Movie Review

FUNNY GAMES (2008) : Sebenarnya Permainan yang Lucu Atau Menakutkan?



Film: Funny Games. Directed: Michael Hanneke. Starring: Naomi Watts, Tim Roth, Brady Corbet, Devon Gearhart. Distributed: Warner Independent Pictures. Genre: Thriller, Horror, Mystery. Running time: 112 minutes
STARS: (**)

“Apa yang akan anda lakukan jika Peter tiba-tiba datang ke rumah anda dan memasang muka memelas untuk meminta beberapa telur? Apalagi si Peter itu mengaku kerabat dari tetangga baik anda??”

Tentunya jika saya jadi Anne, saya akan bilang “Sorri ya Peter, ayam saya belum bertelur tuh!!”. Andaikan saja si Anne tidak sok menjadi tetangga yang baik, kemungkinan kisah terror yang berawal dari insiden telur tersebut tidak terjadi. Konyol rasanya melihat Peter yang sok-kenal-sok-deket langsung ‘nyelonong’ masuk rumah Anne dan mengaku memintakan telur untuk Mrs.Thomson (tetangga Anne yang diakui kerabat Peter). Bahkan yang membikin lebih kesal, ketika telur yang sudah diberikan Anne itu dikatakan tidak sengaja jatuh dari tangan Peter, kemudian dia pun meminta ganti lagi. Meski kamera berusaha mengelabui, tapi penonton yang tidak pintar pun mampu membaca gelagat Peter kalau dirinyalaha yang memecahkan telur tersebut. Makin menjengkelkan saja si Peter, sebagai seorang yang minta tolong dia tergolong banyak maunya. Mulai dari memperdebatkan saran Anne yang menanyakan apa telur-telur tersebut mau dibungkus pakai karton atau tidak saja amat sangat ribetnya. Apalagi untuk yang ketiga kalinya telur-telur itu dipecahkannya, membuat Anne kesal sehingga memberikan semua telur yang ada di kulkasnya untuk si tolol Peter itu.

Selang beberapa saat datang lagi manusia setipe lagaknya Peter yaitu temannya sendiri, Paul. Si Paul ini malah memelas ingin dipinjami stick golf (merek ternama) yang dilihatnya di sudut rumah George dan Anne. Alhasil kembalilah si Anne menjadi ibu malaikat buat anak laki-laki bertampang pucat pasi itu. Tiba-tiba, Anne mulai tersadar kalau dua anak laki-laki itu mempermainkannya dan membuat dia kesal. Anne pun mengusir mereka, tapi si Paul ‘ngotot’ tidak mau keluar rumah Anne karena merasa tingkah anehnya itu tidaklah mengusik Anne. George, suami Anne pun datang dan coba menengahi, segera dia menyuruh si Paul untuk pergi. Tapi dasar si Paul orang aneh, dia malah memukul kaki George dengan stick golf hingga lumpuh. Nah, permainan ‘lucu’ ala Paul dan Peter pun segera dimulai.

Melihat gelagat tolol Paul dan Peter saja, penonton sudah gampang menebak kemana arah cerita film ini frame demi framenya. Saya benar-benar terusik dengan gelagat Paul dan Peter mulai dari awal film, ingin sekali melemparkan ‘batako’ ke muka mereka yang sok ‘innocent’. Ditambah ketidakberdayaan George dan Anne yang tidak bisa lepas dari jeratan Paul-Peter. Hanneke sebagai sang sutradara, seolah membuat George dan Anne begitu pasrah menjalani permainan konyol Paul-Peter. Itu terlihat dari cara mereka yang tidak melakukan perlawanan yang berarti untuk melarikan diri. Parah makin parah mendapati permainan yang disodori Paul-Peter tidak lebih dari permainan anak SD, dimana kalau saya berada disana sangat ingin sekali melindas muka idiot sok polos mereka itu dengan mesin pemotong rumput. Tidak ada unsur ketegangan yang signifikan dari permainan bodoh mereka itu. Saya malah garuk-garuk pipi melihat bagaimana mereka mengikat George dan Anne serta membantai anjingnya. Dari segi cerita keseluruhan malah cenderung konyol untuk ukuran film thriller-horor, karena esensi kengerian yang ditawarkan malahan sedikit demi sedikit berkurang oleh aksi Paul-Peter yang cenderung bodoh. Satu frame yang membuat saya kaget dan ‘enggak tega’ ketika secara mengejutkan Paul membunuh George Jr (anak Anne dan George), diluar dari bayangan saya.

Meski Michael Pitt memainkan karakter Paul yang lebih dominan bertindak dalam memimpin permainan terror tersebut. Namun, Brady Corbet lah yang berhasil membuat saya penasaran karena karakter Peter yang dimainkannya tidak terlalu banyak bicara dan raut muka yang ditawarkannya begitu sarat misteri. Liat saja ekspresi Peter yang selalu datar, dingin dan sok ‘innocent’ itu sekejap bakal mengira dia memang sakit jiwa atau hanya diperalat Paul. Naomi Watts sukses memainkan Anne yang paling banyak disyut kamera Hanneke termasuk adegan melarikan dirinya yang sangat detil dan lama hingga bukannya mebikin takut malah bosan menunggu kapan dirinya bisa lolos dari rumahnya sendiri itu. Naomi mampu memasang muka ‘desperate’ nya yang membuat kita kasihan bilamana seandainya kita berada di posisi ketakutannya itu.

Untung saja Funny Games tidak sepenuhnya bertransformasi menjadi film konyol yang membuat anda kesal, sedikitnya masih terdapat nuansa ketegangan yang ditawarkan. Hanneke sangat cerdik meminimkan score music dalam film remake-nya ini, sehingga mampu menyiratkan suasana hening yang ngeri dalam filmnya. Opening title film ini juga disampaikan dengan gaya horror yang sopan, dimana kamera menangkap kebahagiaan keluarga George dalam mobilnya seakan-akan menyiratkan ‘kalo-mereka-target-permainan’. Ditambah credit name untuk pemain dan kru film dibuat dengan font merah darah. Film ini juga didominasi oleh penataan artistik yang memilih warna putih sebagai unsur polos yang penuh misteri dan penderitaan akan terror Paul-Petter.

Memang sangat subjektif menentukan apakah Funny Games benar-benar mengerikan atau hanya kekonyolan belaka. Karena Hanneke lebih menawarkan sudut pandang atau cara baru dalam mempekerjakan psikopatnya dalam film ini. Karena Funny Games merupakan film remake yang dibuat dari sutradara yang sama, tentunya membuat saya penasaran apakah kengerian Funny Games versi 1997 sama halnya dengan Funny Games yang sekarang. Tentunya sang sutradara ‘enggak-bakalan-mau’ membuat remake untuk film yang pada awalnya gagal. Kemungkinan saja Funny Games 1997 lebih mengerikan di eranya. Ahh, yang jelas saya masih bingung memposisikan film ini ‘ngeri’ atau tidak apalagi setelah melihat endingnya seperti itu.

One thought on “FUNNY GAMES (2008) : Sebenarnya Permainan yang Lucu Atau Menakutkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s