Movie Review

An Incovinient Truth : Bumi Makin Panas Untuk Kiamat


Film : An Inconvenient Truth
Sutradara : Davis Guggenheim
Genre : Documentary

    “ Kian menurunnya volume gletser di berbagai belahan dunia, menipisnya es di Artik, bencana kekeringan, hingga yang paling fatal jikalau es di Antartika atau pun Greenland mencair, bangunan World Trade Center Memorial pun terancam direndam samudera serta berikut daratan pun akan berkurang di bumi ini “

Seluruh fakta diatas perihal dampak isu pemanasan global dibeberkan dalam film dokumenter terbaik dan terlaris ketiga setelah Fahrenheit 9/11 dan March of The Penguins ini. An Inconvenient Truth dibesut oleh Davis Guggenheim dengan mengambil sudut pandang Al Gore (mantan presiden AS era Bill Clinton) yang lagi giat-giatnya mengkampanyekan wacana global warming kepada khalayak dunia. Al Gore merasa wajib menyadarkan kepada umat manusia akan dampak serius yang akan ditimbulkan dari fenomena global warming tersebut. Dengan argument persuasifnya, Al Gore mengajak kepada para umat manusia untuk segera peduli terhadap alam lingkungannya sebelum hal tidak diinginkan terjadi pada peradaban manusia kini.
Al Gore pun menguraikan tentang posisi Amerika Serikat yang memiliki responsibility yang paling banyak akan fenomena global warming yang menimpa bumi ini. Mengapa? Sebagai Negara maju dengan era modernisasi dan industrialisasi yang kian pesat, US termasuk yang memproduksi tak kurang 25% gas karbondioksida dari sektor industrinya. Ya, sector industrialisasi yang padat di Amerika tak disadari memproduksi polusi yang makin menumpuk di bumi kita yang tentunya makin memperburuk kondisi lingkungan. Apalagi ketidakberdayaan Amerika yang dilobi oleh politisi dan pengusaha yang tidak pro lingkungan, kian membuat Amerika lebih tunduk pada kelangsungan sector ekonomi ketimbang nasib bumi itu sendiri. Al Gore pun memahami Amerika yang cenderung berpikir klasik dimana memperhatikan lingkunagn bagi AS sama dengan memperburuk perekonomian mereka. Al Gore pun menimpali hal tersebut dalam film ini lewat analogi bumi dan emas. Tentunya secara logika emas itu tidak akan berarti apa-apa, jikalau tidak ada bumi itu sendiri.
Meski didominasi scene-scene yang memperlihatkan acara talkshow kampanyenya Al Gore, namun Davis sangat briliat mengemasnya dengan menambahkan kehidupan pribadi Al Gore yang ternyata berkaitan dengan perjalanannya kini yang meujuknya sebagai pejuang lingkungan. Bagaimana beliau pertamakalinya mengetahui pemanasan global dari pengajarnya, Roger Revelle. Bagaimana pula anaknya yang pernah berjuang kritis di rumah sakit akibat kecelakaan mampu menginspirasinya. Dan pula Gore menceritakan bagaimana terkejut dan frustasinya dirinya akan respon kongres yang masa bodoh, ketika dia membeberkan fakta-fakta global warming kehadapan senat AS. Belum lagi kekalahannya oleh Bush ketika memperebutkan kursi presiden, menjadikannya memperjuangkan hidup khalayak AS bahkan dunia sekalipun di jalur lingkungan ini.
Totali, film ini sangat disayangkan untuk dilewatkan dan wajib menjadi bahan tontonan edukasi di sekolah maupun kampus di dunia. Memang film dokumenter ini terlihat cenderung ditujukan oleh Masyarakat AS. Namun, pembahasan isu global warming yang dibincangkan cukup mampu diterima secara global. Mungkin kamu akan langsung tersadar ketika menonton film ini. Bahwa bumi memang terancam di ujung kiamat! Selamatkan bumimu, sebelum terlambat. (&dy)
AWARDS :
An Inconvenient Truth berhasil meraih Oscar untuk Best Documentary Feature dan Best Original Song untuk lagu I Need to Wake Up garapan Melissa Etheridge. Belum lagi dengan penobatan Al Gore sebagai peraih Nobel Perdamaian 2007 yang kemungkinan disupport pula oleh karisma film dokumenter ini.

2 thoughts on “An Incovinient Truth : Bumi Makin Panas Untuk Kiamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s