti Mercy on Me sungguh menuntut kemampuan vocal yg sangat tinggi !!!! Instrument2 musiknya yg bs dibilang sangat tinggipun mendorong christina untuk lebih ‘bernyanyi’dan menjadi benar benar seorang diva dunia!!!! Dan tidak ada satu orang pun yg dapat meragukan suaranyaaaa

  4. Momen ULANG TAHUN Merupakan Hal yang Terindah Bagi Buah Hati atau Pasangan Anda Wujudlan Momen dan Kenangan TerindahDalam Merayakan ULANG TAHUN Buah Hati atau Pasangan Anda Bersama Kalika Cake Shop.
    Kue / Cake ulang tahun kami desain sesuai permintaan pelanggan, seperti model cup cake, photo cake, 3 dimensi. Kalika melayani pesan antar untuk wilayah Bandung dan Jakarta.
    Siap Antar Kue Ulang Tahun, Halal, Model Unik & Menarik spt Foto Cake. http://www.KueUltahKalika.com atau http://www.KalikaCakeShop.com , telp (022)70553660

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s