Movie Review

Young Victoria : Sketsa Seorang Ratu Termuda dan Kisah Cintanya


Film : Young Victoria
Sutradara : Jean-Marc Vallée
Pemain : Emily Blunt, Rupert Friend, Paul Bettany, Miranda Richardson.


Brilliant! Brilliant! Brilliant! Emily Blunt memainkan sosok Ratu Victoria ketika muda. Victoria yang baru genap berusia 18 tahun itu harus memikul beban berat untuk memegang tahta kerajaan Inggris. Victoria muda diangkat sebagai Ratu Inggris sekitar tahun 1837, dimana jalannya untuk memerintah sebuah kerajaan bukan perkara yang mudah. Selain beliau muda serta perlu banyak belajar tentang sistem pemerintahan, pun banyak ternyata orang-orang licik dan munafik yang mengelilingi Ratu Victoria. Saya sangka kisah Young Victoria ini akan banyak berkutat tentang intrik-intrik pasca pemerintahan Victoria muda, namun ketika perkenalan akan sosok Pangeran Albert, dan scene yang silih berganti ternyata dominan kisah cintanya yang di tonjolkan.

Sebagai sosok Pangeran Albert diperankan oleh Rupert Friend, dimana Albert merupakan sepupu jauh dari Victoria. Butuh waktu yang cukup pajang bagi Albert untuk menaklukkan hati Ratu Victoria, dikarenakan komunikasi mereka yang lebih banyak lewat korespondensi dan pun sesekali Pangeran Albert singgah ke istana Buckingham untuk menemui Victoria. Di samping itu adanya sosok Lord Melbourne (Paul Bettany) sebagai sekretaris kerajaan yang selalu berada di sekeliling ratu, dimana dengan terang-terangan Lord Melbourne menyatakan cintanya dengan Ratu Victoria. Lewat korespondensinya dengan Pangeran Albert, Ratu Victoria pernah menulis bahwa dia hamper jatuh cinta dengan sosok Melbourne. Dengan begitu sigap, Albert yang tidak ingin dambaan hatinya jatuh ke pelukan lelaki lain pun segera pergi mengunjungi Victoria di istana. Situasi pun segera berbalik, dikarenakan Albert yang sering membantu Victoria dalam memberikan saran-saran politik yang lebih bijaksana dan sosoknya sering berada di saat-saat Victoria rapuh. Benih-benih cinta pun mulai tumbuh di hati Victoria akan Pangeran Albert. Nah, menikahlah mereka dan bersama-sama memimpin Inggris Raya.

Secara keseluruhan Young Victoria berhasil menciptakan suasana romantic nan mendalam dari kisah cinta antara Pangeran Albert dan Ratu Victoria. Saya sangat jatuh hati pada scene saat Pangeran Albert yang mengorbankan dirinya tertembak hanya untuk melindungi istrinya Ratu Victoria yang pada waktu itu ingin dibunuh saat berada di kereta kuda oleh seorang radikal. Wah untungnya sang pangeran masih terseklamatkan, huhu! Awalnya saya sempat tidak mengerti di awal-awal cerita film ini. Maklum saya sangat buta akan sejarah kerajaan Inggris apalagi tentang Ratu Victoria dan untuk openingnya saya rasa kurang mampu mengintroducing sosok Victoria kenapa dia harus menjadi ratu. Meskipun akhirnya saya menarik kesimpulan sendiri dan mengertikannya. Nampaknya dialog yang kental aksen Inggrisnya di film ini agak memusingkan dan cenderung berat pun banyak konotasi-konotasi, untuk penonton awam tentu merasa bosan di awal-awal film. Untung saja saya mulai menikmati jalan cerita film ini karena angle dan muatan roman yang diambil serta unsur historisnya mampu berikutnya saya cerna secara perlahan. Apalagi penataan musiknya yang pas dengan scene-scene nya. Oya, Young Victoria di sutradarai secara apik oleh Jean-Marc Vallée dan yang paling mengejutkan saya ada nama Martin Scorcese (Oscar winner for best director in The Departed) yang berkolaborasi dengan Duchess of York, Sarah Ferguson.

Rupert Friend berhasil menunjukkan totalitas aktingnya sebagai Pangeran Albert yang sangat romantis dan bijaksana. Berbeda dengan peran-perannya yang bisa saya anggap angin lalu saja seperti di Pride and Prejudice atau The Boys in The Stripes of Pyjamas. Saya sangat salut dengan akting Emily Blunt berhasil membawakan karakter Ratu Victoria yang sedikit dingin, remaja yang keras, beranim penuh inner beauty dan romantic. Lepas dari karakternya sebagai assisten direktris majalah fashion di Devil Wears Prada, Emily Blunt mampu menunjukkan kualitas aktingnya yang total dan saya sangat senang mendengarkan kembali aksen Britishnya. Sudah banyak film yang menampilkan otobiografi Ratu Inggri dan banyak pula aktris yang memerankannya dilimpahkan penghargaan. Setelah Helen Mirren berhasil menampilkan sosok Ratu Elizabeth II yang kekinian dalam The Queen, Cate Blanchet pula bersinar sebagai Ratu Elizabeth I dalam Elizabeth : The Golden Age, dan masih ingatkah sosok Judie Dench yang turut memerankan sosok Ratu Elizabeth dalam Shakespeare In Love.

Memang nampaknya Emily Blunt mencoba peruntungan untuk memerankan sosok ratu bukan ratu Elizabeth dari kebanyakan seniornya diatas, melainkan Ratu Victoria (pendahulu Ratu Elizabeth). Emily Blunt sudah dinominasikan untuk kategori Best Actress in Leading Role – Drama gara-gara peran Ratu Victorianya. Akankah Queen versi Emily ini bakal mendapatkan kursi nominasi dalam ajang Oscar mendatang seperti halnya dirasakan Blanchet, Mirren, dan Dench? Ya kita tunggu saja hasil kerja keras Emily.

2 thoughts on “Young Victoria : Sketsa Seorang Ratu Termuda dan Kisah Cintanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s