Movie Review / The List

15# Most Favorite Romantic Movies of Decade (2000-2009)


Ini bulan cinta, dimana kata-kata romantis bertebaran di sudut-sudut kota, Puncak 14 Februari itu bak momen sakral yang dipuja-puja para pecinta. Di kesempatan yang penuh ornamen merah jambu ini, saya ingin membagikan sebuah daftar personal yang mengurai tentang sinema romansa terbaik sepanjang dekade 2000-2009. Karena daftar ini begitu personal, maka taste dari makna romantis itu sendiri hanya mengikuti ‘feeling’ personal saya. Tak ada yang perlu dicemaskan, toh makna romantis itu sendiri dibangun dari sisi melankolis, suka cita dan pun humorisnya. Disini saya merangkum sebanyak 15 film yang memenuhi kriteria romantis itu sendiri. Bagi saya sendiri itu masih belum cukup, mengingat sepanjang dekade ini banyak film bertemakan cinta yang sulit untuk ditolak. Sayangnya, hanya 15 film ini yang paling membekas bagi saya, apakah salah satunya merupakan favorit anda?

………………………………………………………………………………………………………………………..

 [HONOURABLE MENTIONS]

The Wedding Date (2005), Serendipity (2001). The Fountain (2006), The Notebook (2004), Cold Mountain (2003), Possession (2002), A Very Long Engagement (2004), The Curious Case Of Benjamin Button (2008), Brokeback Mountain (2005), Love Me If You Dare (2003)

…………………………………………………………………………………………………………………………

 [TOP #15]

15# PUNCH-DRUNK LOVE

Directed by Paul Thomas Anderson (2002)

Nafas romansa mereka berarak diantara pekatnya atmosfer absurd yang ditawarkan. Tak ada yang perlu diperdebatkan, toh cinta itu akan tetap terbaca dari segumpal paragraph absurd yang menutupinya. Disini, Adam Sandler tengah membaca debar-debar cinta itu dari serangkaian absurditas yang menuntun hatinya berlabuh ke dekapan Emily Watson. Mungkin kalian akan dibawa bingung menjelajahi plot romansa mereka, namun ketika ini tentang persoalan cinta, siapa yang peduli.

14# IF ONLY

Directed by Gil Junger (2004)

Siapa yang tahu apakah kau masih bisa memeluknya, mendekap hangat tubuhnya, mencium derap nafasnya, memandang indah senyuman dan matanya atau mendengarkan celotehan-celotehan kocak dari bibir manisnya? Tak pernah ada yang memprediksi betul tabir romansa anda dengan di belahan jiwa. Namun ketika anda tau pasti dia cinta sejati itu, maka cintai dia sebesar-besarnya seperti tiada hari esok.

13# WALL-E

Directed by Andrew Stanton (2008)

Tak mau kalah dengan manusia, dua robot ini pun bisa jatuh cinta? Wall-E yang pertama merasakan getaran itu semenjak matanya menangkap pesona Eve.  Iya ini bisa jadi cinta pada pandangan pertama diantara tumpukan sampah. Dan siapa sangka petualangan romansa mereka begitu menggemaskan seisi antariksa.

12# 50 FIRST DATES

Directed by Peter Segal (2004)

Anda masih beruntung tidak jatuh cinta dengan seseorang yang mudah melupakan anda dalam waktu 24 jam. Jika pun itu yang anda tengah alami, sebaiknya patut mencontoh Adam Sandler yang betapa gigihnya dia mencoba membuat Drew Barrymore untuk ingat dengan sosoknya meski itu hanya bertahan selama 24 jam. Disitulah kekuatan cinta akan bekerja. Bahwa cinta sejati akan sulit untuk dilupakan, karena ini masalah perasaan bukan pikiran.

11# BRIDGET JONES’S DIARY

Directed by Sharon Maguire (2001)

Dengan segala kekonyolan, kecerobohan ditambah badan ‘bongsor’-nya, , siapa yang menyangka Bridget Jones disukai oleh dua lelaki sekaligus. Satunya hidung belang, sementara satunya lagi dingin dan angkuh. Dan leganya, bahwa Jones lebih memilih si ‘dingin’ Mr. Darcy. Anda akan menemukan sebentuk cinta yang begitu konyol dan menggemaskan, dimana lagi-lagi Jones selalu yang menjadi biangnya.

10# MOULIN ROUGE 

Directed by Baz Luhrmann (2001)

Adakalanya yang dipertunjukan Bollywood itu benar, bahwa cinta dapat dipuitisasi dengan ragam tarian dan lagu-lagu yang megah. Nicole Kidman dan Ewan Mcgregor begitu riang mempresentasikan perasaan mereka yang tengah dimabuk cinta. Segala komposisi musik dan koreografi elok dikerahkan untuk mengungkapkan romantisme sekaligus duka lara. Ya, di panggung Moulin Rouge pun cinta mereka tetap bisa dihadang sang ironi.

9# LOVE ACTUALLY

Directed by Richard Curtis (2003)

Disini, romantisme mereka berfragmen. Sejatinya merupakan kumpulan kisah cinta sederhana yang begitu mudahnya membikin anda ikut sumringah. Mereka semua bersuka cita entah itu cinta dari kalangan elit, cinta seorang musisi, cinta seorang novelis, cinta seorang sahabat sejati, dan pun cinta monyet. Awalnya mereka hadir dalam bingkai ironi, namun pada akhirnya mereka yang menentukan kebahagiaan itu sendiri.

