Movie Review

THE LOVELY BONES : ELEGI TULANG-TULANG YANG CANTIK …


Sutradara Peter Jackson. Pemain Saoirse Ronan, Stanley Tucci, Wahlberg, Rachel Weisz, hingga Susan Sarandon. Distributor Paramount Pictures. Durasi 135 menit.
STARS : (4)


Seorang gadis berusia 14 tahun itu berduka ketika mendapati dirinya telah berwujud arwah di surga. Dia pun menceritakan kembali kisah tragisnya untuk kita, sambil mengamati kehidupan keluarganya di dunia yang perlahan hancur sepeninggalnya.

Gadis periang itu bernama Susie Salmon (Saoirse Ronan), yang dibunuh dan diperkosa oleh tetangganya sendiri GeorgeHarvey (Stanley Tucci) pada 6 Desember 1973. Sebelumnya, kehidupan Susie amatlah bahagia, dimana memiliki keluarga idaman belum lagi ditaksir teman prianya yang populer di sekolah, serta kegemarannya dalam fotografi pun seakan-akan menyalakan kegembiraan di hari-harinya. Namun segalanya seakan berbalik ketika nyawanya diregang oleh George Harvey yang pedofile.

Meski raganya mati, tapi jiwa Susie masihlah hidup dalam kedukaan teramat di dunia yang disebut surga. Dari dunianya Susie pun melihat bagaimana keadaan keluarganya mulai rapuh yang terpaksa merelakan kematian Susie meskipun mayat Susie sendiri belum kunjung ditemukan. Susie pun juga mengintai kehidupan kelam sang pembunuh, dia tidak terima dengan George Harvey yang kembali menjalani hari-harinya tanpa sedikit pun penyesalan. Disini Susie mencoba untuk memulihkan keadaan keluarganya, dan menuntut keadilan akan kematiannya, dendam pun semakin membara kepada sosok Harvey.

Susie berusaha memberi pesan kepada ayahnya Jack Salmon ( Mark Wahlberg) bahwa arwahnya selalu bersama dengannya walaupun di dunia yang berbeda. Susie juga terus berusaha memberikan petunjuk untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kematiannya. Film ini mampu membawa perasaan penontonnya dalam permainan ‘menduga-duga’. Menduga apakah mayat Susie akan segera ditemukan? Menduga apakah Harvey akhirnya tertangkap basah oleh polisi? Menduga apakah Susie berusaha menampilkan wujud arwahnya dihadapan keluarganya? Kita benar-benar dibawa pada laju thriller yang semula melankolis sebegitu cepatnya berpindah pada ketegangan dan akhirnya memunculkan pertanyaan serta penyimpulan sendiri akan ending film ini.

The Lovely Bones sendiri diangkat dari novel best seller rekaan Alice Sebold yang secara mengejutkan disutradarai oleh Peter Jackson. Bayangkan saja sutradara yang sukses telak menggarap Lord of The Ring Trilogy seketika mampu menaikkan popularitasnya di kancah perfilman Hollywood ini mau menggarap film yang dapat kita katakan ‘enggak PJ banget’, yang dari segi genre malah drama bercampur thriller. Berbeda dengan garapan sebelumnya seperti LOTR dan Kingkong ataupun Distric 9 yang dia produseri benar-benar tipikal Peter Jackson dengan bumbu-bumbu efek visual nan megah dan setting yang lebih ekstrim pula. Tapi khusus naskah The Lovely Bones yang mampu meruntuhkan stigma itu, malah Peter Jackson sendiri sempat menangis ketika membaca novel aslinya dan tergeraklah hatinya untuk memfilmkan novel Sebold itu. Bagi yang belum membaca novelnya tentunya sependapat bahwa film ini sangat menarik dan luar biasa untuk segi drama-thriller, meskipun bukan tipikal film yang ringan tapi nilai rasa The Lovely Bones sendiri mampu menyentuh penontonnya. Apalagi sudut pandang yang diambil cukup unik, jadi dinarasikan oleh orang yang sudah meninggal. Peter Jackson benar-benar ingin menyamakan pencitraan novel Seabold kedalam visualisasi The Lovely Bones itu sendiri, dimana setting waktu dan tempat benar-benar disamakan dengan novelnya hingga detil-detil cerita.

