Movie Review

Inglourious Basterds : Pembunuhan Hitler Khas Tarantino


Judul Film : Inglourious Basterds
Sutradara : Quentin Tarantino
Distributor : The Weinstein Company
Durasi : 2 jam 32 menit


“Setelah Tom Cruise kewalahan membunuh Hitler lewat Valkyre, Brad Pitt mencoba peruntungan bersama The Basterds, dikomandoi Quentin Tarantino”.

Mengambil setting tahun 1941, cerita dibuka dengan pembunuhan sebuah keluarga keturunan Yahudi-Perancis oleh Kolonel Hans Landa (Christopher Waltz). Shosanna Dreyfus yang menjadi saksi pembunuhan tragis keluarganya di tangan para tentara Nazi, melarikan diri ke Paris dengan identitas baru. Selang beberapa tahun, untuk menyambung hidup, dia bekerja di sebuah bioskop. Lewat pekerjaan itu, skenario balas dendam pun dirancang.
Di tempat lain, Letnan Aldo Raine (Brad Pitt) memimpin sebuah pasukan gerilya Yahudi-Amerika yang dikenal dengan sebutan The Basterds. Dengan hanya beranggotakan delapan orang, The Basterds merancang rencana untuk meruntuhkan kekuasaan Hitler yang diktator. Aksinya dimulai dengan menguliti kepala tentara-tentara Nazi yang berukir simbol swastika.
Dua skenario balas dendam pun berduet brutal dengan kesamaan kepentingan, membunuh Hitler. Skenario itu mendapat momen segar ketika para Nazi, termasuk Hitler, hadir dalam pemutaran film di bioskop Perancis, tempat Shosanna bekerja. Dapatkah rencana Shosanna dan The Basterds berjalan mulus?
Setelah sukses lewat Pulp Fiction yang begitu fenomenal menembus ajang penghargaan Oscar hingga Kill Bill dan Death Proof yang menuai jutaan dollar, akhirnya tema balas dendam rezim Nazi atas kasus holocaust kaum Yahudi berhasil menarik hati Quetinn Tarantino. Tarantino mengemas Inglourious Basterds masih dengan sentuhan eksentiknya. Scene-scene kekerasan lengkap dengan ceceran darah sangat kental terasa di Inglourious Basterds. Bagi penggemar berat film-filmnya, hal tersebut pasti lumrah saja.
Selain Tarantino, aktor utama Brad Pitt dan Christoph Waltz patut menjadi sorotan. Pitt yang semakin lihai mencari peran-peran menantang setelah keterlibatannya dalam The Curious Case of Benjamin Button semakin matang dengan bermain di Inglourious Basterds. Namun, ia harus mengerahkan energi penuh untuk berduel dengan aktor antagonis Christoph Waltz.
Christoph Waltz terbukti berhasil berperan optimal. Terbukti predikat Best Actor berhasil direbutnya di 62nd Cannes Film Festival.
Musik film ini tak kalah eksentrik. Sejak awal, film menawarkan score yang merindingkan bulu roma. Scene Shosanna ditembak mati musuh Nazinya pun disisipi score melankolis yang nyeleneh. Mampukah mereka meruntuhkan kekuasaan Hitler?(Andy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s