8# ONCE

Directed by John Carney (2007)

Tak ada yang lebih romantis dari menuliskan sebuah lagu, lantas menyanyikannya bersama kekasih hati. Anda bisa membuktikannya, karena sepasang muda-mudi disini telah menemukan debaran cinta itu sedari mereka bernyanyi, memetik gitar dan menarikan tuts-tuts piano. Inilah cinta dengan cita rasa musisi. Bahwa anda dapat menemukan lusinan romansa yang yang terpancar dari lagu-lagu ciptaan mereka. Ada tembang yang riang, bersikap hangat, membuai angan, sekaligus melankolis pesakitan

7# In The Mood For Love

Directed by Wong Kar-Wai (2000)

Sesungguhnya film ini membubuhkan begitu banyak ironi, namun Wong Kar Wai membingkiskannya dengan nuansa syahdu nan romantis. Beruntunglah, karena dari ironilah, Tony Leung dan Meggie Chung dipertemukan. Meski getar-getar asmara itu hadir seusai ironi yang membuncah. Anda akan menemukan bagaimana romansa itu merekah dari kombinasi artistik, sinematografi dan lantunan music yang pedih.

6# 500 DAYS OF SUMMER

Directed by Marc Webb (2009)

Demi 500 hari yang mesti ditempuh Tom, sungguh saya membenci Summer. Bayangkan belahan jiwa anda mendadak tak lagi mencintai anda, dan menganggap hari-hari indah yang kalian lewati bukanlah hal yang berharga. Meski menyesakkan, toh sepanjang 500 hari dalam dunia Tom dan Summer masih menyisakan sejumlah cerita manis tentang kebersamaan mereka. Bak cinta yang masih muda, indah merekah namun layu lantaran ironi tak beralasan. Namun ‘endingnya’ untung melegakan.

5# ADA APA DENGAN CINTA?

Directed by Rudi Soedjarwo (2002)

Satu-satunya film remaja Indonesia yang mampu mengawinkan kisah cinta dan kenikmatan sastra. “….tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan kembali cintanya. Bukan untuknya, bukan untuk siapa tapi untukku. Karena aku ingin kamu. Itu saja…” baris kutipan puisi ini menjadi konklusi romantisme Rangga terhadap Cinta. Tak akan melupakan bagaimana film ini sukses menghipnotis beberapa lelaki termasuk saya untuk membaca buku “AKU” rekaan Chairil Anwar.

4# AMELIE

Directed by Jean-Pierre Jeunet (2001)

Romantisme versi Amelie itu lahir dari segenap fantasi dan imajinasinya. Kehidupan, Pria Idaman dan Kota Paris dibalut dalam manisnya remah-remah imajinasi yang bertaburan diatas pemikiran Amelie. Betapa kocaknya makna romantisme itu berkelakar dalam film ini. Tanpa duga, sekejap terperangah, sisanya hanya senyuman penuh kegelian muncul ke permukaan. Amelie adalah masterpiece kota Paris dalam film ini.

3# BEFORE SUNSET

Directed by Richard Linklater (2004)

Cinta tak akan pernah habis selagi kata-kata itu enggan mengusai. Sepasang muda-mudi terbawa dalam dialog yang intim sepanjang durasi 80 menit. Mereka melanjutkan apa yang pernah Before Sunrise lakukan, menuntaskan dialog roman itu hingga matahari terbenam. Tak ada yang lebih nikmat dari menyimak percakapan mereka yang mendalam, humoris, dan riang. Inilah sisi lain dari romantisme.

2# ETERNAL SUNSHINE OF THE SPOTLESS MIND

Directed by Michel Gondry (2004)

Oh ya, anda ingin benar-benar menghapus segala kenangan tentang si mantan dalam hidup anda. Dua insan dalam film ini berniat saling menghapus riwayat kisah kasih mereka dengan bantuan kecanggihan science. Namun ternyata cinta itu lebih besar, ambisi penghapusan memori ini pun sampai pada titik dilematis, lantas dikaji kembali oleh kebesaran cinta. Memang esensinya ironi, namun kenangan-kenangan mereka itu terlalu manis untuk diutarakan sebagai ironi.

1# PRIDE AND PREJUDICE

Directed by Joe Wright (2005)

Literatur klasik Inggris ini telah mengubur kenyataan pahit bahwa dalam realita sesungguhnya kehidupan asmara Jane Austin tidaklah seperti karakter rekaannya Elizabeth Bennet. Sepanjang hidupnya, Jane berteman dengan kesendirian –tanpa satu pun kekasih disisinya. Meski kehidupannya begitu biru untuk disimak, toh penikmat karyanya begitu lega mendapati konklusi indah dari kisah Pride and Prejudice. Adaptasinya sangat menuruti sulur-sulur novel yang membingkai sebuah romansa melankolis, manis dan epik di era Regency itu. Dan siapa sangka di hati yang beku dan angkuh itu tersimpan rahasia debar-debar cinta yang lantas mekar sebagai bunga romantisme paling indah. Sisi sinematisnya berhasil menarasikan kemegahan cinta tersebut.

5 thoughts on “15# Most Favorite Romantic Movies of Decade (2000-2009)

  1. saya suka semua pilihannya mulai dari 500 day of summer ,moulin rouge ,wall e, pride and prejudice, tapi yang terfavorite brokeback mountain sama once lagu if you love me tak terlupakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s