Peter Jackson juga membawa kegemarannya dalam memoleskan efek visual untuk menciptakan penggambaran surga tempat arwah Susie kini berada. Efek visualnya tidaklah lebay* seperti perkiraan anda, Peter Jackson malah brilian dalam menciptakan efek warna langit surga yang seperti aurora di kutub utara dan suasana magical disekeliling Susie yang dimana kadangkala settingnya akan berubah menurut suasana hatinya. Jika hati Susie gembira maka anda akan melihat padang hijau dengan langit cerah berwarna, dan berbagai ornamen bahagia nan menarik. Bertolak belakang jika Susie sedih dan ketakutan, suasana surga sontak berubah kelam, hujan deras, air meluap, dsb. Perlu diketahui dalam film ini Peter Jackson lebih suka menamai dunia Susie versinya itu dengan ‘In Between’ bukannya ‘Heaven’. Agar nantinya tidak ada kontroversi seperti novelnya dalam hal pendeskripsian surga itu sendiri, jadi memang lebih baik PJ tidak bermain-main dengan kata surga versinya.

Untuk para performa aktor dan aktrisnya yang menjadi sorotan hanyalah akting Stanley Tucci sebagai Harvey dan Saoirse Ronan sebagai Susie. Stanley Tucci mampu menampilkan sosok tetangga yang tampangnya cool namun berhati iblis, dimana gerak-geriknya benar-benar tipikal tetangga yang kuper, selalu mengurung diri di rumah dan misterius. Tidak ada Tucci yang konyol seperti di Devils Wear Prada atau Julie&Julia, di film ini dia benar-benar bertransformasi menjadi pembunuh berdarah dingin. Tidak heran Tucci mendapatkan nominasi 67th Golden Globe untuk kategori Best Supporting Actor.

Saoirse Ronan juga menampilkan peforma yang sulit untuk dipandang sebelah mata, meskipun penampilan terbaiknya masih di film Atonement dengan aksen british bercampur Irlandianya yang sangat sulit dilupakan. Saoirse Ronan mampu membangun karakter Susie yang tegar, periang meski dalam hatinya sangat terluka atas kondisinya yang sudah tidak bernyawa.

The Lovely Bones juga dibintangi aktor besar seperti Mark Wahlberg, Rachel Weisz, hingga Susan Sarandon yang tidak terbantahkan kualitas aktingnya. Namun sangat disayangkan porsi mereka dalam film ini kurang kuat dan pengembangan karakternya begitu-begitu saja.

Secara keseluruhan film Peter Jackson ini sangat sulit dilewatkan dengan ceritanya yang unik, meski untuk kategori penonton memang cenderung untuk kalangan dewasa, karena materi filmnya tidaklah seringan seperti yang dibayangkan bahkan dengan alurnya yang lambat mampu menciptakan rasa bosan. The Lovely Bones sepatutnya dilirik di ajang penghargaan sekaliber Oscar, namun untuk mencapai jalan tersebut film ini sepertinya sedikit kesusahan dalam menarik mata kritikus film. Apakah mungkin karena penggambaran PJ yang gagal terhadap isi novelnya? Atau ada yang kurang puas dengan endingnya?

Saya sih termasuk yang kurang puas dengan endingnya.!

7 thoughts on “THE LOVELY BONES : ELEGI TULANG-TULANG YANG CANTIK …

  1. Hasil akhirnya sih tidak sesuai bayanganku yang udah baca novelnya. Salah satu novel favorit nih. Tapi apa yang tersaji di layar sangat imajinatif menurutku. Emosinya lumayan dapat meski tidak sepekat novelnya.

  2. saya belum baca novelnya sih….
    ya saya kurang puas sama endingnya pas si harvey karena karmanya akhirnya mati jatuh dari tebing klise banget yaqkkk hehehhehehehhehehehhee
    totali yang bikin sangat excited ketika ngeliat penggambaran surganya peter jackson,
    tumben juga ngeliat si Tucci bermain serius…hihi

  3. nambah lagi satu referensi novel yang harus di beli ama cewek sy… hahahahaha…,

    sejujurnya saya lebih suka menonton film dari pada membaca novelnya…
    heheheheh…,.
    filmnya udah keluar belum?

    punya referensi film Horor baru ga sob?

  4. @radithya notes : salam kenal….saya rasa belum ada dibioskop but u can find on dvd hehehhehehehehheeheh
    film horror ya?????akhir-akhir ini belum ada film horror yang bikin saya bilang “oh itu film horor paling menakutkan’.. mungkin terlalu banyak film indonesia yg nyelenegh horornya tapi saw masi tetap jadi urutan pertama favorit saya….

    @adscampdelapan salam kenal juga

  5. Endingnya mengecewakan,
    Manamungkin arwah bisa tenang jika mayatnya belum diketemukan. Tp filmnya cukup sangat bagus, dan sisSalmonnya sangat cantik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s